SILVER KNIGHT PART 6

tumblr_mjw11ouVxa1rrk83ko5_r2_500TITTLE: SILVER KNIGHT PART 6

MAIN CAST: Jung Sae Byuk (OC)

      Kim Jongin

    Oh Sehun

       Huang Zitao

MINOR CAST: Park Chanyeol / Lucas Javier

            Kim Jumyeon / SuHo

 Wu Yi Fan/ Kris

                          Choi Hee Ra/ Cassandra (OC)

                     Song Rae Bin/ Tamara (OC)

Krystal Jung

Seo Joohyun

AUTHOR: AAL (@adlnayu / @deerjongin)

Length: Chapter

GENRE: Romance, Family, Friendship

Notes: this is not edit. So sorry for typo. Paragraph yang ditulis miring itu berarti flashback

Sehun’s POV

“Maaf menunggu lama”, aku memasuki sebuah ruangan besar yang didominasi oleh warna putih. Terdapat sebuah lintasan yang menyerupai huruf ‘u’ di tengah ruangan. Lintasan runway, “Monsieur Sebastian, anda mencari saya?”

“Ah, akhirnya datang juga.” Seorang lelaki paruh baya bertubuh gempal menoleh. Ia memakai kemeja cokelat polos kebesaran yang ditumpuk dengan selendang corak berwarna senada. Sepatu pantofelnya yang berwarna hitam diberi selop tinggi agar memberi kesan semampai. Tapi, sekeras apapun pria ini berusaha untuk terlihat kurus, dimataku,ia tetap terlihat seperti sebuah rumball berjalan, “Knight, kemarilah. Ada yang ingin kudiskusikan denganmu.”

Aku mengangguk lalu berjalan kearahnya. Ekor mataku lalu menangkap Jessica, asisten setiaku itu sedang membicarakan sesuatu bersama seorang wanita dengan rambut dikuncir tinggi-tinggi , yang sedang berdiri membelakangiku. Jessica menangkap tatapanku lalu tiba-tiba mengerling jahil. Aku membalasnya dengan tatapan bingung.

Knight, kau tahu kan kalau aku sudah memilih mu menjadi model utama dalam fashion show musim gugur tahun ini?” tanya Sebastian sambil meniup cerutunya. Aku hanya mengangguk singkat, “Bagus. Fashion shownya akan digelar di Paris dua minggu lagi. Aku juga sudah memilih model wanita yang akan mendampingimu nanti.”

“Kenapa harus menggunakan model wanita?” tanyaku sambil tetap melempar pandangan kepada Jessica yang sedari tadi tak henti-hentinya menatapku sambil menahan tawa. Ada apa dengan wanita yang satu itu?

“Tentu saja untuk memperagakan busana wanita! Masa kau mau memakai semua busana yang nanti akan diperagakan? Hahahahaha.” Pria gempal itu tertawa sambil sesekali menghebuskan nafas dari bibirnya yang tebal, “Aku sudah memilih model wanitanya, kurasa ia sangat cocok untukmu.”

“Oya?” aku hanya menanggapinya singkat. Berlama-lama dekat dengan pria ini bisa membuatku terkena TBC. Asap rokoknya benar-benar bau, “kalau boleh tahu, siapa?”

“Hmmmm sebentar. Biar kupanggilkan asistenku. Ia yang nanti akan memberitahukan semua perihal tentang fashion show ini padamu.” Pria gempal itu terbatuk-batuk sebentar. Lalu mengedarkan pandangannya., “Seohyun, tolong kemari sebentar.”

Wanita dengan rambut terkuncir tinggi-tinggi yang tadi sedang membicarakan sesuatu dengan Jessica menoleh. Ia yang tadi sedang berbicara dengan asistenku, langsung menyudahi pembicaraannya dan langsung berlari-lari kecil kearah Sebastian, “Kau memanggilku, Monsieur?”

Belum sempat pria gempal itu mengucapkan sesuatu, Jessica tiba-tiba ikut menghampiri kami. Ia lalu berdiri disampingku sambil terus menatapku jahil. Uh-oh, perasaanku mulai tidak enak.

Knight, kenalkan, ini asistenku, Seohyun.” Pria gembal itu menarik tanganku lalu tangan asistennya. Ia lalu menjabatkan tangan kami. Seolah-olah kami ini hanya sepasang boneka Barbie yang tidak bisa bergerak, “Knight, apakah kau tahu mengapa aku memilih dia menjadi penanggung jawab fashion show ini saat kau menjadi model utamanya?”

“Ke….napa?” sebenarnya tidak tahu pun tidak apa-apa. Tapi, Jessica pernah mengatakan padaku bahwa basa-basi itu penting. Wanita itu bilang, basa-basi adalah salah satu bagian dari attitude yang baik.

“Karena namamu, Sehun dan dia Seohyun! hanya beda dua huruf! Karena itu aku berfikir bahwa pasti akan baik mengajak dua orang yang namanya mirip berkerja sama! Hahahahahahaha.”

“Hah…..?”

Pria bertubuh gempal itu tertawa keras. Jessica pun sama. Asistenku itu ikut tertawa terpingkal-pingkal disamping Sebastian. Sumpah, ada apa dengan kedua orang ini?

Wanita berkuncir tinggi yang berdiri dihadapanku pun terlihat clueless. Kedua matanya bergantian melihat Sebastian dan Jessica yang masih tertawa keras. “Em…Monsieur? Bisa kita mulai diskusinya?”

“Hah, ah , oh iya maaf.” Sebastian berdehem lalu kembali menghisap cerutunya, “Seohyun, tolong beritahu Knight tentang fashion show kita kali ini. aku bisa mempercayaimu kan?”

“Tentu, Monsieur.” Wanita itu mengangguk patuh lalu mengeluarkan sebuah buku organizer dari tas pinggangnya. Disaat seluruh wanita di muka bumi memakai tas Hermes ataupun Birkin, gadis ini malah memakai tas pinggang. Mengingatkanku pada penjual ttokboki yang biasanya ada di jalan-jalan.

“Sehun, aku ingin mengurus jadwalmu untuk bulan depan, tak apa kan kalau kau dan Seohyun kutinggal sendiri?” tanya Jessica sambil mengerling.

Aku hanya mengangguk singkat. Wanita itu lalu berjalan pergi sambil terkikik geli. Sungguh, kadang aku khawatir dengan wanita itu. apakah selera humornya memang beneran jelek atau ia mengalami sakit jiwa.

Knight?”

“Ya?”

“Kau terlihat capek.” Seohyun menutup kembali organizernya, “Kita bisa memulai diskusi ini lain kali jika kau tidak enak badan. Aku tidak ingin memaksakanmu.”

Aku tersenyum tipis, “Tak apa. lanjutkan saja.”

Seohyun menatapku lekat-lekat. Tubuhnya yang tinggi kurus dibalut oleh kemeja kotak-kotak kebesaran dan celana jins yang birunya sudah memudar. Wanita ini benar-benar tidak terlihat seperti seseorang yang bekerja di bidang fashion. sneakers yang dipakainya pun terlihat lusuh, “Knight, kau tidak apa-apa?”

aku balas menatap wanita ini lekat-lekat. Jika Sebastian mengatakan bahwa nama yang mirip akan memberikan kerja sama yang baik maka aku ingin membuktikannya.

Aku tidak baik-baik saja. Hari ini adalah hari yang penting. Aku ingin menikmatinya sendiri. Tanpa diganggu oleh siapapun atau apapun. Bisakah kau mengerti?

”Sepertinya kau tidak enak badan.” Seohyun menaruh organizer ke dalam tas pinggangnya, “Tak apa. kita masih punya banyak waktu untuk berdiskusi. Model professional sepertimu pun tidak akan bisa bekerja maksimal bila sedang sakit kan?”

“………..”

Knight….?”

“Ya?”

“Perlu……kupanggilkan dokter?”

“Seohyun-ssi.”

“Ya?”

“Siapa….nama aslimu?”

“Darimana kau tahu kalau Seohyun itu bukan nama asli?” tanya wanita itu lagi. Pandangan khawatirnya berubah. menjadi heran, sekaligus takjub.

“Mungkin Monsieur Sebastian benar. karena nama kita mirip, kita jadi bisa bekerja sama dengan baik.” Aku berkata ringan sambil memasukan kedua tanganku ke dalam saku celana, “Bahkan tanpa kau mengatakannya saja, aku langsung tahu.”

Wanita itu tertawa kecil. dan entah aku salah atau tidak, yang jelas, aku melihat rona merah menghiasi pipinya, “Kau benar.” ia mengulurkan tangannya, “Namaku Seo Joohyun. Monsieur Sebastian memanggilku Seohyun karena menurutnya, nama itu lebih ‘menjual’ ”

“Joohyun.” Aku mengulang nama itu. menghafalnya dalam kepalaku, lalu menjabat tangannya, “Namaku Oh Sehun.”

Joohyun tersenyum manis, “Nice to meet you, Knight.”

~SILVER KNIGHT~

Krystal’s POV

‘Kau gila.’

Gila.

Gila.

Gila.

Kata itu terngiang-ngiang dalam kepalaku. Menggema. Seakan memintaku untuk terus mendengarkannya. Dan Menelan kepahitan dari satu kata itu untuk diriku sendiri.

 ‘Krystal Jung, kau gila’.

Benarkah?

“Krystal Jung, lihat kesini.” Seorang pria dibalik kamera DSLR nya mengarahkan pandangan mataku, “Tolong tatap lensa kamera ini, seperti kau menatap orang yang paling kau benci di dunia.”

Orang…..yang paling kubenci di dunia?

~SILVER KNIGHT~

Krystal’s POV

“Perkenalkan, namaku Yoo Ara.”

Saat itu, aku tidak merasakan apa-apa. Radarku tidak mengatakan ada yang salah dengan gadis ini. Gadis bernama Yoo Ara ini adalah teman baik Jongin. Pemuda itu membawanya ke perusahaan karena ingin memperkenalkan gadis ini pada kami semua. Awalnya aku hanya merasa sedikit heran. Bagaimana bisa Jongin membawa orang asing dengan mudahnya, masuk dalam wilayah Silver Knight Company?

Gadis itu datang hampir setiap hari. Semua orang selalu senang dengan kedatangannya. Semua menyayanginya. Padahal saat itu, ia bukan siapa-siapa. Hanya orang biasa yang bertemang baik dengan salah satu Knight. Satu. Sampai akhirnya, ‘satu’ itu berubah menjadi ‘semua’.

Saat itu, aku sedang bersantai di ruangan kerjaku sambil menyiapkan bahan-bahan untuk pemotretan selanjutnya. Namun tiba-tiba terdengar suara yang mengusik konsentrasiku. Suara tawa. Suara tawa milik seseorang yang sangat jarang terdengar. Seseorang yang bahkan hampir tidak pernah tersenyum kecuali jika harus. Dan sekarang, aku mendengar suara tawanya?

Serta merta aku langsung berdiri. Berlari kearah jendela ruanganku yang menghadap taman dimana sumber suara tawa itu berasal. Dan pemandangan yang tidak biasa itupun langsung terpampang  jelas di depan kedua mataku.

Sehun sedang tertawa. Dengan seorang gadis. Dengan Yoo Ara.

Dan saat itu juga, radarku langsung memberitahu.

Sesuatu yang buruk akan segera terjadi.

~SILVER KNIGHT~

Krystal’s POV

“Sekali lagi…..Cue! terima kasih untuk kerja samanya.”

Seluruh staff yang bekerja untuk pemotretan kali ini membungkukan badan sambil mengucapkan terimakasih. Aku langsung mengambil sebotol air mineral lalu langsung meneguknya sampai tandas. Entah kenapa, pemotretan kali ini terasa jauh lebih capek dari biasanya.

“Krystal Jung.”

Aku menghentikan aktivitas minumku saat sang fotografer tiba-tiba menegurku. “Ada apa?”

“Kerja bagus. Sepertinya kau sangat menikmati pemotretan kali ini.” ia menepuk-nepuk pundakku. Seperti seorang ayah yang bangga pada anaknya, “Yah walaupun aku agak heran sedikit sih…”

“Heran apanya?” tanyaku sambil memanggil asistenku, Luna. Menyuruhnya untuk membawakan barang-barangku. Studio photoshoot kali ini entah kenapa terasa sangat panas. Aku ingin cepat-cepat keluar.

“Heran saja. Aku kan menyuruhmu untuk melihat lensa kamera seperti kau melihat orang yang paling kau benci, tapi yang kulihat hanyalah….” Photographer itu menggantungkan kalimatnya. Tapi sayangnya, itu tidak membuatku penasaran dengan kelanjutan omongannya, “Pandangan seseorang yang sedang iri akan sesuatu.”

Apa?

“Iri?” kini, perhatianku benar-benar berpusat dengan omongan si photographer, “Apa maksudmu dengan iri?”

“Yah….pandangan iri. Masa kau tidak tahu?” Sang photographer tertawa renyah, sambil menatapku seakan aku ini orang paling bodoh di dunia, “Aku sudah lama bekerja di bidang ini, jadi, aku bisa membedakan arti dari setiap pandangan. Dan pandanganmu tadi, bukanlah pandangan yang mencemirkan ‘kebencian’. Melainkan iri. Rasa iri yang amat sangat akan sesuatu.”

Setelah mengucapkan kalimat itu, sang photographer pun pergi meninggalkanku yang masih diam mematung.

Bukan benci, melainkan iri.

Iri.

“Krystal!” dari jauh aku mataku melihat asistenku, Luna, berlari-lari kecil dari kejauhan. Kedua tangannya penuh oleh tas dan barang-barang milikku, “Bagaimana pemotretan hari ini?”

“Biasa saja.”

“Oh iya, aku punya kabar bagus untukmu!” kata gadis bertubuh pendek itu sambil memamerkan senyumnya. Rambut blondenya yang dikunci tinggi bergeral-gerak mengikuti gerak kepalanya, “Aku baru saja mendapatkan Job yang sangat bagus untukmu!”

“Oya?”

“Iya!” Luna yang tadi tersenyum lebar sampai melewati telinga itu terdiam saat melihat ekspresi wajahku, “Krystal, kau kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi denganmu?”

No. I’m okay.”

“Kau tahu, kau bisa menceritakan semuanya padaku.” Luna menggenggam kedua tanganku. Berusaha mengirimkan hangat tubuhnya pada suhu tubuhku yang dingin, “Kau bisa mempercayaiku.”

Seharusnya aku senang. Memiliki seorang asisten yang bisa memposisikan dirinya sebagai seorang sahabat. Tapi maaf Luna, moodku sedang jelek. Dan sikapmu yang sebenarnya baik malah terlihat menjijikan di kedua mataku.

“Aku tak apa. sungguh.” Aku menyunggingkan senyum palsu ku agar sikapnya yang menurutku menjijikan ini tidak berlanjut, “Tadi kau bilang, kau mendapatkan job bagus? Job apa?”

“Oh, itu…..” Luna lalu kembali menyunggingkan senyumnya. Ia lalu menyerahkan selembar kertas dari dalam mapnya. Sepertinya sebuah surat kontrak, “Sebastian Montez memilihmu menjadi model utama dalam fashion shownya tahun ini. tanda tangan disini dan dua minggu lagi, kau akan berangkat ke Paris.”

~SILVER KNIGHT~

Sehun’s POV

“Paris?”

“Ya.”  Entah kenapa, saat bersama dengan gadis ini, aku tidak bisa untuk tidak menahan senyumku. Sesuatu yang sangat jarang terjadi. Bahkan Tuhanpun memahami itu, “Apa yang kau pikirkan saat mendengar kota itu?”

“Hmmmmm.” Gadis itu, Angela, menaruh jari telunjuk diatas dagunya. Berfikir, “Menikmati sunset sambil memandangi menara Eiffe, berjalan melewati gerbang batu, makan Crossaint ditemani secangkir cokelat panas di taman Luxembourg, sebuket bunga mawar di depan sebuah flat kecil…..” ia terdiam sebentar. Lalu menatapku sambil mengerutkan alis, “Ngomong-ngomong kenapa kau tiba-tiba bertanya dengan Paris?”

“Tak apa. aku hanya penasaran.” Kataku sambil tersenyum jahil, “Ternyata benar ya. Setiap gadis di dunia ini pasti menganggap Paris adalah kota yang paling indah.”

“Aku tidak bilang begitu.”

“Tapi, kau pasti berfikir seperti itu kan?”

“Dasar sok tahu.”

Lagi, aku tertawa karenanya. Padahal aku tahu, gadis itu tidak melakukan sesuatu yang lucu. Tapi, kedua ujung bibir ini selalu tertarik naik. Ia hanya mau menunjukan ekpresi hangat saat bersama dengan gadis ini. otak dan hatiku memperintahkan untuk menjadi sosok yang menyenangkan baginya. Sungguh, aku sangat menyayangi gadis ini.

“Akan kubawa kau kesana.”

“Apa?”

“Paris.” Kataku lagi. Kutatap lekat kedua matanya. Memperlihatkan kesungguhan dalam kedua bola mataku, “Suatu hari nanti, akan kubawa kau kesana. Aku janji.”

~SILVER KNIGHT~

Sehun’s POV

“Dasar Kim Jongin sialan!”

Lamunanku terhenti. Aku mendongakan kepalaku, dan menemukan seorang gadis baru saja keluar dari ruang kerja Jongin sambil menggerutu kesal, “Apa susahnya sih jawab dua pertanyaan? Itu kan pertanyaan yang simple banget. Pakai menyuruh aku untuk memilih segala lagi. Lah mana aku tahu kalau pertanyaan kedua itu jawabannya hanya Fair-“ kalimatnya langsung terhenti saat kedua matanya menangkap tatapanku, “Se-se-se-se-sehun? Se-sedang apa kau disini?”

Aku menatap gadis itu datar, lalu melangkahkan kedua kakiku kearahnya. Reflek gadis itu malah mundur menjauh, “Kau sendiri? Apa yang kau lakukan di ruangan Jongin?”

“Mulai hari ini, aku bekerja sebagai asistennya.” Ia menjawab pelan. Walau begitu, wajahnya tetap terangkat untuk membalas tatapan mataku.

“Asisten?” tanyaku, “Sejak kapan Jongin diberi hak untuk mempekerjakan orang seenaknya?”

“Aku tidak tahu.”

“Kau tidak tahu, atau tidak berani bertanya?”

“Tepatnya, tidak kefikiran untuk bertanya.”

Aku mengerjapkan mataku. Gadis ini masih membalas tatapan mataku. Sepertinya ia sedang berusaha untuk tidak berkedip, “Kau tahu tidak, kalau Knight itu memiliki tradisi yang dinamakan ‘berbagi’ ?”

“Berbagi?” tanyanya bingung, “Maksudnya?”

“Intinya sih, jika kau asisten Jongin, maka kau asistenku juga.”

Kedua mata milik gadis itu yang sedang menatapkupun membelo. Lalu kembali ke ukuran semula setelah pemiliknya berpura-pura terbatuk-batuk untuk menetralisirkan ekspresi wajahnya.

“Benarkah?” Tanya gadis itu sambil tetap melanjutkan menatap kedua mataku. Dalam hati aku bertanya-tanya, kenapa sikap yang ditunjukan sedari tadi oleh gadis ini, seakan memberitahu bahwa ia tidak takut denganku, “Mengapa hubungan para Knight sangat kompleks seperti itu?”

“Kau tanya saja pada penciptanya.”

“Elizabeth Andrew White?”

Aku mengangguk. Ternyata ia sedikit-banyak tahu sejarah tentang perusahaan ini, “Kau tahu sekarang ia dimana?”

“Hmm…. Karena Silver Knight Company berpusat di Paris jadi kupikir wanita itu pasti berada di……. Paris?”

Aku mengangguk lagi. Membenarkan jawabannya, “Kau pernah pergi kesana?”

“Hahahaha, pernah tapi dalam mimpi.” Gadis itu tertawa garing, “Aku pernah keluar negeri. Tapi paling jauh hanya sampai Jepang, Beijing, dan Taiwan.” Ia lalu menghela nafas, “Ongkos untuk pergi ke negara Eropa terlalu mustahil untuk dijangkau keluargaku.”

“………”

“………”

“……Mau coba?”

“Apanya?”

“Pergi kesana. Ke Paris.” Kataku sambil mengangkat satu alis. Menantang seorang gadis yang terus bertingkah seperti seorang pemberani ini.

“Dengan apa? Baling-baling bambu?” Ia malah bercanda.

“Denganku.”

“Apa?”

“Paris.” Gantian, aku yang sekarang membalas tatapan matanya. Kita lihat, apakah gadis ini masih berani menatapku dengan pandangan menantang seperti itu saat mendengar pertanyaanku yang selanjutnya, “Apa kau mau pergi kesana denganku?”

~TBC~

PS: disini Jessica dan Krystal bukan adik kakak ya : ).

Advertisements

13 Comments (+add yours?)

  1. Jung Hyun Mi
    Apr 01, 2013 @ 13:47:53

    lanjutt lanjuttt lanjuttt
    aku ga suka krystal -,-
    iwhh
    meningan ara deh ><

    Reply

  2. fafataem
    Apr 05, 2013 @ 03:26:10

    kyaa,sehun >.<
    gimana ma jong innya tuh?
    lanjuttttttt^^

    Reply

  3. fressia
    Apr 05, 2013 @ 17:32:38

    aduuuuuh ara itu siapa sih penasaran. kasian jongin ditinggal lagi nanti

    Reply

  4. momo
    Apr 06, 2013 @ 12:55:46

    lanjut ya…
    keren kok ceritanya
    aduh seohyun pengertian banget….

    Reply

  5. littlesweetdreams
    Apr 06, 2013 @ 15:21:41

    Annyeong author~ lama aku gak mampir di blogmu dan ternyata part 6 udah di publish.
    Kyaaa ♥(>̯┌┐ʃƪ<)
    Part selanjutnya aku tunggu ya 🙂

    Reply

  6. littlesweetdreams
    Apr 06, 2013 @ 15:24:34

    Annyeong author~ lama aku gak mampir di blogmu dan ternyata part 6 udah di publish.
    Kyaaa ♥(>̯┌┐ʃƪ<) Part selanjutnya aku tunggu ya 🙂

    Reply

  7. littlesweetdreams
    Apr 06, 2013 @ 15:40:27

    Annyeong author~
    lama aku gak mampir di blogmu dan ternyata part 6 udah di publish.
    Kyaaa (>̯┌┐ʃƪ<)
    Part selanjutnya aku tunggu ya 🙂

    Reply

  8. miyuk
    Apr 06, 2013 @ 17:45:16

    Pendek.-. next lebih panjang lg ya :3 terus konfliknya :3 jgn galau2 mulu u.u

    Reply

  9. ⍣ DEDE ⍣
    Apr 07, 2013 @ 03:56:14

    OH MY GOD! makin seru nih , LANJUTTT THORRR……..
    oh krystal berarti jdi pasangan sehun dong ya dlm fashion show ntar di paris, dan what sehun malah ngajak saebyuk? trus jong in gimana?
    AAARRRGGGHHH. . .lanjut lanjut lanjut.
    thor sumpah, aku selalu suka dgn karya mu, soalnya penggambaran nya jelas dan bahasa nya pun enak dibaca , trus selalu ada mistery2 nya gtu 😆 😆 😆

    Reply

  10. OSH98
    Apr 12, 2013 @ 12:57:47

    beruntung banget ngebayangin diri sendiri jadi saebyuk disini. jadi asisten sehun? ke paris bareng sehun? mau bangeetttt

    Reply

  11. lulumydear9869
    Apr 16, 2013 @ 00:58:03

    Mianhae, thor aku baru komen di chapter ini. Ceritanya keren, thor.. Ayo cepet lanjutiiinnn :33

    Reply

  12. @celine_melody1
    May 21, 2013 @ 11:48:48

    Lanjutin thor >.< Cepetan !! Daebakk ceritanya thor !!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: