SILVER KNIGHT PART 1

sk1

TITTLE: SILVER KNIGHT PART 1

MAIN CAST: Jung Sae Byuk (OC)

      Kim Jongin

    Oh Sehun

       Huang Zitao

MINOR CAST: Park Chanyeol / Lucas Javier

            Kim Jumyeon / SuHo

 Wu Yi Fan/ Kris

                          Choi Hee Ra/ Cassandra (OC)

                     Song Rae Bin/ Tamara (OC)

AUTHOR: AAL (@adlnayu)

GENRE: Romance, Family, Friendship

Aku menatap ragu bangunan yang berdiri megah dihadapan mataku. Kedua tanganku yang berada di samping kedua tanganku bergetar hebat. Tadi aku sudah meneguk satu botol air mineral, namun tetap saja kerongkonganku terasa kering. Bulir-bulir keringat jatuh dari kening dan punggungku. Padahal saat ini udara tidak sedang panas-panasnya.

Aku ingat. Terakhir kali aku merasa luar biasa tegang seperti ini adalah saat aku akan menghadapi ujian masuk SMA. Dan sekarang aku mengalaminya lagi. Tapi, tentu saja untuk menghadapi ujian yang berbeda.

Di depan bangunan bertingkat delapan ini, terdapat lambang yang cukup besar untuk menarik perhantian orang-orang yang lewat di depan gedung ini. Lambang itu berbentuk sebilah pedang yang terpasang tepat diatas pintu masuk.

Pegangan pedang tersebut memiliki ukiran seperti sulur-sulur daun yang melilitnya dari bawah. Dan diujung pedang te
rsebut terdapat sebuah mahkota mawar berwarna merah darah.

Sinar matahari yang bersinar menerangi lambang sebilah pedang itu. tapi anehnya pedang itu sama sekali tidak memantulkan sinar matahari yang memancar ke arahnya. Seakan-akan sinar tersebut terbiaskan menjadi warna hitam, putih, dan silver yang mengelilingi pedang. Yang membuatnya terkesan begitu misterius.

Black, White, and….Silver.

“Jung Sae Byuk?”

Aku terlonjak saat mendengar namaku disebut. Kutolehkan kepalaku ke segala arah dan menemukan seorang pria mengenakan Moleskin Blazer warna abu-abu yang rapih. Kacamata berlensa kotak yang terlihat trendi itu menggantung di hidungnya yang mancung, “Kau datang terlambat lima menit dari waktu yang telah ditentukan. Tapi,tak apa.” Pria berkacamata itu tersenyum. Membuat kerut-kerut disamping kedua matanya terlihat jelas.

Aku dapat meramalkan mungkin pria ini sudah memasuki umur kepala tiga, namun entah kenapa  aku dapat melihat kalau pria ini memiliki aura yang membuatnya masih pantas untuk disebut sebagai salah satu Beautiful people. If you know what I mean.

Melihatku yang hanya bisa terdiam seperti orang bodoh. Pria itu pun memperkenalkan dirinya, “Ah kenalkan. Namaku Lee Sung Hwan. Kau bisa memanggilku Thomas.”

Aku reflek menahan tawaku agar tidak menyembur tepat diwajahnya.

Ko jauh banget dari Lee Sung Hwan ke Thomas….?

“Itu namanya Silver Name.”

“He, apa?”

“Lupakan.” Pria bernama Lee Sung Hwan tapi dipanggil Thomas itu tersenyum lagi, “Ayo, masuklah. Dia sudah menunggumu di dalam.”

Saat pria itu menyebutkan kata ‘dia’, dapat kurasakan tengkukku merinding. Hawa dingin seperti merayap dan membungkus tubuhku. Otakku kembali mengingat kejadian seminggu lalu yang membuatku mengutuk diriku sendiri untuk selamanya.

“Sae Byuk-ssi? Kau siap?” Tanya Thomas sambil menatapku dengan sedikit cemas.

Aku menghela nafas pelan. Mengangkat wajahku lalu tersenyum menatap pria itu, “Tentu.”

~SILVER KNIGHT~

Semua berawal dari sebuah kebodohan. Kebodohan yang berubah menjadi kecerobohan dan berujung pada kesialan.

Seminggu yang lalu, aku dan temanku-Yeonggi, datang ke acara fashion show bertema From Spring yang diadakan oleh perusahaan model terbesar di dunia bernama, yah seharusnya aku tidak perlu mengatakannya lagi kan? Yup. Nama perusahaan itu adalah Silver Knight Company.

Baru-baru ini, perusahaan itu mengumumkan bahwa mereka telah siap untuk mendebutkan seorang designer muda bernama Kwan Min Ah-alias Mandy James (aku gak ngerti mengapa orang-orang yang dirilis oleh perusahaan ini pada akhirnya memiliki nama panggung seperti itu), dan bulan ini sang designer muda akan memamerkan karya-karya nya di audiorium besar yang ada di Seoul.

Aku dan Yeonggi jelas tidak ingin ketinggalan. Pasalnya, kami berdua adalah penggemar berat model-model yang dirilis oleh perusahaan itu. Bahkan jangan salah. Aku dan Yeonggi memilikifansite yang kami buat sendiri untuk model favorite kami.

Yeonggi adalah founder fansite BlackLucas. Tanpa kujelaskan lebih lanjut, Kalian pasti tahu kan siapa itu Lucas?

Yup. Lucas atau Lucas Javier adalah nama panggung dari Park Chanyeol. Dia adalah Black Knighttahun 2011. Knight adalah pangkat bagi para model di perusahaan itu yang paling tinggi. Tidak ada yang bisa menandingi para Knight. Mereka dipilih sejak lahir, dididik oleh pelatih khusus dan berlatih jauh lebih keras dari pada model lainnya.

Menurut yang aku dengar, Knight terbagi atas tiga. Black, White dan Silver. Aku tidak mengerti apa masing-masing dari warna itu memiliki kelebihannya tersendiri tapi, yang kudengar Silver Knight adalah yang paling tinggi diantara keduanya. Karena itulah perusahaan ini dinamakan demikian.

Saat pemilihan siapakah yang akan menjadi Silver Knight tahun lalu, aku dan Yeonggi sudah memperkirakan bahwa pangkat itu akan jatuh pada Wu Yi Fan alias Kris. Bagaimana tidak? Darah Kanada yang ia miliki membuatnya mempunyai postur Tubuh yang tinggi, hidung mancung, garis muka yang tegas dan badan yang atletis, sudah menjamin bahwa dia adalah model yang sempurna.

Namun ternyata kami berdua salah. Silver Knight jatuh kepada Kim Junmyeon-SuHo. Aku dan Yeonggi bahkan sempat tidak terima dengan hasil itu. Dibandingkan dengan Chanyeol dan Kris, Suho bisa dibilang tidak punya kelebihan apa-apa. Tubuhnya tak terlalu tinggi untuk ukuran model, garis mukanya tidak tegas, pokoknya pria itu benar-benar tipikal orang korea biasa.

Namun mengapa perusahaan itu memilih dia? Jawabannya, tidak ada yang tahu. Kupikir, perusahaan itu akan memilih dengan sistem voting atau semacamnya tapi ternyata tidak. Sampai sekarang, tidak ada yang tahu bagaimana cara pemilihan Knight. Paparazzi dan berbagai media internasional sudah mengerahkan segala cara untuk mengungkapkan misteri itu namun tidak ada yang menghasilkan jawaban yang berarti.

Dibandingkan dengan Yeonggi yang ngefans berat dengan Lucas javier alias Chanyeol, aku-Jung Sae Byuk, adalah penggemar berat dari Sehun. Knight 2012 yang baru-baru ini dirilis oleh perusahaan raksaksa itu.

Aku yakin, suatu hari nanti Sehun akan menjadi Silver Knight. Kemampuannya jelas lebih unggul dari pada dua Knight lainnya, Jongin dan Tao.

Tadinya acara Fashion Show From Spring berjalan dengan sempurna. Musik mulai menghentakkan ruangan. Para model berjalan di atas Runway sambil mengenakan koleksi musim semi terbaik yang telah dirancang oleh Mandy James. Mereka berpose dengan indah yang membuat para fotografer dan paparazzi mulai menggila memainkan SLR mereka.

Model wanita yang telah dipilih mengenakan tube dress bermotif flora yang pas melekat di tubuh langsing mereka. Wedges dengan motif berbahan kain itu sukses membuatku iri berat karena walaupun aku menabung sampai sepuluh tahunpun tidak akan cukup untuk membeli sepatu yang sangat cantik itu.

Setelah selesai dengan model wanita, tiba-tiba lampu meredup seketika. Dan dapat kurasakan para audience sedang menahan nafas. Bukan. Bukan karena takut karena ini sedang mati lampu.For God’s sake, ini adalah acara yang diselenggarakan oleh Silver Knight Company! Mati lampu bukanlah sesuatu yang akan terjadi di acara mereka.

Aku dapat merasakan jantungku berdetak sangat cepat saat lamput tiba-tiba kembali dinyalakan dan GASP!

Itu dia. Knight.

Sehun keluar dari backstage dan mulai melanglah diatas runway. Berjalan dengan mengenakan kemeja putih dengan kerah kotak dan kancing yang dibuka membuatnya terkesan casual. Blazer warna cokelat dengan model ala dandy look menggantung di pundaknya tanpa ia kenakan, dan celana pendek dengan warna yang sama dengan blazernya membuat pemuda itu terlihat  seperti tokoh yang ada dalam serial Gossip Girl.

Sepatu kulit berwarna cokelat muda dengan tali yang sengaja tidak diikat rapih tidak membuatnya tegang untuk terus berjalan dan membuat para audience terpesona. Termasuk aku.

Kedua matanya menatap kamera dengan tatapan yang terkesan misterius. Raut wajahnya datar namun tidak membosankan. Rambutnya yang biasa dibiarkan berponi kini dinaikkan seperti saat ia datang ke acara Calvin Klein bersama para model lainnya.

Aku sama sekali tidak melewatkan kesempatan ini untuk terus membidiknya menggunakan kamera SLR yang kubawa. Aku berusaha memotretnya dari segala angel walaupun aku berkali-kali membuat audience lainnya berdecak sebal karena tidak bisa melihat Sehun dengan jelas karena terhalang oleh kepalaku yang sedari tadi tidak berhenti bergerak. Namun aku tidak peduli. Dihadapanku kini ada Sehun dan tidak ada yang lebih penting dari pada itu.

Tanpa sadar aku bangkit dari tempat dudukku dan berjalan mendekati runway. Entah setan apa yang merasuki tubuhku saat itu. hatiku seperti menutup mata dan kedua telingaku, dan menyuruhku untuk terus berjalan mendekati runway. Tak ku hiraukan teriakan tertahan dari Yeonggi yang menyuruhku untuk kembali duduk.

Yang aku tidak tahu adalah kakiku ternyata menyandung sebuah gulungan kabel, dan sedetik kemudian kamera yang terpasang tepat dipinggiran runway terjatuh dan seketika pecah. Membuat kilatan blitz yang tadinya terpancar dari situ meredup seketika.

Keningku dengan sukses telah mencium lantai dan membuat pelipisku terasa berdenyut. Namun aku tidak peduli. Aku ingin melihat Sehun lebih dekat. Aku ingin berada lebih dekat dengan Sehun. Hanya itu yang terlintas dalam benakku.

Namun, bodohnya aku karena tidak menyadari bahwa ternyata sedari tadi Sehun sudah kembali ke backstage. Dan orang yang sekarang sedang berjalan diatas runway bukanlah Sehun. BukanKnight kesukaanku. Bukan idola yang selama ini aku puja. Melainkan….

“Kim Jong….In?”

Jongin yang tadi kaget dengan suara kamera pecah itu spontan menoleh ke sumber suara. Kesalahan fatal. Ya. Seharusnya model yang sedang berjalan diatas runway tidak boleh menghiraukan sesuatu yang terjadi diluar itu. mereka harus tetap berjalan seakan tidak ada yang terjadi walaupun saat itu ada bom yang ingin meledak sekalipun.

Momen itu sama sekali tidak di sia-siakan oleh para paparazzi yang haus akan berita. Mereka dengan cekatan langsung memotret ekspresi kaget Jongin yang dinilai tidak pantas untuk seorang model papan atas seperti dia. Dan saat itu aku bisa melihat pandangan mata Jongin yang menatapku dengan tajam seperti sebilah pedang yang menusuk tepat di ulu hati.

Esoknya, majalah fashion dan Koran penuh dengan berita tentang Jongin yang dinilai tidak bisa menjaga ekspresinya dalam bekerja. Mereka mengatakan seharusnya Jongin tetap berjalan diatas runway dengan langkah pasti dan tidak terusik dengan kecerobohan seorang gadis yang merusak kamera-yaitu aku. Media memang tidak menyebutkan siapa namaku. Mereka hanya menuliskan kalau aku gadis ceroboh yang tidak tahu tempat. Dan seharusnya aku bersyukur akan hal itu.

.Aku pikir pihak Silver Knight Company akan menganggap insiden kamera-jatuh-yang-berakhir-mala-petaka itu sebagai angin lewat saja tapi ternyata tidak. Mereka mencari biang keladi dari semua ini. mereka mencari aku.

Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan sampai-sampai mereka mendapatkan nomor ponselku. Saat aku menekan tombol telepon berwarna hijau itu kupikir aku akan mendengar cacian dan makian dari mereka, dan berakhir dengan mereka meminta aku membayar sejumlah ganti rugi karena telah mencemarkan nama baik salah satu Knight.

Pikiran negative langsung merasuki otakku. Bagaimana kalau aku dilaporkan ke polisi? Apa aku akan masuk penjara? Apa aku tidak akan bertemu dengan kedua orang tuaku lagi? Bagaimana dengan fansite PrinceSehuna yang selama ini aku kembangi?

Namun semua pikiran negative itu seakan terhempas saat utusan dari Silver Knight Companyyang menjadi lawan bicaraku di telepon hanya mengatakan untuk menyuruh ku datang ke perusahaan mereka. that’s it. Tidak ada embel-embel memarahiku ataupun mengganti rugi seperti yang telah kupikirkan sebelumnya.

Dan karena sebab itu lah sekarang aku ada disini. Berjalan beriringan dengan Thomas yang sedang menjelaskan denah gedung ini dengan fasih.

“Lantai pertama itu berfungsi sebagai lobby dan lounge, sedangkan lantai kedua adalah tempat administrasi bagi para media yang ingin meliput kegiatan yang terjadi disini, lalu lantai ketiga itu…..”

“Tunggu sebentar!” potongku cepat, “Mengapa….. mengapa Thomas-ssi menjelaskan tentang gedung ini padaku? Seakan-akan aku ini karyawan baru yang akan bekerja disini saja.”

You soon.”

“hah?”

Thomas tersenyum misterius dan terus melangkah mendahuluiku masuk ke dalam lift. Pria itu memencet angka enam yang ada di dalam lift lalu kembali tersenyum sambil menatapku dengan pandangan aneh. Perasaanku seketika langsung tidak enak.

Pintu lift pun akhirnya terbuka dan kami kembali berjalan beriringan. Thomas merogoh saku nya dan mengeluarkan ponsel. Mengetik pesan lalu memasukkannya kembali, “Dia sudah menunggumu di ruangannya.”

Astaga. Aku meneguk salivaku.. Dapat kurasakan tengkukku kembali merinding. Jantung ku seakan terhenti, lalu berdebar dua kali lebih cepat. Telapak tanganku berkeringat dan gigiku mulai bergemelutuk sangking tegangnya. Dia sudah menungguku, Menunggu aku yang sudah mengahancurkan image yang selama ini telah ia bangun.

Kami pun berhenti di depan pintu bertuliskan nomor 666. Bulu kudukku langsung meremang. Nomor setan.

“Siap?” Tanya Thomas sambil melirikku lewat ekor matanya.

Aku mengangguk ragu. “Y-ya.”

Thomas tersenyum lalu membuka pintu itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Saat pintu sudah terbuka seluruhnya aku dapat melihat punggung seorang pemuda yang sedang berdiri menghadap jendela besar. Pemuda itu mengenakan sweater warna abu-abu keluaran ZARA yang cocok dengan pundaknya yang lebar. celana jins warna hitam Chip Monday melekat di kedua kakinya yang panjang. Lalu saat mendengar suara pintu yang terbuka, pemuda itu menoleh. Sehingga aku dapat melihat wajahnya dengan jelas.

“Jong….in.” desisku pelan. Kedua tanganku bergetar saat mengenali siapa pemuda itu. Jongin. Salah satu Knight 2012. Lebih tepatnya, orang yang telah kuhancurkan imagenya minggu lalu. Dan entah mengapa perasaan ku langsung tidak enak.

Walaupun begitu, aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak terpesona melihatnya. Demi apapun, ini pertama kalinya aku melihat salah satu Knight dengan jarak sedekat ini!

Jongin menatapku dari ujung kaki hingga rambut lalu mempersilahkan ku dan Thomas untuk duduk di sofa yang ada didalam ruangannya.

well, well, well… who’s this huh?” Jongin duduk dihadapanku sambil menyunggingkan senyum jenaka, “Gadis pemberani yang sudah lancang untuk berjalan mendekati runway? Haha.” Ia tertawa menyebalkan lalu kembali bicara, “Siapa namamu?”

“Sae Byuk. Jung Sae Byuk.” Jawabku ragu.

Jongin mengangkat sebelah alisnya, “nama yang kampungan sekali.”

Rasanya seperti dicubit tapi tidak bisa membalas. Memang dia pikir nama Jongin itu tidak kampungan apa? Dibandingkan dengan ‘Sehun’ dan ‘Tao’ jelas nama Jongin yang paling kampungan! Dasar nggak tahu diri.

Namun Aku tidak membalas perkataannya dan memilih diam.

Jongin menatapku sebentar sebelum bangkit berdiri dan berjalan ke meja kerjanya. Membuatku berfikir kalau ruangan ini lebih mirip dengan ruang karyawan kantor dari pada seorang model. Kupikir ruangan seorang model akan penuh dengan foto-foto diri sendiri yang tertempel disetiap dinding, majalah fashion yang berserakan di lantai, pakaian super trendi yang tergantung di lemari, atau hal-hal yang tidak kumengerti lainnya.

Namun ruangan ini berbeda. Walaupun mewah dengan berbagai fasilitas yang memadai, ruangan ini terlihat dingin dan kosong.

Pemuda itu  mengambil beberapa buku ataupun majalah dari atas meja-aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, lalu melemparkannya begitu saja dihadapanku.

“Lihat apa yang sudah kau lakukan padaku, Nona Sae Byuk.” Ucapnya dingin.

Aku meneguk salivaku saat menyadari apa itu. Berbagai majalah fashion dan koran denganheadline yang bertuliskan, ‘Ekspresi kaget dan konyol dari seorang Knight?’, ‘Apa ini yang disebut dengan profesionalisme seorang model kelas dunia?’, ‘Knight ternyata hanya orang biasa‘, ‘Kim Jongin si Knight nanggung?’.

Shit.

Aku dapat merasakan sekarang Jongin sedang menatapku dengan pandangan membunuh. “La-lalu?” Aku bertanya ragu tanpa berani mengangkat kepalaku untuk menetap wajahnya.

“Lalu? Hah.” Ia tertawa kecut, “aku menjadi seperti ini itu semua karena kesalahanmu. Apa Kau sama sekali tidak merasa bersalah padaku, Nona Sae byuk?”

Saat ia mengucapkan ‘Nona’ entah kenapa malah terkesan sebagai singgungan daripada pujian, “A-aku…..” Aku meneguk salivaku, “Aku minta maaf Jongin-ssi. Sungguh saat itu aku tidak sengaja.”

“Apa kau pikir mereka semua….” Jongin menunjuk tumpukan majalah yang berserakan, “Akan mengerti dengan kata, ‘maaf’ dan ‘tidak sengaja’?”

Merasa tidak dapat menjawab pertanyaannya yang memojokan itu aku hanya bisa menundukan kepalaku lebih dalam. Takut melihat kedua bola matanya yang menatapku bagai elang yang siap memangsa seekor kelinci tak berdaya.

Thomas yang menyadari bahwa atmosfir ruangan sudah membeku layaknya es di kutub utara akhirnya angkat bicara, “Jangan menatap Sae Byuk seperti itu Jongin-ah. Kau malah membuatnya ta-.”

Shut up.” Jongin langsung membungkam Thomas sebelum pria itu sempat menyelesaikan kalimatnya, “Gadis ini pantas menerimanya, setelah apa yang ia lakukan pada karirku. Mengerti?”

How dare he. Ucapku dalam hati. Bisa-bisanya ia berbicara tidak sopan seperti itu pada Thomas yang jelas-jelas jauh lebih tua dari dia? Kalau ada ibuku disini, dijamin pemuda ini sudah ditimpuk oleh beliau dengan sepatu berselop tinggi andalannya.

“Jadi Nona Sae Byuk.” Ia kembali menatapku dengan mata elangnya, “Apa yang akan kau lakukan untuk menebus kesalahaanmu?” sebelum aku menjawab, pemuda itu kembali menambahkan, “And for your information….kamera SLR yang kau pecahkan itu…juga milikku.”

“A-aku….” jemariku bergetar. Belum selesai dengan urusan image nya yang hancur karena aku, ternyata diriku juga merusak kamera SLR nya. Sae Byuk kau benar-benar sial, “Jujur aku… Tidak punya banyak uang untuk ganti rugi. La-lagipula, memangnya apa yang bisa dilakukan oleh orang biasa seperti aku?”

“Benar.” Jongin mengangguk setuju, “Kau hanya orang biasa yang tidak mempunyai cukup uang.”

Kalau tahu begitu, ngapain tadi dia nanya? Menyinggung kalau aku ini hanya orang biasa, yang jelas-jelas berbeda dengan dirinya yang seorang super model, hah?! Nyebelin!

“Aku sudah tahu kalau kau tidak bisa membayar dengan uang. Terlihat jelas dari wajahmu itu.”

Maksudnya wajahku ini tipikal wajah orang miskin?!

“Dan asal kau tahu, yang aku butuhkan bukan itu.”

Terus apa?! Kalau nggak butuh uang mengapa memanggilku kesini? Memang dia pikir aku nggak punya urusan yang lebih penting selain datang kesini?! Bener-bener deh orang ini…..

“Aku ingin kau….” Jongin yang tadi menatapku sambil berjalan mondar-mandir akhirnya duduk di hadapanku. Lalu dengan gaya yang sangat santai ia berkata, “Membayarnya dengan tubuhmu.”

Lima detik.

Lima detik adalah waktu yang kubutuhkan untuk mencerna kalimat itu seluruhnya. Setelah detik keenam, barulah aku mampu bereaksi, “Tu-tu-tu-tubuh?!!!!!!”

“Jangan berlebihan seperti itu, dasar norak.” Jongin mendengus sebal, ia menatapku seakan aku ini kuman yang harus dibasmi secepatnya sebelum melukai wajah tampannya yang berharga, “Seharusnya, kau tahu kalau cepat atau lambat kau akan mendengar ini.”

“Aku tidak tahu! Dan aku tidak mau!” Jawabku cepat, “Kau pikir aku gadis seperti apa, mau membayar kesalahanku dengan tubuh?! Lebih baik aku kerja rodi seumur hidup daripada harus menjual tubuhku pada orang sepertimu!”

Terjadi hening yang sangat panjang saat aku berkata begitu pada Jongin. Thomas melihat kami berdua bergantian tanpa berani mengeluarkan suara. Jongin mengerjapkan kedua matanya, lalu balas berteriak, “Kau pikir aku ini laki-laki seperti apa mau mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan memakai tubuhmu seperti apa yang kau pikirkan?! Dasar gadis mesum!”

Gadis mesum????

“Yang kumaksud bukan itu bodoh!” Jongin terlihat frustasi berbicara denganku. Ia meneguk sebotol air mineral yang ada diatas meja sampai tandas, “Mesum dan bodoh. Aku tidak pernah berfikir ada gadis sepertimu sebelumnya.”

Kalau aku tidak mengingat bahwa aku punya kesalahan padanya, mulutku ini tidak akan tinggal diam untuk membalas kalimatnya yang sangat menyebalkan sekaligus menyakitkan itu.

“Aku ingin kau….” Jongin berkata setelah beberapa detik diam, “Jadi pesuruhku.”

Hah?

Dia bicara apa tadi?

Pesu…

“Pesuruh?!!!”

“Benar.” Jongin mengangguk sambil melengkungkan senyum yang sama sekali tidak terlihat manis dimataku, “Hanya jadi pesuruh ko. Tidak sulit kan? Jauh lebih baik daripada aku meminta ganti rugi uang yang sampai kiamatpun kau tidak mampu membayarnya.”

“Ta-ta-ta-tapi…..” Aku melempar pandangan pada Thomas. Minta diselamatkan. Tapi pria itu malah pura-pura melihat kearah lain. Sial. “Ke-kenapa pesuruh? Kau pasti punya asisten pribadi kan?”

“Memang.” Jawabnya santai, “Tapi aku sudah memecatnya kemarin. Karena kutahu, kau pasti akan menerima tawaranku menjadi pesuruhku tanpa digaji.”

Jemariku yang terkepal diatas paha kembali bergetar. Menahan amarah untuk tidak melempar kepala pemuda ini dengan vas bunga yang ada dipojok ruangan. “Aku tidak mau! Pokoknya tidak!”

Aku bangkit berdiri lalu memberaskan belakang pakaianku yang kusut karena terlalu lama duduk di sofa yang terlalu empuk itu. Menatap Jongin dengan tatapan paling tajam yang kupunya lalu berbalik menuju pintu.

“Baik kalau kau tidak mau.” Perkataan Jongin mau tidak mau menghentikan  langkahku.

Aku menoleh dan melihatnya sedang merogoh saku lalu mengeluarkan ponsel. Ia memencet beberapa tombol sebelum menempelkannya di telinga, “Halo? Polisi? Aku ingin melaporkan kasus tentang pencemaran nama baik.”

Seluruh tubuhku langsung membeku mendengarnya. Aku langsung berbalik menatapnya yang sedang memandangku dengan alis yang terangkat sebelah. Seperti menantangku untuk tetap mengikuti permainannya, “Iya,iya pencemaran nama baik. Apa? Pelakunya? Ia sedang ada dihadapanku seka-”

“AAAAAAAAAAA!” Secepat kilat aku langsung berlari kearahnya untuk meraih ponselnya. Namun aku kalah cepat. Pemuda menyebalkan itu malah menaikkan tangannya tinggi-tinggi agar aku tidak mampu menggampainya, “Kumohon jangan laporkan aku pada polisi, Jongin-ssi! Akan kulakukan apapun tapi jangan laporkan apapun pada polisi!”

Jongin mundur beberapa langkah lalu memasukkan kembali ponsel itu ke dalam saku celana jinsnya. Ia terlihat sedang berusaha keras untuk menahan tawa, “Apapun?”

“Iya! Apapun!”

“Kalau begitu, kau menyetujui tawaran untuk menjadi pesuruhku kan?”

Aku meneguk salivaku, sebelum akhirnya mengangguk meski sangat teramat terpaksa, “I-iya.”

Good!” Jongin tersenyum puas, “Mulai besok pekerjaanmu dimulai ya, Nona Sae Byuk.”

“Besok? Apa tidak terlalu cepat?”

“Tidak. Memangnya mengapa terlalu cepat?”

“Aku kan tidak tahu apa-apa tentang gedung ini. Bagaimana bisa menjadi pesu-”

“Kalau soal denah gedung, bukannya Thomas sudah menjelaskannya padamu?” Potong Jongin cepat.

Kedua mataku membulat lalu melempar pandangan pada Thomas yang hanya bisa mengangkat kedua bahunya. Jadi karena ini ia menjelaskan denah gedung tadi padaku? Karena ia sudah tahu bahwa aku akan dijadikan pesuruh disini? Brengsek!

“Wah, wah ada ribut-ribut apa ini?”

Aku langsung menoleh ke pintu yang menjadi sumber suara. Dan dapat kurasakan kedua tungkai kakiku seperti melemas saat mengenali siapakah pemilik suara tadi,

 ”Silver Knight……

-TBC-

Aneh ya? Maaf ya : ( baru pertama kali bikin ff yang ada kaya gini jadi aku minta maaf kalo membosankan : (((.

Aku tunggu RCL nya ya makasih : )

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. chocofin
    Mar 19, 2013 @ 15:12:41

    1st??
    uwoh…keren2…kkk~ duuhh….mereka emang cocok lah jadi supermodel,secara cakep ga nyantai(?) gituh….
    apalagi supermodel yg arogan…err…dapetlah…

    anyways,i’m new reader,lg blogwalking dan iseng mampir..hehe^^
    next part??okeh loncat kesana dulu yah 🙂

    Reply

  2. chocofin
    Mar 22, 2013 @ 15:20:56

    1st??
    uwoh…keren2…kkk~ duuhh….mereka emang cocok lah jadi supermodel,secara cakep ga nyantai(?) gituh….
    apalagi supermodel yg arogan…err…dapetlah…

    anyways,i’m new reader,lg blogwalking dan iseng mampir..hehe^^
    next part??okeh loncat kesana dulu yah 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: