SILVER KNIGHT PART 4

sk4

TITTLE: SILVER KNIGHT PART 4

MAIN CAST: Jung Sae Byuk (OC)

      Kim Jongin

    Oh Sehun

       Huang Zitao

MINOR CAST: Park Chanyeol / Lucas Javier

            Kim Jumyeon / SuHo

 Wu Yi Fan/ Kris

                          Choi Hee Ra/ Cassandra (OC)

                     Song Rae Bin/ Tamara (OC)

AUTHOR: AAL (@adlnayu / @deerjongin)

Length: Chapter

GENRE: Romance, Family, Friendship

Sae Byuk’s POV

“Apa yang kau lakukan disitu?”

MATI. AKU.

Aku mengerjapkan kedua mataku sambil bangkit berdiri. Lalu menepuk bokongku yang sakit karena menubruk lantai secara tiba-tiba. Sial. Kenapa aku bisa jatuh segala sih? Aku yakin tadi tubuhku berdiri dengan seimbang. Apa ada yang mendorongku? Tapi sepertinya tadi aku tidak merasakan ada sesuatu yang mendorong punggungku.

“Pi-pintunya tidak terkunci jadi aku ingin memeriksa apakah disini ada orang dan ternyata……”ternyata ada pemuda tampan yang misterius sedang memandangi altar yang nggak kalah misteriusnya. Tapi aku tidak mungkin mengucapkannya jadi diriku lebih memilih untuk menggantungkan kalimat.

Sehun menatap kedua mataku datar. Namun kedua bola mata itu bergerak cepat seakan sedang men-scan tubuhku. Pemuda itu lalu menolehkan kepalanya kembali menghadap altar, “Keluar.”

Aku meneguk salivaku. Nada suaranya tiba-tiba terdengar sangat dingin, “Ma-maaf aku tidak se-“

“Aku tahu kau pasti sengaja.”

“Eh?”

Pemuda itu kembali menoleh padaku, “Aku tahu kau mengintip dari pintu. Jadi, bagaimanapun kau coba menjelaskannya ,aku tidak akan percaya dengan ucapanmu.”

“Kalau sudah tahu, mengapa kau tidak menegurku sejak tadi?” tanyaku tak habis pikir. Namun sekali-kali, aku melempar pandanganku pada foto Henrietta Angela yang terpasang diatas altar. Kenapa, kenapa foto gadis itu terpasang disana? Apa yang terjadi dengannya?

“Karena aku ingin mengetahui niatmu.” Ia memasukan kedua tangannya ke saku celana, pandangannya terlihat meremehkan, “Dan ternyata benar. kau sama saja dengan para media massa itu. bisanya hanya menguping lalu mengumbar gossip murahan seenaknya.”

“Aku tidak menguping! Dan aku tidak akan mengumbar gossip, kau tahu?” nada suaraku tiba-tiba meninggi. Lalu kembali ke normal saat kedua bola mata Sehun kembali menusuk manik milikku. Seram. “A-Aku hanya….penasaran.”

Pemuda itu menatapku dalam diam. Aku pikir ia akan mengusirku dengan kasar ataupun memanggil penjaga. Tapi, pemuda itu diam saja. Ia tatap kembali altar yang berhias foto Henrietta Angela, lalu berkata pelan, “Terkadang….terlalu banyak tahu hanya akan membuat dirimu menderita. Kau tahu?”

“Apa?”

“Keluar. Sekarang.” kata pemuda itu lagi. Kini dengan penegasan dalam setiap kata. Dan aku yakin. Aku tak salah lihat. Kedua matanya merah.

Aku meneguk salivaku. Punggung Sehun tiba-tiba terlihat seperti mengeluarkan aura gelap yang seakan sanggup menelanku hidup-hidup saat itu juga. Sehingga, aku memilih untuk mundur beberapa langkah, sebelum berlari keluar dari ruangan itu, tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Dan bersumpah untuk menahan rasa penasaranku saat sedang berada dekat dengannya.

~SILVER KNIGHT~

Jongin’s POV

“Terima kasih atas kerja samanyaaa”

Seluruh staff yang bekerja hari ini pun membungkukan badannya. Aku pun melakukan hal yang sama. Setelah selesai dengan segala kiss ass, Dengan cekatan aku langsung masuk ke dalam ruang ganti dan mengganti coat keluaran dior ini dengan kaus dan jeans santai yang tadi kupakai.

“Heyyooo  Kim to the Jong in!.”

Aku berdecak sebal. Hanya satu orang yang memanggilku dengan nada norak seperti itu. dan saat mendengarnya saja langsung ingin membuatku melengos pergi dan tidak berbalik lagi untuk menatap sosok yang memanggilku tadi. namun, aku tidak mungkin melakukannya. Karena sosok yang memanggilku ini –meski dia bodoh- merupakan salah satu orang penting yang ada di perusahaan ini.

“Oh Hai, Chanyeol Hyung. What’s up?” Aku memutar tubuhku menjadi menghadap sosok jangkung itu, lalu menyapa seadanya.

I’m fine thank you, and youuuu?” sosok jangkung itu-Chanyeol, membalasnya dengan gaya sok asiknya yang dimirip-mirippin ala rapper seperti biasa. Membuatku heran, mengapa orang dengan perawakan konyol seperti dia dapat terpilih menjadi salah satu knight?

“Ya, ya, ya, i’m fine too.” Jawabku sekenanya sambil cepat-cepat melengos pergi. Namun saat aku membalikkan tubuhku kembali, aku malah menubruk seorang wanita berambut panjang yang saat melihat wajahnya sanggup membuatku menegup saliva.

“HEYYY KIM JONGINNN!!!” Wanita itu menghambur untuk memelukku kuat-kuat. Hingga membuat diriku sesak, “Sudah lama tidak melihatmu! Kemana saja kau?”

“Aku tidak kemana-mana ko, Tamara noona.” Ucapku sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Tamara aka Song Rae Bin, “Noona sendiri? Mengapa ada disini? Bukannya…. Sebagaifairy kau harus selalu menemani para knight?”

“Loh, kau tidak lihat aku sekarang sedang apa?” Wanita itu-Tamara, berjalan kearah Chanyeol lalu merangkul lengannya, “Aku sedang menemani Lucas pemotretan.”

Sekedar info. Lucas Javier adalah nama panggung milik Chanyeol Hyung. Nama itu didapatkannya, saat pria itu di sahkan memiliki pangkat Knight. Lebih tepatnya, Black Knight.

Semua orang yang berkerja di perusahaan ini, mempunyai ‘nama panggung’ masing-masing. Kami menyebutnya dengan Silver Name. bahkan tukang bersih-bersih pun mempunyai nama itu. hanya Knight baru saja –seperti aku- yang belum mempunyai Silver Name.

“Lalu kemana dua knight lainnya?” Tanyaku sambil celingukan, “Jika para Knight ingin melakukan pemotretan bersama fairy, maka harus dilakukan bertiga kan? Tidak boleh ada yang absen.”

“Iya,iya aku tau peraturan itu ko.” Jawab Tamara cuek sambil mengibaskan tangannya, “Kris dan Suho sedang dipanggil untuk menemui Richy. Jadi, aku dan Lucas memutuskan untuk datang ke tempat pemotretan lebih dulu.”

“Ohhhhhhh” aku pun ber-oh panjang, “Yaudah, kalau begitu aku duluan ya.” Sebelum pasangan bodoh itu sempat menahanku lagi, aku pun ambil gerakan seribu langkah untuk menjauh dari mereka.

Melihat mereka berdua, tiba-tiba aku jadi teringat dengan pangkat Knight yang sedang kuemban.

Knight, adalah sebuah pangkat tertinggi bagi model pria yang berada dalam agensi Silver Knight Company.

Dari puluhan -atau mungkin ratusan- soldier dan Earl, hanya tiga orang sajalah yang dipilih ah bukan. Terpilih, menjadi para Knight. Black, white dan silver.

Untuk menjadi Knight, kami telah terpilih sejak lahir. Aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya sehingga bisa menjadi seperti sekarang. Siapa yang memilihku. Bagaimana caranya. Tidak ada yang tahu.

Saat  Chanyeol, Kris, dan Suho di sahkan menjadi Knight tahun 2011, aku hanya bisa menggeleng tidak mengerti. Maksudku…. Bagaimana bisa?!

Park Chanyeol aka Lucas Javier. Model pria yang ceria dan selalu bercanda tidak jelas itu menjadi Black Knight. Kutegaskan sekali lagi, Black. Aku selalu memperhatikan para Knightsejak dulu. Bahkan aku hafal nama-nama dan urutan para Knight dari pertama sampai sekarang. dan yang kutahu adalah, mereka, para Black Knight, adalah orang yang memiliki tatapan pembunuh. Yang dapat membuat dirimu bertekuk lutuk dengan kegelapan. Dan sanggup membuat para fotografer bodoh itu terpesona dengan auramu. Tapi… Mengapa orang yang selalu menebar senyuman kepada siapapun itu menjadi seorang….’Black‘?

Lalu, Kris aka Wu Yi Fan. Model blasteran Canada dengan tubuh jangkung yang selalu berhasil membuat forografer terpukau dengan ekspresi dinginnya menjadi seorang ‘White’? Padahal, aku yakin sekali. Dengan kemampuannya yang luar biasa itu, ia pantas menjadi seorang ‘Silver‘. Pemimpin dari para Knight. Tapi mengapa hanya sampai ‘White’? bagaimana bisa?

Dan terakhir. SuHo aka, Kim Jumnyeon. Mengapa model yang biasa-biasa saja seperti dia yang terpilih menjadi seorang ‘Silver’? Bukannya aku kurang ajar, tapi, coba lihat dia.

Dia tidak mempunyai tinggi yang semampai seperti Kris. Dia juga tidak memiliki ekspresi dingin yang sanggup membekukkan seorang fotografer yang ingin mengambil fotonya. Belum lagi, dia juga tidak memiliki senyuman hangat seperti Chanyeol. Tapi kenapa dia? Bagaimana bisa? Sebenarnya apa syarat utaman menjadi seorang ‘Silver”?

Suatu hari nanti, aku lah yang akan menjadi ‘Silver’.”

Sebuah suara tiba-tiba merasuki indera pendengaranku. Suara milik seseorang yang tidak pernah terlihat lagi selama dua tahun.

“Kau, dan Sehun, akan menjadi pengikutku!”

“Siapa yang mau? Kalau kau sombong begitu, aku yakin kau tidak akan pernah bisa menjadi seorang  ’Silver’, Huang Zitao!”

“Kenapa kalian berdua terobsesi sekali dengan menjadi ‘Silver‘ sih?”

“Enak saja! Dia tuh yang terobsesi, bukan aku!”

“Tapi, aku tau kau pasti ingin menjadi seorang ‘Silver‘ untuk membuktikan kalau kau lebih hebat dari kami berdua. Iyakan, Kim Jongin si model bodoh?”

Reflek, aku langsung mengepalkan kedua tanganku. Sial. Mengapa tiba-tiba aku jadi teringat dengan kata-kata orang itu?

Orang yang tidak pernah muncul sejak dua tahun yang lalu. Yang lebih memilih untuk pergi dan menghilang dariku dan Sehun, perusahaan, juga media massa. Orang yang bersumpah tidak akan pernah menginjakkan kaki di Silver Knight company jika perusahaan ini tidak mengabulkan permintaan bodohnya.

‘Kim Jongin si model bodoh’

aku tertawa sinis saat mengingat perkataannya. Hah. Jika aku bodoh, maka kau adalah model pengecut Huang Zitao. Kau hanyalah seorang pengecut yang terlalu takut akan sepi. Terlalu takut untuk menghadapi kenyataan yang berada tepat di depan matamu.

Ini semua karena salahmu, Kim Jongin!  Gadis itu tidak akan menjadi seperti ini jika saja kau tidak…..”

Cukup.

Aku menutup kedua kelopak mataku kuat-kuat. Mencoba mengusir suara-suara sialan yang hobi untuk merasuki pikiranku. Aku lalu mengedarkan pandangan, dan menemukan Max -salah satu fotografer- sedang memberikan arahan pada Chanyeol dan Tamara tentang pemotretan yang sebentar lagi akan dimulai.

Tunggu.

Aku celingak-celinguk. Ngomong-ngomong, gadis mesum itu ada dimana ya?

~SILVER KNIGHT~

Sae Byuk’s POV

“Terkadang….terlalu banyak tahu hanya akan membuat dirimu menderita. Kau tahu?”

Aku berjalan cepat kembali ke studio pemotretan Jongin sambil memikirkan kalimat itu.

Apa maksudnya? Mengapa ia mengucapkan kalimat itu? dan apa hubungannya dengan Henrietta?

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku yang tiba-tiba terasa pening. Gila. Belum sampai seminggu aku disini, tapi ‘Istana’ ini sudah menyodorkan serangkaian misteri yang minta dipecahkan. Otakku ingin meledak.

Tiba-tiba…

BRUKK!!!!

“Aduh!”

WHERE’D YOU PUT YOUR EYES ON?!!!”

Yang pertama kali kulihat saat habis terjatuh tadi adalah sepasang sepatu heels keluaran Louboutin. Saat kudongakan kepala mataku melihat sesosok gadis cantik berambur panjang dengan lipstick tebal menghiasi bibir tipisnya. Aku berdiri sambil tertatih-tatih lalu mengucapkan maaf, “Maaf aku tidak li…..”

“Kalau jalan mata itu lihat ke depan, bukan ke bawah!” gadis itu menghentakan kakinya kesal, “Kau menginjak heels ku, kau tahu?”

“Sudahlah Cassie, gadis itu tidak sengaja.” Seorang gadis berambut sebahu yang berdiri disebelah kanannya bergerak menenangkan, “Ayo lah, kita bisa terlambat pemotretan kalau kau mengurusinya dulu.”

“Tapi Barbara, gadis ini harus diberi….”

“Cassandra sayang, kita tidak punya waktu untuk mengurusnya.” Gadis berambut blonde yang berada di sebelah kirinya ikut-ikutan menenangkan.

“Oh, shut up!” gadis-bernama-Cassandra-tapi-dipanggi-Cassie itu kembali menggertak. Lalu melempar pandangannya padaku, “Dengar ya rakyat jelata, kalau kau muncul lagi dihadapanku aku akan….”

“Hei.”

Kami berempat menoleh dan menemukan Jongin sedang berdiri di ujung koridor sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana, “Sudah selesai mengomelnya, Choi Hee Ra?”

Gadis-bernama-cassandra-tapi-dipanggil-cassie-tapi-Jongin-memanggilnya-dengan-Hee Ra, itu membeku untuk beberapa detik, namun tiba-tiba seulas senyum mengembang di wajah cantik (tapi angkuh) nya.., “Oh, hai Jongin Oppa. Sedang apa disitu?”

“Kenapa? Tidak boleh?”

“Bukannya tidak boleh…. Hanya saja, Oppa hari ini kan ada pemotretan. Kenapa masih ada disitu?”

“Karena kau menghalangi jalan asistenku.” Jongin berjalan kearah kami. Lalu berhenti tepat disampingku, “Mulai sekarang, gadis ini adalah asistenku. Jika kau cari gara-gara dengannya itu berarti kau mencari gara-gara denganku,”

Gadis-bernama-cassandra-tapi-dipanggil-cassie-tapi-Jongin-memanggilnya-dengan-Hee Ra itu membulatkan kedua matanya. Mulutnya membentuk huruf ‘O’ yang besar, “Asisten? Dia?!”

“Kenapa? Ada masalah?”

“Bu-bukan tapi….” Gadis itu melempar pandangan membunuh padaku, “Rakyat jelata seperti dia tidak pantas untuk masuk ke dalam istana ini!”

“Rakyat jelata atau bukan, itu tidak menjadi urusanmu.” Jongin berkata dingin, “Sekarang, lebih baik kau beri jalan untuknya atau aku akan membuat heels mu itu menjadi mainan untuk Monggu. Mengerti?”

~SILVER KNIGHT~

Sae Byuk’s POV

“Yang tadi itu siapa?”

Jongin menghempaskan tubuhnya ke sofa besar di ruangannya. Aku jadi bingung dengan pemuda ini. mengapa ia malah kembali ke ruangannya, bukannya pergi ke lantai tujuh, tempat dimana pemiotretan akan dilaksanakan? Apa pemotretannya sudah selesai?

Tadi Gadis-bernama-cassandra-tapi-dipanggil-cassie tapi-Jongin-memanggilnya-dengan-Hee Ra hanya bisa melongo saat Jongin tiba-tiba menarik lenganku lalu menyeretknya kembali ke dalam ruangannya. Dan saat pintu di tutup aku dapat mendengar suara teriakan tertahan milik gadis itu yang langsung ditenangkan oleh kedua orang temannya.

“Choi Hee Ra? Hanya seorang Lady. Tak perlu dipikirkan.”

Lady?”

“Ya. Pangkat bagi model wanita. Sejajar dengan Earl. Memangnya kau tidak tahu?”

“Tahu sih…. Tapi agak lupa.”

Jongin mendengus, “Kau bilang dirimu adalah penggemar Silver Knight Company. Tapi soal yang kecil begini saja lupa.”

“Aku bukan penggemar Silver Knight Company. Aku hanya menyukai salah satu dari-“ aku menggigit bibir bawahku. Hampir kelepasan, “M-Maksudnya aku hanya….”

“Menyukai salah satu dari para Knight?” Jongin memutar kedua bola matanya, “Asal tahu saja, aku sudah terlalu banyak bertemu orang sepertimu. Orang-orang sok tahu yang hanya menyukai apa yang mereka lihat, tanpa mau mengetahui apa yang terjadi di belakang.”

Aku mengerutkan kedua alisku, “Maksudnya?”

Silver Knight Company, bukanlah tempat para dewa dan dewi seperti yang kalian pikirkan.” Ia menatap kedua manik mataku, “Tempat ini tak lebih dari sebuah rimba. Dimakan, atau memakan. Kau harus mempertahankan apa yang kau punya. Tidak peduli jika kau harus mengambil kebahagiaan orang lain, agar tetap terus bisa berada di tempat ini.”

“Terkadang….terlalu banyak tahu hanya akan membuat dirimu menderita. Kau tahu?”

Aku terdiam. Walaupun berbeda, cara Jongin berbicara tentang Silver Knight Company hampir mirip dengan Sehun.

“Jongin…..”

“Apa?”

“apa kau pernah mengetahui sesuatu yang seharusnya tidak kau ketahui?”

Pemuda itu menegakkan tubuhnya, “Maksudnya?”

“Mengetahui sesuatu yang tidak perlu.” Kataku lagi, “Apa kau pernah merasakannya?”

Ia diam sebentar. Lalu menjawab, “Kalaupun pernah…..aku tidak mau merasakannya lagi.”

“Kenapa?”

“Bukan urusanmu.”

Jongin lalu kembali menyenderkan tubuhnya pada punggung sofa dan menutup kedua mata. aku seperti bisa melihat betapa berat beban yang dipikul oleh seorang Knight seperti dia. After all, walaupun ia memang seorang Knight, ia tetap seorang pemuda berumur delapan belas tahun yang masih belum tahu dunia.

“Bagaimana caranya kita tahu, apakah sesuatu itu layak untuk kita ketahui atau tidak?” tanyaku lagi.

“Maka kau harus menanyakannya.”

“Kalau begitu aku ingin bertanya padamu.”

“Apa?”

Kini, giliranku yang menusuk matanya dengan manik milikku, “Apa itu Fairy? Dan siapakah sebenarnya Henrietta Angela?”

~TBC~

Maaf updatenya lamaaaa : (.

Wah wah…. Nambah lagi nih tokoh-tokoh baru. Gimana, kalian udah bisa menemukan petunjuk apa aja sampai di chapter ini? : ).

Sekedar mengingatkan saja, aku Cuma ingin memberitahu pangkat yang berlaku di Silver Knight Company (takut kalian lupa).

Soldier, adalah pangkat terendah bagi para model laki-laki dan perempuan. Sedangkan Earl,adalah pangkat model untuk laki-laki senior. Begitu juga dengan Lady. Bedanya, itu untuk pangkat model perempuan.

Sedangkan Knight, kayanya aku nggak usah ngejelasin lagi ya ? : ). Yang ada nanti kalian bosen.

Mungkin, kalian nanti akan sering mendengar nama ‘Richy’. Dia adalah CEO alias pemilik dari perusahaan ini.

Dan sekedar info, tokoh-tokoh yang berada disini, saling berhubungan. Jadi, jangan lupa dengan tokoh-tokoh yang muncul di chapter ini. ^^.

Tengkyu!;)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: