KAIRANA PART 1 (First Meeting)

tumblr_m53guzz2vo1qaptydTITTLE: KAIRANA PART 1 (First Meeting)

CAST: Kirana Putri Jeniva (OC)

Kim Jongin.

Other cast will be revealed soon.

GENRE: romance, friendship, comedy.

LENGTH: Chapter.

AUTHOR: AAL (@pokaihontas) , author of Between Friends, Endless Love, Packet, New Life etc.

 

@ SM Building

Kirana’s POV

“Wah……..” aku mengerjapkan kedua mataku melihat gedung besar yang ada tepat dihadapanku lalu mengeja tulisan yang terpasang di pintu masuk, “SM…TOWN.”

Bulu kudukku langsung meremang. Dulu, aku selalu ingin menonton konser besar sejenis SM TOWN, namun Bunda tidak pernah memberi izin karena berbagai alasan seperti, “Itu kan rame banget. Kalau kamu hilang gimana?” atau “disana pasti macet banget. Nggak ada yang mau nganterin kamu.” Atau yang paling menyebalkan, “Kamu mau ketemu SNSD? Tuh liat aja posternya, paling nggak akan beda jauh sama aslinya.”

Dan blablablablabla. Bicara saja terus sampai puas Bunda, karena anak mu ini sebentar lagi akan menjadi anggota keluarga bagi kerajaan SM Entertainment.

Aku meneguk salivaku. Menoleh pada In Young-staff SM yang ditugaskan untuk membimbingku, “Eonnie, aku sudah siap.”

In Young yang tadi sedang sibuk dengan handphonenya mengangkat kepala lalu melihatku sangsi, “Yakin?”

Aku mengangguk. Kedua tanganku yang menggenggam tali tas ranselku menguat.

 Tenang Kirana. Kamu pasti bisa. Pasti.

In Young mengangkat sebelah alisnya, lalu berjalan menuju pintu masuk. Mendahuluiku, “Baik. Ayo, masuklah. Selamat datang di SM Entertainment.”

~KAIRANA~

Kim Jongin’s POV

“Jongin! Hei Kim Jongin!”

“Hmmmm?”

“Bangun! jangan hm hm hm saja. Nanti kita bisa terlambat latihan .”

Kedua mataku mengerjap saat merasakan sinar matahari yang menyusup masuk dari celah jendela kamar langsung menusuk mataku dan membuat kepalaku terasa pusing. Aku menguap lebar. mengacak-acak rambutku lalu melemaskan seluruh badanku yang rasanya seperti ingin copot akibat semalaman latihan. Dan kini, aku harus latihan lagi.

Latihan,latihan,latihan. Debutnya kapan?

“Kyungsoo Hyung…..”

“Ya?”

“Kita….. apa menurutmu kita akan debut?”

Kyungsoo yang tadi sedang memasukan baju ganti ke dalam tas nya spontan mematung, ia mendongakan kepalanya lalu menatap wajahku, “Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”

“Yah, hanya…..” aku memutar kedua bola mataku. Mencari kalimat yang cocok, “A-Aku hanya….”

“Kau…masih kecewa ya?”

“Hm?” aku memiringkan kepalaku, “Kecewa akan apa?”

“Kau tahu yang kumaksud.”

Kedua bola mata pemuda itu tiba-tiba menatapku prihatin. Ia bangkit dari tempat duduknya lalu menepuk pundakku, “Tenang saja. Jika waktu itu kau gagal, pasti suatu saat nanti akan ada waktunya dimana kau bersinar.”

Hyung, kau tahu kalau saat itu aku gagal bukan karena…” aku menggigit bibir bawahku, entah kenapa walaupun kejadian itu sudah berlalu, tetap saja saat mengingatnya, dadaku terasa sesak ,“Ah, sudahlah. Tidak jadi debut di SHINee bukanlah akhir dari dunia, benar kan?”

“Benar sekali.” Kyungsoo tersenyum, “Jadi, ayo. Kita harus berangkat sekarang sebelum terlambat latihan.”

~KAIRANA~

Kirana’s POV

Aku menghempaskan tubuhku pada kasur berlapis sprei kotak-kotak merah ini. lalu mengamati langit-langit asrama yang berwarna putih pucat sambil menghela nafas.

Tadi In Young sudah memberitahukan letak-letak tempat latihan di gedung ini. juga tempat-tempat yang mungkin akan aku butuhkan seperti kafetaria, toilet, ruang administrasi, dan sebagainya. Wanita itu benar-benar seperti peta berjalan. Mungkin, ia bisa saja mengitari seluruh ruangan di SM Building ini dengan mata tertutup.

Dan, kejadian yang tak terduga hari ini adalah, di pintu masuk tadi aku berpapasan dengan….YoonA SNSD!

Rasanya kedua kakiku lemas. Aku hanya bisa menatap wanita cantik itu dengan mulut menganga dan jantung yang berdegup kencang. Yoona SNSD atau mulai sekarang lebih cocok kupanggil dengan YoonA sunbae tersenyum padaku, namun karena terlalu kaget, aku hanya bisa diam mematung.

Lalu saat In Young sedang menunjukan letak ruang latihan, aku tidak sengaja bertemu dengan Changmin TVXQ dan Kyuhyun Super Junior. Entah mereka berdua sedang ngapain. Tapi melihat dua bias ku dengan jarak yang sangat dekat seperti tadi, rasanya seperti menelan seribu satu rasa permen nano-nano dalam waktu yang bersamaan.

Tanganku meraih onyx black yang tergelatak tak jauh dari jangkauan ku, lalu mengetik sebuah pesan melalui Whatssup.

Kirana : Bun, aku udah sampe SM Building. Besok baru mulai latihannya. Doain ya.

Tak sampai lima menit, sudah dapat balasannya.

Bunda : Syukurlah. Kamu betah nggak disana? Pasti suasananya beda sama agensi kamu yang dulu, tapi nanti juga terbiasa. Kamu udah makan belum, nak? Disana jam berapa?

Kirana : Jam 1 siang. Belum. Tadi beres-beres dulu jadi nggak sempet makan.

Bunda : Yaudah, makan dulu gih sana. Jangan lupa, karena kamu orang baru, kamu harus bersikap ramah sama temen-temen trainee yang lain ya.

Kirana : Iya. yaudah, nanti aku kabarin lagi ya bun.

Bunda : Ok. Take care ya sayang. Dapet salam dari Ayah, Alana, sama Mas Jody.

Kirana : Salam balik. Yaudah ah bun ntar keterusan ngobrolnya.

Bunda : Hehehehehe ya nggak apa-apa dong sama bunda ini.

Aku memutuskan nggak membalas pesan terakhir bunda dan menyusrukan onyx black ku  ini kedalam tas.

Perutku memang lapar, tapi moodku sedang tidak berselara. Selalu begitu. Setiap habis berkomunikasi dengan orang rumah, pasti moodku langsung jelek. Mungkin, karena aku rindu mereka. enam bulan berada di Negara orang dan jauh dari rumah, kadang membuatku uring-uringan.

Keluargaku-orang lain selalu menyebutnya dengan keluarga Jeniva-, adalah keluarga yang selalu ramai.

Ayahku, Rivares Putra Kencana, adalah tipikal orang tua yang tegas namun suka heboh sendiri. Saat ia tahu bahwa aku lulus audisi menjadi salah satu trainee di Cube Entertainment, ia yang paling hebring. Ia Membelikan aku ini dan itu, juga memberitahukan berita bahagia ini kepada seluruh teman-teman main golfnya. Tapi, sehari sebelum berangkat, ayah tiba-tiba mengajakku bicara empat mata dan memberitahukanku apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berada di Negara orang nanti. Ia bahkan sempat mengancam akan menjemputku langsung ke Korea bila aku tidak mematuhi peraturan yang berlaku disana.

Bunda, Jennifer Putri Cahyadi adalah wanita berdarah oriental-sunda yang besar di Bandung. Namun memutuskan pindah ke Jakarta, setelah menikah dengan ayah dua puluh lima tahun yang lalu. Dibandingkan dengan ayah yang suka hebring sendiri, Bunda bisa dibilang seorang ibu yang cuek bebek. Ia tidak bisa menunjukan rasa sayangnya dengan kata-kata, melainkan dengan tindakan. Jadi, jangan kaget bila omongan bunda suka pedas. Sesungguhnya, ia tidak bermaksud seperti itu ko.

Kakak laki-lakiku, Jody Putra Jeniva-atau biasa kupanggil dengan Mas Jody, adalah anak pertama di keluarga ini. sekarang, ia sudah berumur dua puluh tahun dan sedang kuliah komunikasi di Bandung, jadi jarang ada di rumah. Tapi, ia tetap menyempatkan diri untuk pulang, walaupun hanya dua bulan sekali. Aku dan Mas Jody sangat dekat. Karena kedekatan itulah, kakakku itu kurang suka bila aku terlalu dekat dengan anak cowok. Sepertinya ia mengidap sister complex. tapi kakakku itu tidak pernah mau mengakuinya.

Lalu, Adik perempuanku, Alana Putri Jeniva, adalah anak bungsu di keluarga ini. ia memang masih berumur empat belas tahun namun, sikapnya jauh lebih dewasa daripada umurnya. Alana adalah tipikal gadis zaman sekarang yang menganut 3B. Berponi belah tengah, Berbehel, dan Ber-blackberry.

Walaupun kadang ia bersikap sangat manja dan minta ditimpuk, aku selalu merindukan ocehannya yang menyebalkan seperti, “Mbak Minah, aku kan maunya telur mata sapi, bukan dadar!” atau, “Bunda, beliin aku tas Longchamp warna pink kaya yang dipakai temen-temenku dong.” Atau yang paling sering, “Kak Kirana, Kai memakan PR ku lagi! Makanya punya anjing tuh dikandangin aja jangan dilepas begitu!”

Oh iya, Jeniva itu bukan nama keluarga, melainkan gabungan dari nama ayah dan bunda. Jeni dan Riva.

Aku kangen mereka. aku kangen rumah. Kangen teman-temanku. Kangen dengan macetnya Jakarta. Suara gerobak nasi goreng ataupun mie tek-tek di malam hari. Omelan Mbak Minah saat ia menemukan Kai-anjingku pipis sembarangan, dan yang paling penting adalah, aku kangen makan nasi padang pakai tangan.

Ah, ngomongin makanan aku jadi tambah lapar.

Aku melirik jam tangan spiderman ku. Sudah jam satu lewat. Lebih baik aku cari makan sekarang sebelum Bunda menelepon dan mengetahui kalau aku belum juga makan. Bisa-bisa ia memberitahu Ayah dan beliau bakalan langsung membawaku pulang ke Indonesia.

~KAIRANA~

Kirana’s POV

Bulgogi yang tadi menjadi makan siangku rasanya terlalu asin. Nasi yang disediakan juga kurang pulen. Persetan dengan restoran itu. kalau tahu begini, lebih baik aku jajan ttokboki di pinggir jalan saja. Murah, dan banyak. Tapi aku bisa sempoyongan kalau sehari tidak makan nasi.

Aku berjalan lunglai dari restoran tadi menuju asramah milik SM Entertainment. Sudah jam tiga sore dan kedua mataku sudah tidak bisa diajak kompromi. Aku butuh tidur siang. Dulu, Mas Jody pernah membangunkanku dari tidurku yang berharga secara tiba-tiba. Dan saat kutanya ada apa, ia berkata bahwa dirinya hanya iseng. Dan saat itu juga aku langsung menangis. aku paling benci bila waktu tidurku yang berharga diganggu hanya karena hal sepele.

Saat aku sedang berjalan dengan kesadaran yang tinggal separuh, tiba-tiba…..

                BUG!!!!

Entah apa yang kutabrak –mungkin tembok atau tiang listrik- yang jelas itu membuatku jatuh terjungkal kebelakang dan membuat dompetku jatuh. Tanpa memperdulikan bokongku yang terasa nyeri, aku langsung memunguti uang receh yang berjatuhan sebelum terlindas mobil ataupun diinjak orang. Kan lumayan walaupun bernilai kecil bisa dipakai untuk membeli…

“Ya! Apa kau tidak punya mata?!”

Tanganku yang tadinya ingin memungut uang receh terakhir yang jatuh terhenti diudara saat diriku baru menyadari bahwa yang kutabrak tadi bukan benda mati melainkan manusia. Segera aku bangkit berdiri lalu mengangkat wajah, “Ah, maaf aku tidak li-….”

Kalimatku terhenti segera setelah kedua mataku bertemu dengan kedua mata hitam milik manusia yang kutubruk tadi. Kedua bahuku lemas. Dapat kurasakan tungkai kaki ku bergetar seakan tidak sanggup memanggul tubuhku lagi. Jantungku seakan berhenti berdetak saat otakku mengenali sosok yang berada tepat dihadapanku sekarang.

Astagaa.

Ya-yaampun.

Bunda, ayah, Mas Jody, Alana, tolong aku.

“LEE TAEMIN?!! KAU LEE TAEMIN KAAAN?!!” Aku menangkupkan tanganku pada wajah pemuda dihadapanku, lalu berjingkrak-jingkrak, “LEE TAEMIN SHINEE?!! ASTAGA AKU BERTUBRUKAN DENGAN TAEMIN!!!!”

“Hah?!! Hei, kau bicara a-”

“Aku tahu! Kau pasti Lee taemin dari SHINee kan?!!”

“Buk-…”

“Ah, iya maaf aku berteriak-teriak.” Aku menutup mulutku dengan sebelah tangan. Ini kan tengah jalan. Bisa gawat kalau orang-orang menyadari bahwa disekitar sini ada Lee Taemin dari SHINee. “Taemin opp-.. Ah, sunbae. Apa yang sunbae lakukan disini? Bukannya… Seharusnya SHINee sedang ada di Jepang?”

“Hei, aku ini buk-”

“Ah, pasti sunbae sedang syuting reality show ya? apa? Happy together?”

“Aku bukan Lee-”

“Ah, atau sunbae sedang syuting drama? Atau sitcom? Jangan-jangan sekarang sunbae sedangs syuting film High Kick Cut ya?”

“Dengar ya, aku ini buk-”

“Kalau sudah debut nanti, aku juga ingin main film. Oiya, sunbae suka film ap-”

“DENGARKAN AKU!”

Mulutku langsung mengatup saat mendengar taemin sunbae berteriak. Aku baru menyadari kalau suara taemin sunbae ternyata terdengar jauh lebih berat daripada yang di televisi.

Taemin sunbae menghela nafas berat lalu mengacak-ngacak rambut hitamnya.

Tunggu.

Hitam? Bukannya… Rambut taemin sunbae itu blonde? Tunggu. I-ini….

“Kau….siapa?”

Pemuda dihadapanku memutar bola matanya. Ia berdecak lalu merogoh kantung celananya dengan cekatan. Seakan kejadian yang menimpanya ini sudah ia alami ratusan kali. Pemuda itu Mengeluarkan dompet berwarna hitam lalu menarik sebuah kartu -sepertinya tanda pengenal-  dan menunjukannya padaku.

“Coba, kau baca nama yang tertera di kartu itu.” Ucap pemuda itu.

Aku mengerutkan kedua alisku saat membaca tulisan hangul yang tertera disana. Kemampuan membacaku memang belum begitu lancar, namun kalau hanya membaca nama sih, aku yakin bisa. Tapi tulisan hangul yang tertera disana begitu kecil, sehingga aku ragu apakah aku dapat membacanya dengan benar, namun setelah memicingkan mata beberapa kali, aku dapat membaca kalau nama yang tertera disana adalah…

“Kim Jongin?”

Kedua bahuku kembali lemas. Tapi bukan karena kesenangan yang membuncah seperti tadi. Melainkan karena rasa kecewa yang menjalar saat mengetahui bahwa sosok yang dihadapanku ini ternyata bukan Lee Taemin dari SHINee. Melainkan seorang pemuda yang bahkan tak kutahui asal usulnya.

“Lihat? Aku ini bukan Lee Taemin dari SHINee! Dasar. Sudah menabrakku, dan sekarang kau malah salah menganaliku. Bodoh.”

Aku mengangkat wajahku untuk melihat wajah pemuda ini lebih jelas. Demi Tuhan, pemuda ini benar-benar mirip dengan Lee Taemin. Tetapi…. Dagu itu, bibir itu, dan kedua mata hitam yang dingin itu… Bukan milik Lee Taemin SHINee yang biasa kulihat di Televisi.

“Maaf ya. aku salah mengenalimu. kupikir kau Taemin SHINee. Habis kalian mirip sih” kataku sambil menunduk sedikit. “Sekali lagi aku minta maaf ya, Kim Jong….Jong…..?”  aduh tadi namanya Kim Jong siapa ya?

Pemuda itu memutar kedua matanya lagi. ia kembali memasukan dompetnya kedalam saku celana lalu menatapku, “lainkali, kenali dulu orang nya baik-baik sebelum berteriak-teriak seperti itu. Kau pikir ini di kampung?”

Nde. Maafkan aku.”

“Dasar norak. Tidak pernah bertemu artis apa.”

Saat mendengar kalimat terakhirnya, aku tak kuasa untuk mengangkat daguku tinggi-tinggi sambil mengepalkan tanganku kuat-kuat. Sok tau banget ini orang. Gak tau apa kalau aku ini trainee SM Entertainment yang dipilih langsung oleh Lee Soo Man.

“Hei kau!” Aku menahan lengan pemuda itu saat ia beranjak ingin berjalan melewatiku, “kau bilang apa tadi? Tidak pernah bertemu artis? Hah! Aku bahkan sampai bosan melihat artis-artis itu berkeliaran disekelilingku setiaaaap hari.”

Jauh dari duganganku, pemuda itu malah tertawa sinis. Ia menghentakan langannya lalu berkata, “Ya, memangnya apa perkerjaanmu? Cleaning Service di Music Bank, huh?!”

Sialan. Belum tahu saja dia.

“Ya! Aku ini Trainee dari SM Entertainment, asal kau tahu itu!”

Astaga.

Aku menutup mulutku dengan kedua tangan. Mengatakan dirimu seorang trainee -apalagi trainee dari SM Entertainment- pada orang asing adalah sebuah perbuatan bodoh. Karena disini, seorang trainee saja bisa mempunyai penggemar aneh yang akan mengikutimu kemanapun kau pergi. Dan sedetik yang lalu aku baru mengatakan jati diriku pada seorang pemuda asing yang baru saja kukira Lee Taemin. Kirana, kau pintar sekali.

“Kau…Trainee SM Entertainment?” Pemuda itu menunjuk wajahku dengan telunjuknya. Matanya membulat seakan tidak percaya dengan apa yang barusan kukatakan.

“A-aku… Em….” Sial. Bagaimana kalau orang ini akan mengikuti ku kemana-mana karena sudah mengetahui kaku adalah seorang trainee.

“Bodoh! Seharusnya kau tidak mengatakan pada orang asing kalau kau ini Trainee!”

Heh?

“Ap-”

“Dengar, aku bisa menebak kalau kau ini trainee baru jadi tidak tahu dengan peraturan-peraturan yang ada namun, masa kau tidak tahu dengan peraturan dasar menjadi trainee Sment?” Pemuda itu berkacak pinggang sambil sesekali menghela nafas kesal. Matanya berkali-kali menghujam padaku seakan aku adalah seorang tawanan, “Kita tidak boleh memberitahukan jati diri kita sebagai seorang trainee kecuali pada orang tua dan teman terdekat! Ingat itu!”

Dan tanpa merasa bersalahnya, ia mendorong dahiku yang kebetulan sedang tidak tertutupi poni itu dengan telunjuknya yang panjang.

Aku ingin memakinya karena sudah seenaknya menempeleng kepalaku, namun seketika aku menyadari sesuatu,  “Kita?! Kita?!!! Tunggu. Itu berarti kau juga….”

“Ya, benar.” Pemuda itu menatapku kesal. Seakan-akan bila ia terjebak sejam lagi denganku tubuhnya bisa menjadi kering seperti mumi yang ada dalam film The Mummy Returns “Aku juga trainee SM Entertainment”

~TBC~

For a thousands time, I’m sorry for the lated updateeee :”(

Hehe aku nggak mau banyak ngomong sih. Yang jelas, makasih untuk kalian yang udh baca dan mau kasih komen untukk ff ku ini : ). Maaf kalau membosankan, namanya juga baru part 1 : p.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: