KAIRANA PART 2 (start from here)

untitledTITTLE: KAIRANA PART 2 (start from here)

CAST: KIM JONGIN/ KAI

Kirana Putri Jeniva (OC)

Other cast will be revealed soon

AUTHOR: AAL (@adlnayu/@deerjongin)

Genre: romance, friendship. Comedy

Length: chapter

Notes: kalimat yang bercetak miring, itu berarti diucapkan dengan bahasa Indonesia atau inggris ya :  )

 

KAI’s POV

“Aku juga trainee dari SM entertainment

DEMI APA LO?!!!”

Aku menaikan sebelah alisku. Ini pertama kalinya aku melihat seorang gadis memberi tanggapan seperti itu saat aku mengatakan jati diriku sebagai seorang trainee. Biasanya, gadis-gadis lain akan membekap mulutnya dan secara diam-diam meminta foto denganku -sesuatu yang tidak akan pernah aku lakukan- ataupun meminta tanda tangan asliku.

karena saat debut nanti, belum tentu aku akan tetap memakai tanda tanganku yang sekarang. Jadi mereka akan meminta tanda tanganku, lalu saat aku sudah debut nanti -dan jika aku akan menggunakan nama panggung- mereka akan memamerkan tanda tanganku yang lama pada teman mereka dan beberapa fansite website untuk kepentingan pribadi.

Hah, itu cerita lama. Namun gadis ini berbeda. Lihat, dia. Sekarang ia malah sedang menyumpah-nyumpah tidak jelas dengan bahasa yang tidak jelas. Entah ia sedang berkata kasar atau tidak, yang jelas ia mengatakannya dengan berteriak dan aku langsung menyimpulkan bahwa apa yang ia katakan itu pasti hal yang buruk.

Demi apa kalau lo ini trainee SM Entertainment?! Ah, ga percaya gue.” Gadis aneh itu menggelengkan kepalanya, lalu sedetik kemudian ia menatapku nyalang, “Mana buktinya kalau lo juga trainee?!”

Demi Tuhan, aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ia katakan. Bahkan ini pertama kalinya aku mendengar bahasa yang sedang digunakan oleh gadis itu. Namun kalau tidak salah, aku sempat mendengar ia berkata ‘trainee‘ dan ‘SM Entertainment’ jadi aku menjawab, “Nde, aku memang trainee dari SM Entertainment”

Iya, gue tau tadi lo udah bilang tadi, cuman sekarang gue tanya, lo punya bukti atau enggak?!”

Aku mengerutkan kedua alisku. Sekarang, aku tidak mendengar kata ‘trainee‘ dan ‘SM Entertainment’ keluar dari mulutnya sehingga sekarang aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sedang ia bicarakan, “Hei, daritadi kau bicara menggunakan bahasa apa huh? Apa kau tidak bisa menggunakan bahasa yang memang dimengerti oleh kita berdua?!”

Gadis itu langsung terdiam. Ia langsung membekap mulutnya lalu kembali menyumpah-nyumpah dengan bahasa asing itu. Aku tidak mendengarnya dengan jelas, namun aku sempat mendengarnya berkata, “Bego” dan “tolol banget sih gue” , pokonya sesuatu yang tidak akan aku mengerti walaupun belajar seumur hidup.

“Ah, Nde. Mianhae, aku kelepasan” gadis itu lalu berdeham. Ia tampak berfikir sebentar lalu berkata, “tadi aku bertanya. Apakah kau punya bukti bahwa kau ini adalah Trainee dari SM Entertainment? Karena, aku tidak pernah melihatmu.”

Aku memutar kedua bola mataku. Hah, jadi itu yang gadis ini katakan tadi. Kalau tahu begini, lebih baik aku langsung meninggalkannya. Aku memang tidak pernah mengatakan jati diriku pada orang asing, namun aku benci sekali bila aku sudah mengatakannya dan orang yang mendengarkan tidak percaya. Seakan-akan aku ini hanya berharap saja sebagai seorang Trainee.

“Kau anak baru ya?” Tembakku langsung.

“N-Nde.”

“Kalau begitu, cepat atau lambat kau pasti akan melihatku. Disalah satu ruang latihan, SM entertainment”

Lalu aku berjalan meninggalkannya tanpa menoleh lagi. Walau begitu, aku dapat mendengar gadis itu kembali berteriak dengan bahasa asing.

“Dasar cowok sombong nyebelin
!”

  ~KAIRANA~

Kai’s POV

“Kenapa lama sekali Jongin-ah? Bukannya tadi kau bilang hanya ingin membeli bubble tea?”

Aku mendudukan tubuhku di lantai ruang latihan. Lalu menyenderkan punggungku di tembok, “Maaf. tadi ada kejadian tidak terduga, makanya aku terlambat.”

“Kejadian tidak terduga?” Kyungsoo merapikan hoodie warna biru tua yang sedang dipakainya. Pemuda bermata besar itu lalu mendudukan tubuhnya disampingku, “Kejadian seperti apa?”

Aku menghela nafas berat. Meraih tas ku lalu mengambil sebotol air mineral dan meneguk isinya sampai tandas. Padahal ,latihan hari ini saja belum mulai, tapi karena kejadian tadi kerongkonganku terasa kering sekali, “Tadi aku bertemu dengan shawol gadungan.”

“Shawol gadungan?” seorang pemuda berambut cokelat tiba-tiba menginterupsi obrolanku dengan Kyungsoo. Pemuda itu menaikkan sebelas alisnya sambil menatapku bingung, “Maksudnya, gadungan seperti apa Hyung?”

Aku mengangkat kepalaku. Menatap pemuda bermata hazel itu sambil memutar kedua bola mataku, “Shawol gadungan itu mengira aku adalah Lee Taemin.”

Saat aku menguncapkan kata terakhir, ruang latihan yang berisi dua belas orang itu langsung senyap. Lagu yang dinyalakan untuk latihan memang masih melantun, namun para manusia yang tadinya sedang bergerak mengikuti iramapun ikut membeku. Bahkan, Yixing-Hyung ku yang biasanya tidak bisa diganggu saat latihanpun langsung terdiam.

“Shawol gadungan itu….mengira dirimu adalah Taemin Hyung?” pemuda bermata hazel itu-Sehun, tiba-tiba langsung mendudukan dirinya tepat dihadapanku, lalu menatapku dengan kedua mata yang membulat. Sepertinya pemuda ini semangat sekali ingin mendengar ceritaku, “Bagaimana itu bisa terjadi? Maksudku, kalian kan…yah….em…” Sehun kelihatan sungkan untuk melanjutkan kalimatnya, “Kalian kan….”

“Kalian apa?” aku langsung menatapnya sengit.

 “Yah…kau tahu maksudku lah Hyung.” Sehun akhirnya ikut-ikutan menghela nafas, “Lalu, shawol gadungan itu melakukan apa lagi?”

 “Ia lalu bicara menggunakan bahasa planet. Dan akhirnya aku tahu, bahwa sedari tadi ia menanyakan apakah aku ini trainee dari SM Entertainment seperti dia atau bukan,”

“Jadi dia trainee disini juga?” Luhan tiba-tiba ikutan nibrung. Mungkin ia mengira bahwa ceritaku ini bisa disandingkan dengan gossip para selebriti yang sedang memanas, “Apa kau kenal siapa dia?

Aku mengangkat bahu acuh, “Tidak. Sepertinya dia anak baru. Dan pastinya sih bukan orang Korea. Mengingat bahwa dirinya sempat bicara menggunakan bahasa planet.”

“Memang dia orang apa? Jepang? China?” tanya Jongdae sambil menarik nafas dalam-dalam. Sepertinya pemuda bermata sipit itu kembali ingin mengasah kemampuan vokalnya.

“Tidak tahu. Yang jelas sih, aku hanya mengingat ia berkata ‘gue’ lalu ‘bego’. Em….sebentar, mari kita buka google translate.” Aku mengambil iphoneku lalu membuka layar google, “Gue…Bego…hah, apaan nih?!”

“Apa? Kenapa?” Sehun mengintip layar iphone ku, “Eh? Bahasa yang anda masukan tidak terdeteksi?”

“Sepertinya, gadis itu memang berbicara dengan bahasa planet.” Aku kembali menyusrukkan iphone ke dalam tas. Berdiri, lalu mulai melakukan streaching, “Sudahlah. Tidak penting. Ayo, kita mulai latihannya.”

Sehun memandang iphoneku yang sudah kembali masuk ke dalam tas. Seperti menahan keinginan untuk tidak mengambilnya, “Hyung, bagaimana jika kau bertemu dengan gadis itu lagi?”

Aku mendengus. Lalu menatapnya malas, “Kau bercanda kan?”

~KAIRANA~

Kirana’s POV

And this is it. First day in SM Entertainment.

Aku bangun agak kesiangan tadi. Latihan di mulai jam sepuluh pagi sementara aku baru bangun jam sembilang lewat dua puluh. Sebenarnya aku masih punya waktu untuk mandi dan sebagainya, hanya saja, aku kan kalau nabung di toilet lama. (Maksudnya buang air) jadilah aku telat lima belas menit.

Pelatih dance kami, Greg, memberikan kompensasi karena aku anak baru. Dan saat ia mengatakan ‘anak baru’ aku bisa merasakan seluruh pasang mata di ruang latihan langsung menatapku. Aku sih hanya membalasnya dengan menunduk sambil tersenyum tipis. Nanti juga terbiasa. Toh, nggak selamanya kan aku menjadi anak baru.

Aku merogoh saku celana training ku, mengambil onyx black yang tersimpan disana lalu mengelus layarnya.

Tidak ada whatssup, ataupun email. apa orang-orang rumah dan teman-temanku tidak rindu padaku ya?

“Ya, latihan sebentar lagi akan dimulai. Tolong kumpulkan ponsel kalian disini.”

Aku mendongakan wajahku dari onyx black yang sedang kugenggam, dan menemukan seorang wanita masuk ke dalam ruang latihan sambil menenteng sebuah keranjang. Dengan cekatan, ia langsung merebut ponsel-ponsel para trainee dan memasukannya pada keranjang berbahan rotan itu.

“Hei, taruh ponselmu disini.” Kata wanita itu, sambil menunjuk onyx black ku.

Aku mengerjapkan kedua mataku sambil berfikir. Menaruh ponsel disitu? Tapi, kalau misalnya ada yang tiba-tiba meneleponku lalu itu urgent bagaimana? Kalau bunda tiba-tiba mengirim pesan kepadaku lalu aku tidak membalasnya bagaimana? Kalau misalnya….

Melihatku yang masih bengong sambil memasang tampang bodoh, wanita itu langsung mengulurkan satu tangannya lalu mengambil onyx blackku dan menjatuhkannya ke dasar keranjang. Ia menatapku sambil menaikkan sebelas alisnya, lalu kembali berbalik pergi.

Saat wanita itu keluar dan pintu latihan kembali tertutup, aku menghela nafas.

“Kau anak baru?”

Aku menoleh ke sumber suara, dan menemukan seorang gadis berambut sebahu menghampiriku yang sedang bersiap-siap untuk pemanasan, “Aku tidak pernah melihatmu. Anak baru ya?”

“Y-Ya… Bisa dibilang begitu.” Kataku sambil tersenyum tipis.

Gadis itu menganggukan kepalanya, “Tenang saja. Setelah selesai latihan, kau bisa mengambil ponselmu kembali ko. Semua trainee juga begitu” ia menyapukan pandangannya, “Disini, memang dilarang keras menggunakan ponsel saat latihan”

“Oya?”

Eun. Jadi, bukan kau saja ko yang membenci keranjang itu.”

Mendengar ucapannya, mau tidak mau aku jadi tertawa kecil, “Hahaha, terimakasih atas informasinya.”

Gadis itu membalas senyumku, “Aku Yejin. Kim Yejin. Siapa namamu?”

“Kirana.”

Ia menyatukan kedua alisnya, “Ki Ra Na? Aku tidak pernah mendengar marga Ki sebelumnya.”

“Bukan, bukan.” Aku menggelengkan kepalaku. Hah.. Kenapa orang-orang korea selalu salah paham dengan namaku sih? “Kirana itu nama panggilanku. Dan itu satu kata.”

“Jadi, nama panjangmu siapa?”

“Kirana Putri Jeniva.”

“Waw.” Gadis itu mengerjapkan kedua matanya, “Panjang sekali. Kau bukan orang korea?”

Aku menggeleng, “Bukan. Aku orang indonesia.”

“Aphaa…Khabhar?” Yejin menirukan gaya orang indonesia sambil menepuk-nepuk pundakku. Yang sontak membuatku tertawa.

“Hahahaha, bisa-bisa.” Aku tersenyum hangat lalu mengerutkan kedua alis saat memandang wajah Yejin lekat-lekat. Rasanya aku seperti pernah melihatnya sebelumnya. Jangan-jangan dia ini…. “Kamu itu model perempuan yang ada di MV nya SHINee yang Amigo ya?!”

“Kau menyadarinya?” kini giliran Yejin yang terkejut, “Itu kan sudah lama sekali. Aku tidak menyangka masih ada orang yang mengingatnya.”

“Wah…..” mulutku langsung menganga lebar saat menyadari bahwa gadis ini jauh lebih cantik daripada saat si MV Amigo itu. rambutnya yang saat itu panjang ia potong pendek hingga sebahu. Membuat wajah cantiknya jadi terlihat jauh lebih cerah, “Aku nggak nyangka bakalan ketemu sama model aslinya.”

“Kau belebihan Kirana-ssi.” Katanya ramah, “Oh, iya kamu lahir tahun berapa? Biar aku tahu harus memanggilmu menggunakan apa.”

“Oh, aku lahir tanggal 14 Januari 1996.”

“Loh, ulang tahunmu sama dengan-“

“Kalau kamu sendiri, tahun berapa lahirnya?” tanyaku antusias,

“Aku 1995.”

“Kalau aku panggil kamu dengan Eonnie, boleh? Oh atau kamu mau aku memanggilmu dengan sunbae saja?”

Eonnie saja. Sunbae terlalu sopan.” Jawabnya ramah. Ah senangnya dapat teman yang baik lagi ramah seperti dia, “Kirana, kau mengingatkanku dengan pacarku.”

“Oya? Siapa?”

“Namanya Park Chan-“

“Hei, kalian berdua!” Greg-salah seorang pelatih dance tiba-tiba menegur kami, “Perhatikan gerakan dance baik-baik! Jangan ngobrol terus!”

Aku dan Yejin berpandangan, lalu langsung membungkukkan badan, “Maafkan kami.”

Greg berdecak sebal. Ia tiba-tiba mengeluarkan ponsel dari saku celana trainingnya lalu berbicara sesuatu kepada seseorang yang sedang ia telepon. Membuatku sedikit kesal karena, ia melanggar sendiri larangan yang ada di Entertainment ini bahwa tidak boleh menggunakan ponsel saat sedang latihan.

“Iya…Iya… tolong kau kesini sekarang. gantikan aku sebentar, ok? Terima kasih.” Greg memasukkan ponselnya kembali ke dalam kantung celana lalu berkata, “Yak semuanya berhubung hari ini aku sedang Bad mood jadi sementara latihan sesi ini digantikan oleh orang lain.”

Aku baru tau ada guru yang membatalkan mengajar hanya karena bad mood. Kacooosss!!!

“Tapi tenang saja, orang yang akan menggantikan kalian adalah orang yang kalian kenal ko. jadi tenang saja.” Ia melempar pandanganya padaku, “Hei, kau, bersikaplah seperti anak baru pada umunya, mengerti?”

Apa maksudnya tuh?

“Oke.” jawabku cepat. Aku tidak ingin terlibat masalah apapun dengannya.

Sepeninggalan Greg, para trainee ini langsung kembali melanjutkan latihan dance mereka, bedanya sekarang mereka bisa latihan sambil ngobrol ngalor-ngidul dengan teman terdekatnya. “Oh iya Eonnie, maksudnya bersikaplah seperti anak baru itu apa ya?” tanyaku pada Yejin yang sedang melakukan split.

“Maksudnya, bersikaplah lebih sopan.”

“Ohhh….”

Tiba-tiba pintu ruang latihan terbuka, dan masuklah seorang cowok yang memakai jaket hitam dengan corak berwarna biru dibagian kirinya. Cowok itu berjalan ke depan, tempat yang biasa digunakan para pelatih trainee untuk memberikan contoh gerakan lalu membuka penutup hoodienya. Dan saat itu juga aku langsung berteriak sekeras-kerasnya,

“AAAAAA, LO COWOK NYEBELIN YANG WAKTU ITU!”

Sekarang, aku bisa merasakan seluruh pasang mata sedang menatapku.

“K-kau….” Cowok itu membulatkan kedua matanya, “Bagaimana kau bisa ada disini….”

“Kirana, kau mengenal Jongin?” tanya Yejin heran.

Jongin?

Aku menoleh pada gadis itu, “Jadi, cowok yang mirip Taemin SHINee itu namanya Jongin?”

Dan saat aku mengucapkan kalimat itu, wajah Yejin langsung membeku, “Ki-kirana, tolong jangan samakan dia denga Taem-“

“Kenapa kau bisa ada disini?” tanya cowok yang baru kutahu bernama Jongin itu, “Ah, oiya, kau trainee disini juga. Kupikir saat itu kau hanya membual.”

“enak saja. Buktinya sekarang aku ada disini.” Kataku congkak, “Lalu kenapa kamu ada disini? Jangan bilang kalau pengganti Greg itu kamu?”\

“Kenapa? Nggak suka?” ia mengangkat sebelah alisnya dengan gaya nyolot.

“Ya, bukannya gitu, aku kan cuman bertanya.” Aku menggembungkan pipiku. Gila, ini cowok kalau ngomong ngegas banget. Untung aku orangnya sabar.

“Hei, kalian.”

Kami bertiga menoleh ke sumber suara dan kedua mataku menemukan seorang gadis berambut panjang bertampang super jutek sedang berjalan kearah kami. “Kita sedang latihan. Bila ingin bertengkat, diluar saja.” Katanya tegas. Ia lalu menoleh kearah Jongin, “Greg menyuruhmu menggantikannya untuk mengajarkan kami gerakan dance, bukannya buat keributan seperti ini. kau tahu itu kan Kim Jongin?”

Wow. Berani banget nih cewek. Nada suaranya sangat tegas. Tidak terdengar bossy namun tak terbantahkan. Cocok sekali untuk jadi pemimpin upacara.

“Ya, Hyera Noona. Aku tahu. Maaf.”

Bahkan ia bisa membuat cowok nyebelin ini bertekuk lutut dalam satu kalimat! Aku ingin berfoto dengannya!

“Dan kau anak baru.” Ia menoleh padaku. Sontak kedua bahuku langsung menegak, “Ini bukan tempat untuk bermain. Kau tahu?”

“I-Iya sunbae.” Mulutku reflex mengucapkan kata ‘sunbae’ entah mengapa. “Maafkan aku.”

Gadis jutek itu mengangguk. Kini, ia menoleh pada Yejin, “Yejin-ah, tolong awasi anak baru ini. aku bisa mengandalkanmu kan?”

Yejin mengangguk singkat, “Ya Eonnie. Kau tenang saja.”

Gadis jutek itu melemparkan pandangannya pada kami bertiga untuk terakhir kali, lalu melenggang pergi ke tempatnya semula.

“Hiiii dasar nenek sihir.” Jongin menjulurkan lidahnya, lalu menoleh padaku, “Dengarkan apa katanya? Ini bukan tempat bermain, dasar anak baru!”

“Siapa juga yang menganggap bahwa ini adalah tempat untuk bermain?!”

“Hei,hei kalian berdua. Sudahlah!” Yejin dengan sigap memisahkan kami, “Memang kalian mau dimarahi oleh Hyera Eonnie lagi? Aku sih tidak.”

“Memangnya dia itu siapa?” Bisikku penasaran sambil melirik gadis jutek itu diam-diam. Ia sedang berlatih gerakan dance seorang diri. Tidak seperti para trainee yang lain yang latihan sambil mengobrol dengan teman-temannya.

“Choi Hye Ra. Si Trainee 7 tahun.”

“Trainee 7 tahun?!!” Aku melirik ke arah Jongin dengan ekspresi ‘Serius Lo?!!!”

“Iya.” Cowok itu mengangguk, “Hye Ra Noona sudah trainee selama 7 tahun. Tapi nggak debut-debut.”

“Kenapa begitu?” 7 tahun bukan waktu yang singkat.

Yejin menggelengkan kepalanya, “Hanya Tuhan dan agensi ini yang mengetahuinya.”

Aku melirik kearah gadis jutek bernama Choi Hyera tadi. Aku jadi merasa kasihan dengannya. Ia terlihat sangat kesepian. Mungkin karena muka juteknya, jadi tidak banyak yang ingin dekat-dekat dengannya. Buktinya, gadis itu terlihat seperti sudah terbiasa berlatih sendiri. Hah, sok tahu banget aku.

“Ah, dan ngomong-ngomong…..” Aku kembali melirik kearah cowok yang berdiri di sebelahku, “Katanya kau mau mengajari kami. Mana? Sedari tadi kau diam saja.”

“Itu karena daritadi kau sibuk bertanya-tanya ini-itu padaku, bodoh!”

“Kalau ngomong nggak usah pake ‘bodoh’ berapa sih? Mulutmu nggak pernah dikasih cabe sama ibumu ya?” tanyaku kesal.

“Hah, maksudnya? Ngapain juga ibuku memberiku cabe?”

“Biar mulutmu kepedesan terus nggak bisa ngomong lagi! Weeekkkk~” kataku sambil menjulurkan lidah.

Jongin mengerutkan kedua alisnya dalam-dalam. Tangannya mengepal. Sepertinya dia mulai naik pitam. Tapi siapa yang peduli.”Kau….anak baru saja sudah berani bersikap seperti ini. SM Entertainment, baik luar maupun dalamnya, tidak berbeda dari sebuah hutan rimba. Dimakan atau memakan. Dan dengan sikapmu yang seperti ini, sudah jelas kau masuk dalam daftar ‘dimakan’”

“Dimakan oleh siapa?” emangnya orang-orang yang tinggal disini memelihara buaya apa.

“Oleh kecerobohanmu sendiri.” Jawab cowok itu singkat. Nadanya tiba-tiba berubah dingin. Membuatku yang tadi sedang bergerak-gerak tak bisa diam langsung beku.

“Hei, maaf ya aku cuma bercan-“

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Jongin memutar tubuhnya lalu kembali ke tempat semula dan mulai memperagakan gerakan dance yang tadi diajari oleh Greg.

“Jangan dipikirkan.” Yejin menepuk bahuku, “Walaupun ucapannya ketus, dia orang yang baik ko.” gadis itu tersenyum menyenangkan, “Yang penting, jangan sekali-sekali cari gara-gara padanya, atau, ia akan memburumu. Kau bisa kan?”

Aku mengangguk ragu.

 Semoga.

~KAIRANA               ~

Kirana’s POV

Latihan hari ini jauh lebih melelahkan daripada saat aku masih di Cube. Jongin mengajarkan gerakan dance dengan metodenya sendiri dan aku sama sekali tidak bisa menangkapnya. Berkali-kali ia menyuruhku untuk mengulang gerakan dance yang jujur aku tidak bisa menguasainya sedikitpun. Jadilah aku menjadi bahan tertawaan sepanjang latihan tadi. dan baru menyadari bahwa mungkin inilah wujud pembalasan Jongin padaku.

Hah. Cowok itu tidak tahu siapa yang sedang ia hadapi.

Aku baru saja ingin kembali ke kamar asrama dan langsung beristirahat saat tiba-tiba aku menyadar sesuatu.

Pintunya tidak terkunci. Ini tidak mungkin. Saat aku keluar untuk latihan tadi, aku ingat sekali kalau aku sudah menguncinya. Lalu kenapa sekarang pintu ini bisa terbuka?

Serta merta aku langsung menerobos masuk. Mengunci pintu kembali dan memeriksa barang-barangku. Tidak ada yang berkurang. Namun aku yakin barang-barangku ini sudah berpindah tempat.

Aku ingat sekali, bahwa aku menaruh koperku disamping tempat tidur. Dan sekarang benda itu sudah berpindah tempat disamping lemari. Piyama yang tadi kutaruh diatas kasur kini tersampirkan di kursi yang menghadap meja belajar. Dan terakhir, kenapa alat-alat mandiku ada diatas kloset, bukannya berada di bilik kecil yang menghadap shower?

Seseorang pasti sudah memasuki kamarku tanpa izin. Pencurikah? Sepertinya bukan. Buktinya, laptop, ipod, dan dompetku masih ada dan tidak kurang satu apapun. Hanya letaknya saja yang berubah.

Lalu aku mendengar suara kunci dan engsel pintu yang bergerak turun. Pintu dibelakangku terbuka dan menampakkan sosok yang membuatku mundur selangkah sambil membulatkan kedua mata,

“Kau…..”

~TBC~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: