KAIRANA PART 7 (Choi Hyera’s guilty pleasure)

tumblr_mjpyad9Zl71s5w9sgo1_1280

TITTLE:  KAIRANA PART 7 (Choi Hyera’s guilty pleasure)

AUTHOR: AAL (@adlnayu / @deerjongin)

GENRE: Romance, comedy, friendship

MAIN CAST: Kirana Putri Jeniva (OC)

Kim Jongin

LENGTH: Chapter

Halooooooo. Cuma mau kasih tau aja nih, karena ff ini cast nya banyak, jadi aku buatin daftarnya untuk kalian agar nggak bingung ya.

CAST:

Han Eunkyung (OC) (Roomatesnya Kirana)

Kim Yejin. (Pacarnya Chanyeol)

Choi Hyera (OC) (si cewek jutek)

Si kembar Hwang : Hwang Minra (OC) (Kembar sulung. Julukan dari Kirana untuk dia adalah mantan napi)

Hwang Minra (OC) (Kembar Bungsu. Julukan dari Kirana untuk dia adalah putri)

Lee Sena (OC) (Gadis berkacamata pemalu yang jago dance.)

Seo Yongho. (Temannya Kai dan Eunkyung.)

In Young (Staff langganan Kirana.)

Mas Jody (OC) (kakak laki-lakinya Kirana)

Alana (OC) (Adik perempuan Kirana)

Ice Zhang (OC) (Gadis misterius)

Kirana’s POV

Karena sering bertemu dan ngobrol dengan ketiga orang itu, sedikit banyak aku jadi tahu beberapa hal tentang mereka.

Pertama, kita mulai dengan si kembar sulung, Hwang Minra. Gadis tomboy ini berbeda dengan gadis tomboy yang lain. Maksudku, biasanya gadis tomboy kan cenderung cuek dan nggak banyak omong. Namun, gadis ini berbeda. Ia memang cuek tapi ia BANYAK omong. Sepertinya kata banyak disini memang cocok untuk digaris bawahi plus blod ya.

Semua yang keluar dari mulutnya tak lain seperti cerita-cerita nggak penting, pandangannya akan seseorang, lawakan kacang, semuaaaaa diomongin. Seru sih, jadi disaat bersamanya kamu akan merasa rame dan nggak bosan, tapi kalau terus-terusan bicara tanpa ada intinya gitu lama-lama kan jadi annoying.

Lalu si kembar bungsu, Hwang Minri, gadis cantik itu nggak jauh beda dengan kakaknya. Bedanya, bila Minra ditakdirkan untuk menjadi orang yang memilih topik pembicaraan, maka Minri adalah orang yang ditakdirkan untuk menimpali. Setiap Minra ngomong apa, pasti adiknya selalu menyahut. Kadang, jika dilihat secara seksama, kehebohan mereka saat sedang bicara mirip dengan kedua anak itik yang rewel minta diberi makan oleh sang induk.

Walau begitu, harus kuakui, mereka berdua memiliki bakat menyanyi yang luar biasa.

Minra dianugrahi kemampuan rapper yang menakjubkan. Bukan berlebihan jika aku mengatakan kalau dia mempunyai kemampuan yang hampir menyamai dengan Amber f(x). Dan baru kutahu juga kalau pasangan kembar ini fasih dalam berbahasa jepang dan inggris. Jelas itu menjadi poin plus bagi mereka.

Sementara Minri, diberikan bakat vocal yang luar biasa. Suaranya, sangat SANGAT tinggi. Bahkan, kadang aku khawatir jendela akan pecah bila ia sedang mencapai sebuah nada. Jenis suara yang menggambungkan lembutnya vocal Jessica SNSD dan pich tinggi milik Luna f(x).

Terakhir, Choi Hyera. Ia jelas berbeda dengan pasangan kembar ini. Hyera nggak banyak omong, nggak banyak komentar, namun wajah super juteknya sudah cukup untuk mewakili semua perasaannya. Jika Jongin menyebut gadis ini ‘nenek sihir’ maka aku akan menyebutnya dengan ‘Ratu’. Atau lebih cocok lagi ‘Ratu dari segala Ratu.’

Maksudku, Hyera mempunyai aura yang membuat orang lain segan padanya. Disaat Hyera sudah membuka mulut untuk bicaranya, dapat kurasakan seluruh indra dalam tubuhku ikut mendengarkannya. Bahkan pasangan kembar yang sedang berbicara heboh saja bisa langsung bungkam bila Hyera sudah mulai berkata-kata. Gadis ini memang mempunyai pengaruh yang kuat pada sekelilingnya.

Selain itu, dia memiliki kemampuan yang –i admit it– sangat SANGAT luar biasa. Ia bisa menyanyikan lagu sesulit apapun dengan lirik yang super aneh, namun bila ia yang menyanyikan, kedua telinga kita akan disuguhkan dengan suara merdu yang sanggup dibandingkan dengan artis terkenal. Yang membuatku semakin heran, mengapa gadis ini tidak didebutkan juga, padahal mempunyai bakat yang luar biasa seperti itu?

Kadang aku merasa, jika aku sedang bersama dengan mereka bertiga, aku tak lebih dari seorang anak tk yang nggak tahu apa-apa. Kemampuan vocalku terlalu cetek bila dibandingkan dengan ketiganya.

Sekarang, kami berempat sedang mengobrol disudut ruangan latihan sambil menunggu pelatih yang akan mengajar kami datang. Ditengah obrolan itu, tiba-tiba aku teringat sesuatu.

“Hei, apa kalian kenal dengan Ice sunbae?” Tanyaku sambil menguncir rambutku tinggi-tinggi.

“Ice? Ice As in Ice Zhang? Kenapa?” Tanya Minra sambil menatapku tertarik. Sepertinya ia sudah menemukan topik obrolan yang baru.

Aku mengangkat bahu santai. “Aku bertemu dengannya tadi malam. Ia menyelamatkanku dari….” Aku ingin bilang dari Jongin yang kukira pria mesum tapi pasti nanti mereka tanya macam-macam, “Dari preman yang ingin mencuri dompetku.”

“Ah, iya, kudengar Ice pintar Thai boxing.” Minri mulai menimpali, “Dia berasal dari Thailand dan sangat menguasai bela diri itu. Makanya, jarang anak laki-laki yang berani dekat dengannya.”

“Tapi, sepertinya dia orang baik.” Kataku lagi. Habis, gadis itu sudah sangat berbaik hati menyelamatkanku.

Minri menjawab enteng, “Memang baik. Tapi karena ia jago berantem, anak laki-laki jadi segan dekat dengannya.” Ia lalu menatap Hyera, “Bagaimana menurutmu Hyera eonnie?”

Ah, dan satu lagi yang aneh dari pasangan kembar ini. Bila Minra  memanggil Hyera hanya dengan menggunakan nama. Maka Minri memanggilnya dengan embel-embel ‘eonnie‘. Aku tidak tahu kenapa. Mungkin lebih baik, kapan-kapan aku bertanya berapa umur mereka sebenarnya.

Yang ditanya hanya mengangkat bahu, “Tidak tahu. Lagipula, itu tidak menjadi urusanku.”

Hih, datar banget sih. Kasih tanggapan barang dikitttttt aja kenapa? Nggak akan rugi ini.

“Tapi aku nggak begitu mengenal dia sih. Jarang ketemu juga.” Ucap Minra santai, “Orang-orang bilang sih, dia jago dance. Aku jadi ingin berteman dengannya. Siapa tahu bisa minta diajari. Hehehe.” Gadis itu nyengir, “Kan lumayan. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.” Ia lalu melirik kembarannya, “Hei, kamu tahu tidak masa tadi aku….”

Here we go again.

Lalu, topik pembicaraan lagi-lagi dikuasai oleh pasangan kembar. Mereka berdua tidak berhenti-hentinya mengoceh tentang ini itu. Tentang pelatih kami yang galaknya minta ampun tapi langsung berubah baik bila sedang berhadapan dengan anak anjinglah, tentang makanan di Cafetaria yang belakangan ini jadi nggak enak lah, sampai tentang penampakan hantu yang kerap terlihat di ruang latihan lantai tiga.

Aku sih hanya mendengarkannya saja sambil sesekali menimpali. Kalau Hyera sih jangan ditanya. gadis itu lebih memilih berkutat dengan iphonenya.

“Eh Hyera-ya,nanti kamu jadi ikut menghadiri acara keluargamu itu?” Entah tadi mereka berdua ngomongin apa, sampai tiba-tiba topiknya langsung berganti pada Hyera, “Apakah Siwon sunbae akan ikut?”

“Siwon? Maksudmu Choi Siwon? Ada apa dengannya?” Aku tiba-tiba tertarik.

“Loh kamu tidak tahu?” Minri menatapku bingung, “Hyera eonnie kan adik sepupunya Choi Siwon dari Super Junior.”

HAHHH?!!!

Aku langsung menatap Hyera dengan pandangan, ‘Serius lo?!!’.

Gadis jutek itu mengangguk, “Ayah Siwon Oppa adalah kakak kandung ayahku.”

Wow, bahkan ia memanggil Siwon dengan Oppa, “Wah berarti sunbae anak orang kaya ya?” Tanyaku iseng.

Minra menabok punggungku, “Bicara apa kamu ini! Tentu saja dia anak orang kaya. Ayahnya pemilik salah satu departement store tahu!”

“Wow……..” Aku menatap gadis jutek itu dengan pandangan terpana. Sudah cantik, berbakat, anak orang kaya lagi. Sayang sekali. Andaikan saja dia mau merubah sikapnya menjadi lebih ramah. Gadis ini pasti bisa dibilang sempurna.

“Jangan berlebihan.” Hyera kembali menekuni iphonenya, “Kekayaan nantinya tidak akan bisa menjamin apa-apa. Yang akan menolong kita dimasa depan nanti ya hanya diri kita sendiri.” Ia berkata dengan nada datar namun terdengar menusuk, “Itu tergantung apakah kita ingin berusaha atau tidak.”

Dewasa sekali.

Sunbae, daridulu aku penasaran.” Aku mendekatkan posisi dudukku dengannya, “Sebenarnya, sunbae ini kelahiran tahun berapa?”

Hyera mengangkat wajah dari layar iphonenya. Lalu menatapku datar, “Aku 91 line. Kenapa memangnya?”

“Wah, kita beda lima tahun ya.” Pantas gadis ini terlihat jauh lebih dewasa, “Kalau aku 96 lines.”

“Kalau kami 92 lines.” Pasangan kembar berkata barengan.

“Wahh diantara kita berempat aku magnae ya hahaha.” Aku tertawa ringan. Lalu kembali bertanya, “Oiya lalu, mengapa Minra sunbae memanggil Hyera sunbae hanya dengan menggunakan nama namun Minri sunbae menggunakan ‘eonnie’?”

Minra langsung melempar pandangan penuh arti pada Hyera. Tapi gadis jutek itu langsung membalas tatapan si sulung kembar dengan tatapan mengancam. Namun, sepertinya itu tidak berpengaruh padanya. Minra malah tertawa lalu menatapku jahil, “Itu rahasia kami berdua.”

~KAIRANA~

Kirana’s POV

“O, Kyungsoo sunbae.

Baru saja aku ingin melangkahkan kedua kakiku ke Kafetaria, saat kedua mataku tiba-tiba menangkap seorang cowok lucu bermata besar sedang berjalan ke arah yang berlawanan denganku, “Kyungsoo sunbae, sudah makan siang?”

“Ah, Kirana-ssi, annyeong!” Oh, iya tadi aku lupa nyapa. Langsung nodong dia dengan langsung bertanya saja. Sebodo teing lah, “Aku baru saja ingin keluar untuk makan siang bersama Sehun dan Jongin. Kau mau ikut?”

Kalau sama orang yang ia sebutkan pertama sih, jelas aku mau. Siapa juga cewek waras yang menyia-nyiakan makan siang dengan cowok paling ganteng sedunia? Tapi kalau sama cowok yang sebutkan kedua sih….sorry aja ya. Lebih baik nggak usah makan sekalian.

“Tidak usah deh. Yang ada nanti Jongin sunbae tidak berselara makan karena ada aku.”

“Loh, nggak bisa begitu dong.” Kyungsoo tertawa geli. Membuat kedua matanya yang besar itu menyipit karena pipinya yang tembam tertarik keatas akibat tersenyum. Lucu banget! , “Kalau kalian bertengkar seperti ini terus, kelompok kita tidak akan kompak.”

“Kelompok?” aku mencoba mengingat-ingat. Kayanya waktu itu Minra pernah cerita heboh soal kelompok deh. Cewek itu sempet bete gitu deh, karena kebagian kelompok yang menurutnya nggak asyik, “Kelompok apa ya?”

“Kelompok sukarelawan. Untuk penggalangan dana yang nantinya akan disumbangkan pada panti asuhan.”

Oh, maksudnya sejenis nyadan (nyari dana) gitu? Jadi inget waktu sekolahku lagi gencar-gencarnya nyadan untuk persiapan pensi.

“Oh, itu.” Aku mengangguk-angguk, “Lalu maksudnya kelompok tidak bisa kompak karena aku dan Jongin sunbae bertengkar terus itu apa?”

“Karena kalian satu kelompok.”

Oh, shit.

Pantas rasanya ko daritadi perasaanku nggak enak. Ternyata ini alasanya.

“Haiyaaaaa, siapa sih yang membuat daftar kelompok itu?” aku langsung misuh-misuh sendiri. Nggak kebayang deh kalau setiap kelompok kami berkumpul aku harus selalu tarik urat karena adu bacot sama cowok itu, “Sunbae sendiri masuk kelompok siapa?”

“Kita sekelompok ko. Aku, Jongin, dan kau.” Ia menjelaskan, “Masih ada dua orang lagi. Yaitu, Aline Shao dan Ice.”

He?

“Ice…….. Ice Zhang?” tanyaku ragu-ragu. Tuhan, apakah ini takdir? Kemarin aku baru saja diselematkan olehnya. Sekarang aku malah satu kelompok dengannya. Andai saja Ice itu laki-laki. Pasti pertemuan kedua ini menandakan kalau kami berdua itu jodoh.

Kyungsoo mengangguk, “Kau kenal?”

“Cuma tahu saja sih.” Aku memimilin ujung kausku yang kebesaran, “Lalu…..Aline Shao itu?”

“Ah, dia.” Kyungsoo tiba-tiba menahan tawa, “Aline adalah trainee dari Cina yang besar di New York. Dia gadis yang sangat… apa ya? Heboh mungkin?”

“Lebih heboh dari Minra sunbae?” tanyaku sangsi. Kalau si Aline saja lebih heboh daripada orang yang menurutku sudah sangat heboh, aku nggak tahu lagi akan apa yang terjadi dengan kelompok kami.

“Minra noona?” Kyungsoo mengetuk-ngetuk dagunya. Berfikir, “Mereka berdua memang sama hebohnya. Tapi tidak terlalu dekat.”

“Kenapa?”

“Tidak tahu.” Ia mengangkat bahu, “Tapi, bukannya biasanya memang begitu? Dua orang yang sifatnya terlalu sama, bukannya malah tidak bisa akur?”

“Benar juga.” aku mengangguk kecil. Jadi ingat teori magnet. Kutub negatif dengan kutub negatif memang saling tolak menolak kan?

“Masalah disini adalah Ice.”

“Memangnya dia kenapa?”

“Ice itu….seperti siluman. Antara ada dan tiada.”

Aku langsung tertawa kecil. Jadi ingat sinetron horor yang memakai lagu itu sebagai theme song openingnya, “Maksudnya, ia sering bolos latihan?”

“Entah bolos, entah bekerja part time. Yang jelas, sosoknya jarang dijumpai di agensi.” Cowok itu terlihat sedang menerawang. Kedua bola matanya yang bulat seperti sedang mencari sesuatu, “Tapi ajaibnya, bila ia di tes gerakan dance oleh pelatih, gadis itu langsung bisa. Padahal, ia sendiri jarang masuk.”

“Wow…..” kemarin juga cewek itu langsung menghilang seperti debu setelah menyelamatkanku. Benar-benar orang yang sangat misterius.

“Kalau begitu aku duluan ya? Kita diskusikan tentang kelompok ini sehabis latihan saja.”

“Oke.” Aku menyatukan telunjuk dan jempolku. Membuat tanda ‘O’ kecil, “Nanti sunbae bisa kabari aku lagi.”

~KAIRANA~

Choi Hyera’s POV

“Yejinna.”

Aku mencolek punggung Yejin  dengan telunjukku, “Kau serius ingin mendiskusikan soal penggalangan dana itu sekarang? Kan aku sudah bilang hari ini aku ada urusan keluarga.”

“Iya, aku tahu ko.” Gadis itu menjawab seadanya sambil men-setting gitar kesayangannya. Aku sebenarnya ingin bertanya, Kenapa sih dia nggak bisa sehari saja lepas dari alat musik itu? Namun, aku sendiri juga nggak bisa hidup sehari tanpa Iphone. Jadi, tidak sepantasnya aku mengusik kesenangannya, “Hari ini aku hanya ingin mengumpulkan kelompok kita ko. Kalau soal diskusi lain kali saja.”

“Gunanya apa? Toh kita sudah tau kan, akan satu kelompok dengan siapa saja.”

“Aku hanya ingin bertatap muka saja ko.”

“Kalau hanya ingin bertatap muka dengan Chanyeol, kau kan bisa melakukannya sendiri. Kenapa aku harus ikut?” Oh, tidak tingkahku sudah bisa dikategorikan sama menjengkelkannya dengan anak kecil yang menangis hanya karena tidak diberi permen. (for your information aku benci setengah mati sama anak kecil.)

“Memangnya kenapa sih? Toh kita kan tidak hanya sekelompok dengan Chanyeol oppa.” Sepertinya gadis itu tersinggung dengan omonganku, “Masih ada Junmyeon oppa, ingat?”

Karena aku ingat, makanya aku tidak ingin ada disini!

“Yejin-ah!”

“Oh, Chanyeol Oppa!” wajah Yejin yang tadinya sempat muram karena omonganku langsung kembali cerah karena mendengar suara bass milik pacar tercintanya, “Junmyeon oppa juga, Annyeong!”

Damn.

“Hyera noona, anyyeong!” Chanyeol melambai-lambaikan tangannya semangat sambil memamerkan cengirannya yang sangat lebar. Aku hanya membalasnya dengan anggukan kecil. Lalu menatap wajah seorang pemuda berkulit putih yang berdiri disamping Chanyeol dengan tampang datar,

“Hai Junmen.”

“Hai Hera.”

“Senang ya, kita berempat bisa sekelompok.” Chanyeol merentangkan tangannya lebar-lebar lalu merangkul kami semua, “Karena kita semua sudah saling kenal, jadi lebih mudah bagi kelompok kita untuk bersatu.”

Your head.” Aku menggumam pelan. Bagaimana bisa bersatu kalau salah satu dari  anggota kami -yaitu aku- memendam rasa benci yang sangat amat pada salah satu anggota kelompok kami yang lain -yaitu Junmen.

“Sudah selesai kan pertemuannya?” Aku langsung bangkit berdiri sambil melepaskan rangkulan Chanyeol, “Hari ini aku ada urusan, kita bicarakan lagi nanti.”

“Mau pergi sekarang?” Yejin memberikan buku partiturnya pada Chanyeol. Sepertinya mereka berencana untuk membuat lagu bersama lagi.

“Ya.”

Your going to fix some proublem in your company?”

Aku langsung memberikan tatapan tajam pada orang yang baru saja mengucapkan kalimat itu, “Shut up, Junmen.”

Make me.” Pemuda itu lalu tersenyum menyebalkan. Dan otakku langsung memberikan sinyal kalau senyum yang ia berikan hanyalah sebuah tanda kalau perang kali ini siap dimulai, “Why you always have to come to the problem that aren’t yours?”

And, why do you even care?” aku membalasnya tajam, “Memangnya aku bilang kalau aku pergi untuk urusan perusahaan? I don’t even said that. So can you just please shut up because everytime you open your mouth, you just make the fresh air from Air conditioner smells like shit!”

Yejin langsung melongo. Ia lalu melempar pandangan give it up! Pada Junmen, namun sepertinya itu sia-sia. Karena sekarang, muka pemuda itu sudah mengeras, Ooooops, haven’t i told you that i always win for some bullshit battle like this?

“Oh, ayolah, bisakah kalian berdua berhenti bertengkar seperti ini?” Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya nggak habis pikir. Membuat poninya yang panjang ikut bergoyang, “Lagian daritadi, kalian tuh ngomong apa sih?”

Aku langsung memutar kedua bola mataku, “Kalau nggak tahu daritadi kami ngomong apa, kenapa kamu langsung berasumsi kalau aku dan dia.” Mataku menyipit sinis saat melirik Junmen, “Sedang bertengkar?”

“Karena, setiap kalian berdua membuka mulut, hanya kata-kata celaan lah yang keluar.” Yejin seperti menejermahkan apa yang ingin dikatakan Chanyeol selanjutnya, “kita kan satu kelompok. Kalau kalian berdua seperti ini terus, gimana kita bisa kompak?”

Yeah, sounds good. Kalau saja gadis ini tahu bagaimana caranya mengontrol emosi.”

Wah, pemuda ini ternyata belum puas mendengar kata-kata tajamku,

“Hey, Junmen.”

“What?”

“When’s your birthday?”

“Do i have to tell you?”

Oh, ofcourse.” Aku menepuk pundaknya akrab, “I have a present for you tho. A mirror.”

What’s for?” pemuda itu malah bertanya polos. Hah. Kena kau.

Aku menatapnya sambil tersenyum manis, sebelum berbalik pergi sambil melambaikan tanganku santai, “To show you, who pathetic looser that make this girl on fire.”

~KAIRANA~

Kim Junmyeon’s POV

Uuuwww pathetic looser.” Yejin terkikik geli. Ia menatapku dengan pandangan kasihan sekaligus mengejek, “Kalau aku jadi Oppa, lebih baik dikubur hidup-hidup daripada dikatai begitu oleh orang yang disukai.”

Aku hanya memilih diam sambil menatap kosong ke arah gadis itu tadi pergi.

“Apa sih? Pathetic looser itu artinya apa sih?” Chanyeol bertanya polos, yang langsung dibalas dengan pukulan ringan oleh Yejin.

“Chanyeol Oppa, lebih baik kau belajar bahasa inggris kalau ingin mengerti tentang love-hate relitionship yang sedang dihadapi oleh Junmyeon Oppa.”

“i don’t have that kind of relitionship.” aku menatap Yejin malas. Gadis itu malah memutar kedua bola matanya.

Yes, you do.” Ia mulai mencoret-coret buku partiturnya, “Beside, everybody already knew that you have a crush on Hyera eonnie since the beginning tho. Hanya gadis itu sendiri yang tidak mengetahuinya.”

i don’t even like her.” Kilahku. Menyukai Hyera? Ya, itu adalah pilihan terakhir yang akan kupilih jika seluruh wanita di bumi ini sudah musnah.

Yeah, rite.” Yejin tertawa sinis, “Disadari atau tidak, kau lah yang selalu memulai pembicaraan saat bertemu gadis itu. Kau yang selalu melencengkan topik pembicaraan dan membuat gadis itu emosi agar bisa memperpanjang waktu untuk bisa bersamanya. kau selalu mengintip saat gadis itu latihan. Kau bahkan suka diam-diam membayar makanan gadis itu saat ia makan siang di kafetaria.”

Aku memiringkan kepalaku, “Bukannya semua orang juga melakukannya?”

“Pada siapa? Pada orang yang disukai? Kalau itu yang Oppa maksud, maka jawabannya adalah iya.” Yejin menatapku penuh arti sebelum kembali sibuk dengan buku partitur dan gitarnya, “Why won’t you tell her?”

If i can, i would do anything for her. Aku bahkan tidak tahu mengapa hubungan kami bisa menjadi seperti ini. saat pertama kali bertemu dengannya tujuh tahun yang lalupun, aku tidak pernah sekalipun menyimpan kesan jelek terhadapnya. Tapi….kenapa?

Ah tunggu. Jangan-jangan karena……

“Yejin-ah.”

“Hm?”

Aku menatap gadis itu dengan tampang hopeless sambil menunjuk mulutku, “Do i smells like shit?”

~TBC~

 

Advertisements

5 Comments (+add yours?)

  1. kailliant
    Jun 23, 2013 @ 14:42:22

    Whee akhirnya update…
    Tokohnya emang banyak banget ya, berasa lagi lihat drama. Kehidupan mereka pun seru dan unik. Sayangnya yang punya judul (Kai dan Kirana) belum ada momennya di sini. Padahal momen Kairana itu yang paling bikin greget lho. Hihihi…
    Chapter ini seru, semoga next chap ga kalah seru 😉

    Reply

  2. RJ
    Jun 24, 2013 @ 06:14:54

    Akhirnya Update juga~~
    Maaf ya, aku baru komen di Part ini^^
    Castnya emang banyak, tapi karakternya seru-seru jadi ga bingung sama bosen bacanyaa 🙂
    Ditunggu ya next partnya :3

    Reply

  3. jongin
    Jul 04, 2013 @ 07:13:34

    Wahahhaha..~ lanjut thorr ^^

    Reply

  4. RRaehwa
    Jul 09, 2013 @ 12:44:42

    WUAA seru thor^^

    Reply

  5. Bit
    Aug 01, 2013 @ 04:19:24

    What’s the shit my dear Suho? You smell good. Do you wanna me to taste that? T^T /kode/yadong/
    I already like the two of them. I mean.. Suho and Hyera. Specially when they fight words to each others. Something like kids on kindergarten.. Xoxoxo
    update soon author-nim!! 😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: