KAIRANA PART 5 (Pertemuan kedua dengan cowok manga)

dhdfTITTLE: KAIRANA PART 5 (Pertemuan kedua dengan cowok manga)

AUTHOR: AAL (@adlnayu / @deerjongin)

GENRE: Romance, comedy, friendship

MAIN CAST: Kirana Putri Jeniva (OC)

Kim Jongin

LENGTH: Chapter

Halooooooo. Cuma mau kasih tau aja nih, karena ff ini cast nya banyak, jadi aku buatin daftarnya untuk kalian agar nggak bingung ya.

CAST:

Han Eunkyung (OC) (Roomatesnya Kirana)

Kim Yejin. (Pacarnya Chanyeol)

Choi Hyera (OC) (si cewek jutek)

Si kembar Hwang : Hwang Minra (OC) (Kembar sulung. Julukan dari Kirana untuk dia adalah mantan napi)

Hwang Minra (OC) (Kembar Bungsu. Julukan dari Kirana untuk dia adalah putri)

Lee Sena (OC) (Gadis berkacamata pemalu yang jago dance.)

Seo Yongho. (Temannya Kai dan Eunkyung.)

In Young (Staff langganan Kirana.)

Mas Jody (OC) (kakak laki-lakinya Kirana)

Alana (OC) (Adik perempuan Kirana)

Kalau castnya anak-anak EXO, nggak perlu aku kasih tau ya? Hehehe segini dulu yang aku kenalin. Masih banyak cast-cast ciptaanku yang akan berperan dalam ff ini. jadi mohon ditunggu kelanjutannya : ).

~KAIRANA~

Kirana’s POV

Suasana Kafetaria ternyata sangat ramai seperti yang aku duga. Apalagi sekarang sudah jam makan siang. Para trainee, staff dan ah bahkan aku melihat Amber f(x) di seberang sana. Ia sedang mengobrol seru dengan beberapa orang yang entah siapa.

“Kamu tidak pesan makanan?” tanyaku pada Jongin yang sedang sibuk membuka minuman kaleng berisi minuman energi.

Entah apa yang terjadi sampai dalam otakku sampai aku kepikiran ah ralat. Sampai aku NEKAT  mengajaknya untuk makan bersama. Jangankan makan bersama, biasanya melihat wajahnya saja langsung membuatku ingin nonjok tembok sangking kesalnya. tapi nggak apa-apalah. Itung-itung untuk lebih mengenalnya juga. Daripada nyari musuh, lebih baik nyari teman kan?

Cowok itu menaruh kaleng minumannya diatas meja, “Sebentar lagi aku latihan. Bisa muntah kalau makan banyak-banyak.”

“Jam lima kan masih tiga jam lagi.” Aku menunjuk arloji swatchku. Hadiah dari Mas Jody tahun lalu, “Lebih baik kamu makan sekarang daripada kelaparan saat latihan.”

Cowok itu menggeleng lalu menyapukan pandangannya ke sekeliling. Aku tahu ia pasti bingung memulai obrolan denganku. Makanya sedari tadi ia lebih memilih untuk mengalihkan pandangan dari kedua mataku, “Em…..sunbae, tinggal di asramah atau rumah?” tanyaku basa-basi.

“Tergantung. Kadang di rumah, kadang di asramah.” Ia masih tidak ingin menatap mataku, “Bila latihanku sampai larut malam, maka aku tinggal di asramah. Tapi jika tidak, ibuku pasti menyuruhku pulang.”

Hoooooo, aku ngangguk-ngangguk, anak mama toh.

“asik ya.” Aku mulai menyuap makan siangku, “Kalau aku, serindu apapun dengan keluargaku, tidak akan bisa pulang dengan mudah.” Tanganku mendorong kotak makan siang berisi tteokboki ini, “Mau?”

Ia menggeleng, “Memang sudah berapa lama kamu di Korea?”

“Kira-kira enam bulan lebih.” Aku kembali menarik kotak makan siangku, “Dan belum pernah sekalipun aku kembali ke rumahku.”

Jongin menatapku sebentar, lalu berkata, “Itu wajar. Temanku bahkan ada yang dua tahun tidak pulang ke kampung halamannya.”

“Oya?” aku langsung bergidik ngeri. Nggak kebayang kalau aku juga seperti itu, “Kalau aku, mungkin sudah tidak tahan.”

“Tidak boleh begitu.” Tiba-tiba berkata tegas, “Kalau semangatmu langsung hilang hanya karena rindu keluarga, kamu tidak pantas jadi idola.”

Aku langsung tersedak ttokboki yang sedang kutelan. Ko jadi tegang gini sih ngomongnya, “Tapi kalau kau jadi aku-maksudku kami. Kami yang meninggalkan tanah air dan pergi di negeri orang untuk mengejar impian, itu jauh lebih rumit daripada kalian yang memang dari awal sudah lahir dan tinggal di negara ini.”

“Menurutku, itu tidak bisa dijadihkan alasan untuk mengeluh.” Ia mengangkat kedua bahunya, “Jika kamu ingin berusaha untuk menggapai impianmu, maka ada harga yang harus dibayarkan?” Jongin meneguk minumannya lagi, “aku, kamu, kalian. Kita semua sama. Kita disini menempuh jalan yang sama untuk menggapai impian. Yaitu menjadi seorang idola.”

Wow.

Aku menelen tteokboki ku dengan susah payah. Untuk ukuran seorang cowok, ia lumayan bijak juga. Di sekolahku sih jarang banget ada cowok yang mempunyai pikiran dewasa seperti dia. Otak mereka hanya berisi cewek, game, dan bola.

Ah, ngomong-ngomong soal bola….

“Sunbae, apa kemarin kamu nonton pertandingan sepak bola?” Jongin mengangguk. Aku lantas melanjutkan, “Apa MU berhasil melanjutkan ke babak final?”

Cowok itu mengangguk lagi, “Ya. Mereka akan berhadapan dengan chelsea malam ini.” Ia tiba-tiba mendengus, “Hah, si setan merah itu pasti akan kalah. Lihat saja nanti.”

“Kenapa kalah?” aku meletakan sendokku, “Aku yakin MU pasti menang. Kemampuan mereka akhir-akhir ini terlihat meningkat.”

“Apanya? Kerjanya hanya menyikut lawan. Dasar curang.”

Curang? Sial.

“Apanya? Itu kan bagian dari permainan. Selama tidak melukai lawan, menurutku itu tidak masalah.” Yah jujur aku sih nggak begitu mengeti sepak bola. Tapi aku suka MU. Habis bajunya bagus sih. Aku punya dua di rumah.

“Tetap saja, itu namanya CU-RANG. Sepak bola itu permainan yang menggunakan kaki, bukan tangan.” Jongin membuka satu kaleng minuman energi lagi, “Bagaimana caranya mereka bisa menang kalau menggiring bola saja harus melukai lawan dulu. Payah.”

Idih, aku mendelik, berasa bisa aja dia ngomong gitu. Paling-paling kalau diajak tanding main futsal juga kalah dia.

Eh, futsal sama sepak bola itu sama atau beda sih?

“Pokonya MU pasti menang! Pasti!” kataku semangat sambil memainkan sendok, “Chelsea yang akan kalah malam ini.”

Jongin tertawa sinis, “Kita lihat saja nanti. Setan merah itu akan kebobolan hanya dalam waktu lima belas menit.”

Baru saja aku ingin membalas kalimatnya, sampai tiba-tiba seorang cowok muncul dari belakang punggung Jongin dan menyapanya, “Jongin-ah, hari ini kamu latihan?”

Saat aku mendongak untuk melihat wajah cowok asing itu lebih dekat, ttokboki yang saat itu sedang kutelan seperti langsung nyangkut di tenggorokan. Aku batuk-batuk dan langsung menyambar minuman energi milik Jongin (sumpah rasanya mirip pocari sweat yang sudah kadaluarsa).

Setelah sedikit tenang, kedua mataku kembali menatap cowok asing itu, lalu berkata heboh, “Kenapa Morgan SM*SH bisa ada disini?!!!”

Cowok asing itu mengerjapkan kedua matanya yang bulat, “Siapa itu Morgan?”

Here we go again.” Jongin memutar kedua bola matanya, “Bisa tidak kamu berhenti berasumsi aneh-aneh terhadap orang yang baru saja kamu temui?”

“Bukan, kali ini serius.” Aku menggeleng cepat lalu kembali menatap cowok asing itu, “Wajah kamu mirip banget dengan member SM*SH. Namanya Morgan. Coba deh cek di google, pasti ada.”

Cowok asing itu menatapku sambil mengangkat sebelah alisnya. Seperti sedang menilai sesuatu, “Apa Morgan yang kamu bilang mirip denganku itu……tampan?”

Aku langsung mengingat-ingat wajah Morgan di kepalaku, ganteng sih sebenarnya biasa aja. Tapi daripada member SM*SH yang lain, sepertinya cowok itu jauh lebih baik. Maka akupun menjawab, “Em…. sort of.”

Cowok asing itu tertawa kecil. Ia lalu menjulurkan tangannya, “Ngomong-ngomong namaku Do Kyungsoo.”

“Kirana.” Aku menggeser tempat dudukku, “Kyungsoo sunbae mau ikut makan siang bersama kami?”

“Kalian berdua sedang makan siang?” Kyungsoo mendudukan dirinya disampingku, “Tapi kenapa hanya kamu saja yang memesan makanan dan Jongin hanya minum?”

“Jongin sunbae bilang, dia bisa enek kalau makan siang sekarang karena sebentar lagi mau latihan.”

“Masa?” Kyungsoo melirik Jongin dengan tatapan curiga, “Biasanya malah kamu makan banyak sebelum la- AW!” Cowok bermata besar itu tiba-tiba mengelus dengkulnya, “Jongin-ah, kenapa tiba-tiba kamu menendang kakiku?”

“Itu karena Hyung terlalu bawel.” Jongin memutar kedua matanya malas namun jika aku tidak salah lihat, ada rona merah yang tiba-tiba menghiasi kedua pipinya. Ia lalu memindahkan pandangannya padaku, “Aku harus pergi sekarang. Kegiatan makan siangmu ditemani dengan Kyungsoo Hyung saja ya.” Dan sebelum mendengar balasanku, cowok itu langsung mengambil kaleng minumanya yang lalu berbalik pergi meninggalkan kafetaria.

“Huuuu, dasar aneh.” Aku menjulurkan lidahku, “Kyungsoo sunbae, apa Jongin sunbae selalu bersikap seenaknya seperti itu?”

Sort of.” Kyungsoo lalu terkikik-kikik sendiri, “Tapi sebenarnya, dia bukan orang yang menyebalkan ko.”

“Aku nggak ngerti kenapa semua orang membelanya.” Kepalaku geleng-geleng nggak habis pikir, “Yejin eonnie juga berkata seperti itu. Katanya Jongin sunbae bukan orang jahat. Tapi aku tidak percaya.”

“Itu berarti kamu belum mengenal dirinya sepenuhnya.” Sebelah mata besar milik cowok itu mengedip jahil, “Tapi, percayalah padaku. Disaat kamu sudah mengenal Jongin, kamu akan selalu berharap untuk bisa selalu bersamanya.”

“Aku tambah nggak ngerti.”

Kyungsoo malah tertawa, ia lalu menepuk bahuku, “Once you jongIn, you can never jongOut.”

~KAIRANA~

KAI’S POV

“Kim Jongin!”

Aku yang sedang bersiap-siap untuk pemanasan melihat bayangan seorang pemuda dari refleksi kaca. Pemuda itu lalu memelukku dari belakang, membuat keseimbanganku goyang dan hampir mencium kaca, “Jangan menyapa orang lain dengan gaya anarkis seperti itu dong, Seo Yongho.”

Pemuda itu-Seo Yongho, hanya tertawa kecil, ia lalu merangkul bahuku, “Hei, sudah lama kita tidak keluar untuk ngobrol-ngobrol. Bagaimana kalau hari ini kita makan malam bersama? dengan Eunkyung juga.”

“Han Eunkyung?” aku berfikir sebentar, “Malas ah. Aku ingin makan malam di rumah saja.”

“Kalau begitu kami ikut ya!” Youngho berkata semangat, “Aku dan Eunkyung sudah rindu dengan masakan ibumu.”

Aku menatap pemuda hiperaktif ini dengan tampang datar, “Nggak.”

“Kenapa?”

“Kau tidak ingat terakhir kali kalian berdua numpang makan di rumahku?” aku jengkel sendiri saat mengingatnya. Eunkyung dan Yongho menghabiskan lebih dari tiga piring. Membuat ibuku geleng-geleng kepala, bagaimana bisa dua orang bertubuh kurus seperti mereka berdua makan makanan sebanyak itu.

Seo Yongho atau yang lebih dikenal dengan Yongho adalah sahabat karibku sesama trainee di agensi ini. Trainee asal Kanada ini diposisikan sebagai rapper. Berbeda denganku yang seorang dancer. Walaupun kami berbeda ‘jurusan’ kami cukup sering bertemu. Karena itulah aku sering menghabiskan waktu dengannya. Terkadang, Han Eunkyung-salah satu trainee perempuan , juga ikut serta.

“Oh ayolah kami janji tidak akan rakus.” Yongho menaikkan kedua alisnya tinggi-tinggi. Yang malah membuat wajahnya makin terlihat mencurigakan, “Oh atau, bagaimana kalau kita membeli makanan yang banyak lalu menyusup ke asramah Eunkyung untuk makan bersama? Kudengar ia baru saja mendapatkan roommates loh. Bagaimana?”

Roommates?”

“Iya.” Yongho mengangguk semangat, “Namanya Kirana. Ia berasal dari Indonesia.” Pemuda itu sepertinya tidak menyadari dengan perubahan wajahku yang berubah drastis saat mendengar nama itu, “Jadi, bagaimana? Mau makan malam bersama di asramahnya?”

Aku langsung menjawabnya dengan kedua mata melotot dan kepala yang menggeleng keras, “NGGAK!”

~KAIRANA~

Kirana’s POV

Another day in SM Entertainment~

Lagi-lagi aku harus mengikuti kelas dancenya Greg. Huh. Sekarang pelatih moody itu sedang mengajarkan dance popping dan hip-hop. Sesekali, ia menegur para trainee yang tidak sesuai gerakan. Termasuk aku.

Berkali-kali aku kena teguran karena tidak sesuai dengan apa yang ia perintahkan. Hih, makanya kalau ngajar tuh pelan-pelan jangan asal main perintah-perintah aja! Kau ini sedang mengajar dance, bukan paskibra!

Saat aku sedang berusaha mempraktekan sambil diam-diam melafalkan gerakan dance yang diajarkan oleh Greg tadi, ekor mataku menangkap seorang gadis berkacamata yang menguncir rambutnya tinggi-tinggi sedang melakukan gerakan dance yang sama denganku. Bedanya ia melakukannya dengan sangat mudah seakan sudah mempelajarinya sejak lama.

Saat aku memperhatikan wajahnya, diriku langsung terkesiap. Kedua mata itu kosong. Seakan segala fikiran dan perasaannya menguap entah kemana dan badannya hanya bergerak sesuai irama.

“Wah!!!” Aku bertepuk tangan saat gadis itu selesai menyelesaikan dance nya, “Kamu hebat sekali!”

Gadis itu mengerjap saat melihatku. Kedua pipinya lalu bersemu merah, “Te-terima kasih.”

“Sama-sama.” Aku menghampirinya sambil tersenyum, “Tapi benar loh, kamu hebat sekali tadi. Seperti dancing machine!”

“Nggak juga….” Gadis itu menggaruk tengkuk. Malu.

“Ah, namamu siapa? Aku Kirana.” Kataku sambil menjulurkan tangan.

“Ki Ra Na?”

“Kirana. Satu kata.” Aku memutar kedua bola mataku. Sudah biasa dengan kebiasaan orang korea yang selalu salah dalam menyebutkan namaku.

“Ah, maaf.” Gadis itu menundukkan kepalanya, “Aku Se Na. Lee Se Na.”

“Salam kenal Se Na.” Kataku riang, “Aku panggil Se Na saja boleh ya? Tidak usah pake ssi. Ah, atau kamu mau aku memanggilmu sunbae?”

Gadis itu menggeleng, “Tak usah. Se Na saja. Salam kenal Kirana ssi.

“Ihhhh, aku kan manggil kamu nggak pake ssi, jadi kamu juga langsung panggil aku pakai nama saja.” Kupukul lengannya manja. Iya, aku tahu tingkahku ini jijik banget, tapi ini salah satu cara untuk sok akrab. Kalau aku diam terus, nanti tidak akan bisa dapat teman.

“Tapi….”

“Oh, Oh, begini saja.” Kataku berusaha memberi saran, “Kamu lahir tanggal berapa?”

“Aku… 24 Desember 1996.”

“Aku juga 1996. Tapi tanggal 14 Januari.”

“Wah, sama dengan Jong-”

“Berarti aku lebih tua ya.” Aku mengetuk dagu. berfikir, “Kamu mau manggil aku menggunakan Eonnie saja? Tapi kalau langsung nama juga sebenarnya tidak apa-apa sih. Tahunnya sama ini.”

“Tidak.” Gadis itu menggeleng. Kali ini sambil tersenyum, “dengan Eonnie saja. Salam kenal ya Kirana Eonnie.”

Aku mesem-mesem. Senangnya dapat teman baru.

“Ah, iya, bagaimana caranya kamu bisa melakukan gerakan sehebat itu?” Tanyaku antusias. Memang gerakan yang diajarkan Greg sangat sederhana. Namun, saat gadis ini yang memperagakannya terasa sangat berbeda.

Kedua pipi Sena bersemu merah. Ia menundukan kepalanya. Malu. , “Tidak juga. Kemampuan dance-ku biasa saja.”

“Itu tidak benar.”

Sebuah suara tiba-tiba menyusup diantara percakapanku dengan gadis ini. Aku menoleh untuk melihat si sumber suara dan dapat kurasakan kedua mataku membulat dan rahangku copot. Saat mengenali sosok dari suara misterius itu,

“Co-co-co-cowok manga?!!!”

OH MY GOD.

Aku mengerjapkan kedua mataku berkali-kali, hanya untuk memastikan bahwa yang sedang berdiri dihadapanku ini memang cowok manga yang kutemui kemarin di bubble tea cafe. Dan, uh-oh, memang beneran dia!

“ko…kamu…bisa…ada…di…sini….?” entah kenapa nafasku langsung tersendat saat berhadapan langsung dengannya. Tubuhku seperti baru saja dibawa berlari mengelilingi stadion GBK tiga putaran.

Si cowok manga yang hari ini terlihat ganteng banget dengan balutan kaus berwarna abu-abu menatapku dengan tatapan….clueless, “Siapa ya?”

Hah?

Aku menajamkan indra pendengaranku. Dia bilang apa tadi? Siapa? SIAPA?

“Loh, ini aku….Kirana.” namun sedetik kemudian aku baru menyadari kalau aku sendiri memang belum pernah mengenalkan diriku sebelumnya. Pantas saja ni cowok lupa. Tapi kan seenggaknya dia ingat kalau kami pernah bertemu di cafe, “Em….chocolate bubble tea….ingat?”

Si cowok menga mengerutkan alisnya. Seperti sedang berfikir keras. (mikir aja ganteng), “Oh….. temannya Jongin Hyung ya?”

Teman?

“Hah…ya…iya…..begitulah….” maaf ya Jongin, aku pinjam namamu sebentar. Karena kalau tidak, si cowok manga yang ganteng banget tapi pikun ini tidak akan mengingatku selamanya, “Ah…em…ngomong-ngomong namaku Kirana.” Aku menjulurkan tanganku.

Ia menatapku ragu, namun beberapa detik kemudian menjambatnya juga, “Oh Sehun.”

Sehun. Aku langsung merekam nama itu di dalam otak. Oh Sehun. Okay. Got it.

Sehun tersenyum singkat padaku lalu mengalihkan pandangannya pada gadis berkaca mata yang sedari tadi berdiri disebelahku, “Sena-ya, kemampuan dancemu memang hebat. Berhentilah untuk merendahkan diri seperti itu.”

Oppa, tolong jangan bicara seperti itu…..” Sena menutup kedua pipinya yang bersemu merah dengan telapak tangan, “Aku jadi malu..”

Hah, apa-apaan sih ini?

Aku menatap Sehun dan Sena bergantian. Cowok itu sekarang sedang melontarkan pujian-pujian manis tentang dance yang dilakukan oleh gadis berkaca-mata itu. Sedangkan Sena-si gadis berkaca-mata, malah sibuk menundukan kepalanya untuk menutupi rona merah yang menghiasi wajahnya.

“Em…kalian…..saling kenal?” tanyaku berusaha santai tanpa merusak momen romantis mereka.

Sehun sepertinya kesal aku merusak momen mereka, tapi cowok itu tetap berusaha untuk bersikap sopan, “Ya.”

Idih, singkat amet mas.

Melihatku yang tidak puas dengan jawaban singkat itu, Sena cepat-cepat menambahkan, “Sehun Oppa dan aku sudah saling mengenal semenjak kita pertama kali menjadi trainee di SM Entertainment.”

“Oh…..” aku mangut-mangut, “Semacam teman seperjuangan gitu ya?” dengan kata lain, ‘kalian cuman temen doang kan?’

“Kurang lebih.” Jawab Sehun lagi. Hmmmm, kalau diliat-liat, dia itu tipe cowok manga berhati dingin macam Kirihara Sono dalam serial ZIGZAG. Tapi dimana-mana yah, cowok dingin pasti luluh sama gadis ramah. Dan aku akan membuktikannya.

……

……

…..

Tapi dengan cara apa ya?

“Sehun!”

Sehun yang tadi sedang sibuk membanjiri Sena dengan segala rayuan basinya mendelik dengan tampang malas. Ia lalu berdecak sebal, “Iya,iya Jongin Hyung…. aku nggak akan bolos latihan ko.”

Seorang cowok berkulit sawo matang tiba-tiba muncul dari balik pintu ruang latihan, dan betapa terkejutnya ia saat melihat sosokku berada disamping temannya, “Kenapa ya sekarang, kemanapun aku pergi, selalu melihat kamu?”

Seharusnya, kalimat itu terdengar sangat romantis. Tapi, jelas beda kalau cowok ini yang ngomong, “Kaya aku mau melihat kamu aja.”

Sehun terkikik geli, “Kalian berdua ini. Teman tapi ko selalu bertengkar sih?”

“Aku bukan temannya.”

“Dia bukan temanku.”

Barengan.

Aku melirik kearah Jongin dengan tatapan ngapain-lo-ngopi-omongan-gue. Namun bibirku tak kunjung mengeluarkan sepatah katapun. Di depanku ada cowok ganteng, ingat? Sebagai cewek yang baik aku harus selalu berkata sopan dong.

“Kenapa kamu mengikuti omonganku?”

Tapi sepertinya, cowok ini tidak mengijinku.

“Siapa yang ngikutin? Jelas-jelas aku yang ngomong duluan.” Aku menjulurkan lidahku. Membuat Kening cowok itu berkerut lebih dalam.

“Wah…wah…” Sehun malah geleng-geleng melihatnya, “Aku nggak tahu apa yang terjadi dengan kalian tapi, menurut penglihatanku kalian bisa menjadi pasangan yang cocok loh.”

“kami bukan pasangan!”

we’re not couple!”

Barengan.

“Tuhkan bener.” Sehun tertawa lagi. Aku juga dapat melihat Sena tersenyum geli, “Kalian sangat cocok. Yakan Sena?” cewek pemalu itu langsung mengangguk kecil.

“kami nggak cocok!”

“Siapa bilang kami cocok?”

Barengan lagi.

“Aku nggak mau di jodoh-jodohin sama orang kaya dia!”

“Siapa juga yang mau dijodoh-jodohin sama dia!”

Masih barengan.

“Pokonya jangan pernah bilang kami cocok!”

“Kami nggak akan pernah jadi pasangan yang cocok!”

Tetap barengan.

Sekarang Sehun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak terbahak. Sena yang sedari tadi hanya  mesem-mesem juga akhirnya menyemburkan tawa. Mereka tak pernah berfikir akan bertemu dengan kedua orang yang jelas-jelas tak akrab namun bertingkah seperti anak kembar.

Jongin sepertinya ingin mengatakan sesuatu lagi namun takut aku akan melakukan hal yang sama pula. Sehingga cowok itu hanya menghela nafas berat lalu menyeret Sehun keluar dari ruang latihan dance tanpa mengucapkan sepatah kata apapun lagi.

“Apasih. Kenapa setiap hari selalu ada saja kejadian yang membuatku tambah kesal dengannya.” Aku meniup poniku yang menempel di kening karena lepek. Lalu melempar pandangan pada gadis berkaca mata yang berdiri di dekatku, “Kenapa kamu menatapku dengan pandangan seperti itu?”

“Ah, tidak maaf….” Sena mengerjapkan kedua matanya. Lalu kembali menatapku, “Hanya saja, ini pertama kalinya aku melihat Jongin Oppa bisa berbicara sepanjang itu dengan perempuan.”

~KAIRANA~

Selesai latihan, aku langsung menjatuhkan tubuhku pada tempat tidur di asramah. Tubuhku terasa sangat pegal dan perutku lapar. Aku mengambil blackberryku yang sedari tadi nganggur dan berniat untuk mengirimkan pesan kepada Eunkyung yang kurang lebih isinya, ‘lagi dimana? Aku titip makanan dong huhuhu laper banget belom makan daritadi.’

Namun sedetik sebelum aku menekan tombol ‘send’, pintu asramahku tiba-tiba diketuk dua kali dan sosok Eunkyung muncul sambil membawa sebuah paperbag yang lumayan besar.

Eonnie, apakah yang kamu bawa itu makanan?” todongku langsung.

“Ah, bukan.” Cewek itu menutup pintu dibelakangnya, “Ini titipan dari InYoung eonnie. Untukmu.”

“Untukku?” aku mengambil paperbag itu. “Wah, apa ini?”

Didalam paperbag itu terdapat sebuah blazer berwarna kuning, rok pendek berwarna hijau tua-atau hitam ya? Nggak tahu deh. Dan beberapa potong kemeja yang didadanya tersemat logo bertuliskan ‘SOPA’.

“SOPA?” aku mengangkat wajahku lalu menatap Eunkyung, “Eonnie, sebenarnya apa ini?”

“Itu seragam.” Cewek itu menjawab santai sambil menuangkan air minum ke segelas air.

“Seragam? Seragam apa?”

“Seragam SOPA.”

“SOPA?”

Seoul of Performing Art School.” Eunkyung memutar kedua bola matanya lalu menatapku dengan tatapan masa-gini-aja-nggak-tahu, “In Young eonnie menyuruhku untuk memberikannya padamu.”

“Seoul of Performing Art School…..School…..SCHOOL?!” aku baru mudeng sekarang, “School which mean SEKOLAH?”

“Iya sayaaanggg.” Cewek itu berkata gemas, “In Young eonnie bilang, ia menyuruhmu untuk mencoba seragam itu untuk memastikan ukurannya pas atau tidak.” Eunkyung lalu kembali meneguk minumannya, “Karena minggu depan kamu sudah resmi menjadi salah satu murid disana.”

~TBC~

Advertisements

7 Comments (+add yours?)

  1. kisei99
    Apr 15, 2013 @ 09:18:13

    Akhirnya Part 5 muncul~~~!
    Eh, Chingu, aku orang yang sama, sama yang pake U-Name RJ yaa 😀
    Aku ganti U-Name.
    Eh, Sena suka sama Sehun?
    Aduh, ditunggu banget kelanjutannya!
    Nanti tiap Part tolong kasih tau daftar Casts kaya diatas ya~
    Hehe

    Reply

  2. ⍣ DEDE ⍣
    Apr 18, 2013 @ 07:50:47

    .

    Reply

  3. ⍣ DEDE ⍣
    Apr 18, 2013 @ 07:56:49

    Yeeeehhh akhirny chap 5 ny klwr. . .
    Ckckck “ak suka MU soalny bajuny bagus dan ak punya 2 d rmh”
    Hihahahahahahahah ngakak.
    Ciiieeee kai salah tingkah nih yee mkn siang brg kirana ^^
    pake barengan lg ngomongnya. Ehem…..
    What ? Kirana msk sopa? Wow ap itu berRti akn bareng sm kai dan sehun?
    O_O THOOOOOOOOOORRRRRRRRRR LANJUT DONG…………..

    Reply

  4. Jong in
    Apr 19, 2013 @ 13:09:40

    Authoorrrr…lanjut donggg…
    Kayaknya bakalan tambah seru nih nanti kalo ternyata sma2 di SOPA…hahahha
    Cepetannn thorrr…kepo banget nihhhh
    Keep writing ^^ waiting for the next part thorr… As soon as possible yaaaaa!!!
    Smangatt!!

    Reply

  5. RRaehwa
    Apr 22, 2013 @ 02:05:33

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    kirananya mau sekolah di SOPA! beruntung bgt sih
    kata kata jongin yg ttg idola itu menyentuhh banget thorr

    Reply

  6. jongin
    May 02, 2013 @ 15:07:06

    Lanjutt authorrrrrr ^^ like it..

    Reply

  7. jonginie04
    May 12, 2013 @ 15:03:09

    Hahaha! Jadi inget yang diatas xD MORGAN SMASH! Wkwkwwkk,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: