SILVER KNIGHT PART 5

19329-f-x-s-krystal-visits-lodon-for-vogue-girl-photosTITTLE: SILVER KNIGHT PART 5

MAIN CAST: Jung Sae Byuk (OC)

      Kim Jongin

    Oh Sehun

       Huang Zitao

MINOR CAST: Park Chanyeol / Lucas Javier

            Kim Jumyeon / SuHo

 Wu Yi Fan/ Kris

                          Choi Hee Ra/ Cassandra (OC)

                     Song Rae Bin/ Tamara (OC)

AUTHOR: AAL (@adlnayu / @deerjongin)

Length: Chapter

GENRE: Romance, Family, Friendship

Notes: this is not edit. So sorry for typo. Paragraph yang ditulis miring itu berarti flashback

 

 

 

 

 

Jongin’s POV

“Henrietta Angela?”

“Iya.” seorang gadis cantik berambut panjang yang sedang duduk disampingku mengangguk. Frozen yoghurtnya yang dihiasi oleh topping strawberry sudah mencair. Padahal gadis itu belum sempat mencicipinya, “Tamara eonnie yang memberikan nama itu padaku. Bagaimana menurutmu, Jongin-ah?”

Aku lebih suka nama aslimu.

“Nama yang cantik. Cocok untukmu.” Jawabku sambil menyuap suapan terakhir ice cream rasa macchitato kesukaanku, lalu membuangnya ke sembarang tempat, “Tapi jujur, aku lebih suka dengan nama as-“

“Duhhh, kan sudah aku bilang. Kalau buang sampah itu ya ditempatnya dong!” gadis itu-Yoo Ara, tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya. Memungut gelas kertas yang menjadi tempat macchiatoku lalu membuangnya ke tempat sampah, “Bagaimana bila seseorang terpleset karena tidak sengaja menginjak sampahmu?”

“Ya, berarti yang menginjak itu orang buta. Masa sampah sebesar itu tidak kelihatan sih.” Jawabku acuh lalu berdiri. Mengambil jaket kulit hitam yang tersampir di bangku lalu memakainya, “Ayo, kita kembali ke kantor. Kau harus menemui Richy kan?”

“Maksudmu Tuan Richard Andrew White? Mengapa semua orang memanggilnya Richy?” tanya Ara sambil memakai helm berwarna putih yang kusodorkan.

“Karena dia adalah manusia paling kaya sekaligus paling pelit di dunia.” Jawabku sambil tertawa melihat kedua matanya yang seakan mau copot. Aku lalu menepuk jok motor ninjaku sambil berkata, “Silakan naik keatas kuda putih ini, Fairy.”

~SILVER KNIGHT~

“Kapan kau akan memberitahu padanya, syarat utama menjadi fairy?” tanya RIchy sambil menyilangkan kedua lengannya diatas meja yang penuh ukiran berwarna emas itu, “Ini aneh sekali. Gadis itu menjadi fairy TANPA TAHU, syarat utama menjadi fairy. Sebenarnya, apa yang kau katakan padanya?”

“Aku tidak mengatakan apa-apa.” Jawabku enteng sambil mengangkat kedua bahu, “Aku Cuma bilang, ‘Hei Ara, agensi sedang mencari seorang model wanita berbakat. Nama pangkatnya Fairy’ sudah itu saja.”

“Tidak bisa seperti itu, my dear Knight, Kim Jongin.” Pria berkepala plontos itu-Richy, mengusap wajahnya sambil menatapku tak habis pikir, “Kau harus memberitahu gadis itu syarat utamanya.”

“Tanpa diberitahupun, gadis itu sudah memenuhi syaratnya.”

“Aku tahu. Tapi itu akan menjadi sangat tidak adil baginya.”

“Bukannya, anda sendiri yang bilang, tidak ada yang adil di perusahaan ini?” aku menatap pria itu tajam. Sebelum berbalik pergi dari ruangannya sambil berkata, “Memberitahu nya atau tidak, itu bukan urusanmu. Karena gadis itu, milikku.”

~SILVER KNIGHT~

“Gadis itu tidak memilihmu.”

“Apa?!” aku terlonjak dari tempat dudukku. Satu kalimat yang diucapkan oleh Thomas sukses membuat perhatianku teralih dari majalah otomotif yang sedang kubaca, “Apa kau bilang?”

“Gadis itu. tidak memilihmu.” Kata Thomas lagi sambil menatapku prihatin. Dan aku benci tatapan itu lebih dari apapun. Aku benci dikasihani.

“Bagaimana kau tahu?” tanyaku sambil menyusun potongan-potongan kejadian bersama gadis itu yang sudah kulalui beberapa tahun belakangan ini. kami sangat dekat. Aku tidak pernah merasa sedekat ini pada orang lain sebelumnya. Bahkan pada orangtuaku sendiri. Gadis itu juga. Ia bilang ia sangat membutuhkanku. Gadis itu bilang ia menyayangiku lebih dari siapapun. Tapi….kenapa?

“Seharusnya kau tahu Jongin-ah.” Jawab Thomas lagi sambil tetap menatapku prihatin. Tanpa tahu bahwa sedari tadi aku menahan keinginan untuk tidak mencolok matanya dengan garpu, “Kau terlalu fokus untuk memiliki gadis itu. tanpa mau memperhatikan isi hatinya. Tentang perasaannya yang sesungguhnya. Tentang siapa, yang dipilihnya.”

“Jangan bicara seakan kau tahu segalanya!” aku mulai naik pitam. Karena, aku yang paling tahu. Aku yang pertama kenal dengan gadis itu. Jangan berfikir kalau aku tidak pernah memperhatikannya.

“Kau hanya ingin memilikinya demi keegoisanmu, Kim Jongin.” Kata Thomas lagi. Sepertinya nada suaraku yang tinggi tadi tidak memberikan efek pada pria ini. atau mungkin juga, ia sudah terlalu biasa menghadapi diriku yang memiliki emosi seperti gunung berapi, “Apa itu sikap yang seharusnya ditunjukan oleh seorang Knight?”

“Persetan dengan Knight!” aku melempar majalah otomotif ini ke lantai, “Menjadi seorang Knight sendiri bukan menjadi mauku, kau tahu?”

Pria itu terdiam. Kedua matanya yang dibingkai kaca mata berkensa kotak itu menatapku tajam. Ini pertama kalinya aku melihat pria itu menunjukan tatapan yang begini menyeramkan, “Daridulu aku berfikir…dibandingkan dengan kedua orang itu, kau sama sekali tidak pantas menjadi seorang Knight, Kim Jongin.”

~SILVER KNIGHT~

“Ar….Ah, maksudku Henrietta.”

“Ya?”

“Aku…….” Satu tanganku menggaruk tengkuk. Bingung dengan apa yang ingin aku katakan padanya. “Kadang aku berfikir…..”

“Berfikir apa?” tanya gadis itu lagi sambil tersenyum. Lalu merapatkan mantel tebal yang membungkus tubuh kurusnya. Padahal sekarang udara tidak sedang dingin-dinginnya. This is spring for God’s sake. What the hell is going on with this girl?

“Apa artiku bagimu?” akhirnya kukatakan juga pertanyaan yang sedari tadi tersangkut di tenggorokanku.

Ara, atau yang sekarang dipanggil Henrietta menoleh, lalu menatap wajahku dengan kedua bola matanya yang jernih. Ia angkat kedua tangannya untuk menangkup wajahku, lalu berkata, “Kau adalah sahabatku yang paling kusayang, Kim Jongin.”

“Hanya itu?” tanyaku dengan dengan kerongkongan yang seketika terasa tercekat. Thomas memang sudah memberitahuku tentang siapa yang akhirnya menjadi pilihan gadis itu. tapi….kenapa dia? Bagaimana bisa? Padalah tidak sampai setahun mereka berkenalan. Tapi mengapa gadis itu lebih memilihnya daripada aku?

“Jongin-ah, maaf tapi aku…..” gadis itu menutup mulutnya lalu terbatuk-batuk. Kedua bahunya bergetar halus. Lalu saat tangan gadis itu turun dari mulutnya, dan telapak tangan itu terbuka sempurna, dapat kurasakan jantungku seperti terlambat satu detakkan. Kedua mataku membulat dan dengan suara yang tercekat aku berkata, “darah….?”

~SILVER KNIGHT~

Jongin’s POV

Potongan-potongan kenangan masa lalu yang seketika berkelebat dikepalaku langsung pupus  saat gadis mesum itu menanyakan sesuatu yang akhirnya diucapkan juga oleh kedua belah bibirnya. Aku tahu, cepat atau lambat ia pasti menanyakan hal itu. Yang aku tidak tahu adalah, mengapa gadis ini harus bertanya padaku, disaat aku sedang berusaha untuk melupakan hal itu.

“Fairy kau bilang?”

“Iya. Fairy itu apa dan siapa Henrietta Angela sebenarnya?”

“Aku hanya mau menjawab satu pertanyaan.”

“Apa?”

“Pilih salah satu.” Ucapku lagi. “Fairy, atau Henrietta Angela. Pilih salah satu.”

“Kenapa kau tidak menjawab dua-duanya saja sih?” Gadis itu terlihat geregetan setengah mati. Tak apa. Aku suka melihat orang kesal. Itu seperti bentuk hiburan di hidupku yang membosankan.”Dasar pelit!”

Aku mengangkat kedua bahu santai, “Up to you. Pilih salah satu atau tidak sama sekali.”

Gadis mesum itu terlihat sedang menggigit bibir bawahnya. Kutebak, ia pasti sedang berfikir keras. Dan kutebak lagi, pasti gadis itu mempunyai otak yang nggak lebih besar daripada seekor siput. Jadi aku dapat mengetahui ia pasti lebih memilih untuk menanyakan….

“Oke. aku pilih pertanyaan kedua.” Katanya sambil mengangguk pasti,”Siapakah Henrietta Angela sebenarnya?”

Diam-diam aku tersenyum tipis. Sudah kuduga. Kau memang gadis bodoh.

“Henrietta Angela adalah…….” Aku sengaja menggantungkan kalimatku. Ingin membuat gadis itu penasaran setengah mati, “Dia adalah…..”

Gadis itu mengangkat kedua alisnya tinggi-tinggi. Lucu sekali. Ah, maksudku, bodoh sekali, “Adalah….?”

“Dia adalah…..”, tahan Kim Jongin. Jangan tertawa dulu, “Dia adalah seorang fairy.”

“…….”

“………”

“Lalu?”

“Apanya yang lalu? Itu jawabannya.”

“La-lalu fairy itu apa?”

Aku tersenyum penuh kemenangan, “Aku sudah bilangkan? Aku hanya menjawab satu pertanyaan. Dan kau sudah memilih pertanyaan kedua.”

Gadis itu membulatkan kedua matanya. Ia tiba-tiba bertingkah seperti orang yang sedang panik,”ta-tapi apa gunanya jika aku tidak mengetahui fairy itu apa?”

Detik itu juga aku tidak bisa tahan untuk tidak menyemburkan tawaku dihadapan wajahnya, “Makanya kubilang, kau itu gadis mesum dan bodoh! hahahahahaha.”

Gadis itu sekarang menatapku dengan mulut yang mengaga lebar. dan itu membuat tawaku semakin keras. Ia lalu menggigit bibirnya, menghentakkan kaki gemas lalu berteriak sekeras-kerasnya,

“KIM JONGGGINNNN!!!!!!!”

~SILVER KNIGHT~

Someone’s POV

“KIM JONGINNN!!!!”

Aku menoleh saat nama itu terdengar. Kedua mataku lalu menemukan tiga orang gadis sedang duduk-duduk di tengah-tengah Cafe sembari membuka halaman majalah BAZAAR bulan ini sambil berteriak-teriak dan membuat segala kegaduhan lainnya.

“Duhhh, ganteng bgt sih!” Seorang gadis yang memakai atasan pink berkomentar, “Gila ya… Aku nggak peduli orang mau bilang dia nggak pantas jadi Knight cuma karena insiden kecil itu. Yang jelas aku ngefans banget sama dia!”

“Ehh aku juga! Aku juga!” Gadis yang memakai bandana hijau ikut-ikutan berkomentar, “Dibandingkan dengan kedua Knight lainnya, aku lebih suka dia! Dia yang paling keren!”

“Bener bener bener!” Gadis yang memakai anting yang modelnya seperti bawang bombai pun ikutan menyumbangkan suaranya sambil menepuk-nepuk bahu si gadis bandana hijau gemas, “Si Sehun itu terlalu kaku. Kalo si satu lagi… Yang rambutnya hitam itu… Oiya Tao! Si Tao kemana ya? Belakangan ini nggak kelihatan loh.”

“Mungkin dia sedang sembunyi dari orang -orang kaya kamu!” Si gadis atasan pink tiba-tiba terbahak. Suara tawanya mengingatkanku pada seekor angsa yang lagi dicabuli sama  keledai, “Dia takut kaliii digemari gadis-gadis ganas kaya kamu, makanya dia berhenti jadi model!”

Justru yang terlihat ganas itu kamu tahu!

“Hah, serius kamu dia berhenti jadi model?! Tahu dari mana?! ” Si gadis bandana hijau membulatkan kedua matanya, “tapi kalau memang bener…. Ya bagus dong! Itu berarti kesempatan Jongin Oppa untuk menjadi seorang Silver lebih besar!”

“Bener bener bener!” Si gadis beranting bawang bombai lagi-lagi berkata gemas, “Bagus tuh kalau si Tao minggat dari agensi itu. Berarti satu lawan gugur!”

“Daun kaleee gugur, hahahahahaha”

Aku memutuskan untuk tidak melanjutkan mendengarkan pembicaraan trio burung beo benita itu. Dan berfikir untuk menikmati Hot OJ (orange juice) ini ditaman saja. Daripada di Cafe yang sebenarnya nyaman, tapi dipenuhi oleh orang-orang yang hobi membuat polusi suara. Aku kan pergi ke Cafe ini untuk mencari ketenangan, kenapa malah disuguhi tiga burung beo sekaligus sih?

“HOT OJ?!! Yuck!!! Are you kidding me?”

Tegukan Hot Orange Juice ku tiba-tiba terasa nyangkut di tenggorokan saat tiba-tiba suara yang jauh lebih buruk dari ketiga burung beo tadi dijadiin satu  merasuki indera pendengaranku.

“Why? Got a problem with that? Kau pikir ice cream rasa macchiato mu enak? Kaya nenek-nenek saja, sukanya teh hijau!”

“Nenek-nenek mana yang suka makan ice cream? Yang ada kamu yang nenek-nenek! Sukanya minum-minuman hangat terus! Hot OJ lagi! Nggak kebayang gimana rasanya.”

Aku tersenyum kecut. Menghabiskan minumanku ini sampai tandas lalu melemparkannya ke sembarang tempat. Namun, sedetik kemudian aku seperti terjentik oleh sesuatu. Kupungut lagi gelas plastik itu, lalu membuangnya ke tempat sampah terdekat.

Seseorang pernah berkata padaku. Orang lain bisa saja jatuh ataupun terpeleset akibat sampah yang dibuang sembarangan. Jadi, sebisa mungkin kita harus selalu membuangnya ke tempat yang sudah seharusnya.

“Tempat yang seharusnya?” Aku bergumam pelan lalu tersenyum kecut, “Berarti, kalau aku membuang sampah ini ke muka seorang Kim Jongin…..boleh dong?”

~SILVER KNIGHT~

Sehun’s POV

“Sehun-ah, kau sudah selesai?”

Aku yang tadi sedang sibuk menempatkan sebuket bunga mawar putih pada vas kaca seketika menoleh. Dan menemukan kepala Jung Soo Yeon aka Jessica, penanggung jawab pribadiku menyembul dari balik pintu, “Boleh tunggu lima menit lagi? Sebentar lagi aku selesai.”

Wanita berambut burgundy melirik bunga yang sedang kupegang lalu mengangguk mengerti, “Baik. Jangan lama-lama ya. Sebastian Montez -desainer gendut cerewet itu- benar-benar ingin mendiskusikan konsep runwaynya bersamamu.”

aku hanya mengangguk singkat. Jessica lalu menutup kembali pintu dan berjalan pergi meninggalkan ruangan ini.

Aku lalu mengangkat wajah dari rangkaian bunga, menatap foto seorang gadis cantik yang sedang tersenyum, “Kau ingat Jessica? Wanita itu sempat bilang, kalau ia sangat merindukanmu. Apa kau juga merindukannya?”

Tidak ada jawaban. Tentu saja. Memang, apa yang kupikirkan, “tentu tidak ya. Di tempatmu sekarang, kau pasti bisa melihat semua orang yang ada disini, jadi, untuk apa merasa rindu.”

Setelah selesai menaruh semua bunga mawar putih ini ke satu vas kaca besar, aku menyerahkannya ke atas altar. Lalu menatap foto gadis itu dengan senyum lebar, “Ini kado dariku. Selamat ulang tahun yang ke 18, Angela.”

“Kau gila ya?”

Tanpa harus menoleh, aku sudah tau siapa pemilik suara yang selalu muncul tiba-tiba seperti hantu. Malah menurutku, pemilik suara ini jauh lebih menyeramkan daripada mahluk halus, “Keberatan jika aku gila?” Balasku tanpa menoleh padanya.

Mahluk halus itu, ah, maksudku, manusia itu lalu tertawa sinis. Berjalan mendekat padaku lalu ikut memandangi foto Angela yang terpasang diatas altar, “Sudah dua tahun berlalu….. Cepat ya?”

“Tidak juga.” Aku mengangkat bahu santai, “Dua tahun rasanya seperti dua abad bagiku.”

“Kau berlebihan.” Kata manusia itu lagi. Ia lalu menoleh dan menatap kedua mataku tajam, “Dan gila.”

“Makanya kutanya padamu, keberatan jika aku gila?”

Manusia itu hanya tersenyum sinis. Lalu menggelengkan kepalanya tak habis pikir, “Kau adalah orang paling bodoh yang pernah kukenal.”

“Dan kau adalah orang yang paling suka mencampuri urusan orang lain, Krystal Jung.”

Jung Soo Jung aka Krystal Jung hanya mendengus sebal. Senyum sinis itu menghilang dari wajah dinginnya, digantikan dengan raut keras yang biasa ditunjukannya, “Ini sudah dua tahun, Sehun-ah. Kenapa kau masih memutuskan untuk melanjutkan tidur lelapmu? Bangunlah!” Manusia itu lalu mencengkram kedua bahuku, “Bangun dan lihat kenyataannya. Gadis itu sudah tiada.”

“Lalu? Apa urusanmu?” Aku mengangkat sebelah alis.

Manusia itu menggigit bibirnya. Kesal. Ia melangkahkan satu kakinya, “Lupakan dia.”

“Tidak.”

“Oh Sehun!”

“Apa?”

“Kau gila.”

“Kutanya lagi padamu, keberatan jika aku gi-”

Aku tidak sempat melanjutkan kalimatku, karena manusia satu ini sudah menutup bibirku menggunakan bibirnya. Ia lumat kedua belah bibirku. Satu tangannya menarik kerah jaket jins ku untuk memperkecil jarak. Kehabisan nafas, ia pun menarik wajahnya. Menatapku sambil terengah, “Lihat aku.” Ucapnya dengan nada bergetar dan kedua mata yang merah. Ia lalu menangkupkan wajahku dengan kedua tangannya, “Lupakan dia. Dan lihatlah aku.”

“Jung Soo Jung.”

“Y-ya?”

Aku melepaskan tangannya yang menangkup wajahku. Menatapnya tajam lalu berjalan pergi, “Kau gila.”

~TBC~

Haiii ketemu lagi dengan AAL! Nambah lagi ini tokoh baru, inget jangan dilupain ya tokoh-tokohnya : ).

Gimana sampai part ini kalian udah menemukan berapa petunjuk? : ). Tunggu chapter selanjutnya dan jgn lupa RCL ya makasihhh : ).

Advertisements

9 Comments (+add yours?)

  1. Anita Oh Jongsis
    Mar 09, 2013 @ 16:38:39

    next~makin rumit thor

    Reply

  2. Luzi
    Mar 10, 2013 @ 09:16:12

    yaaaaaaaaa,kerennn ^^
    Jung soo Jung ganas amat #plak
    who is he/she? tao tao? :3
    uwaa,sekarang aku tau apa itu fairy >.< #padahalgk
    author jangan lama2 post selanjutnya ya?
    biar gk bikit greget (?)
    fighting!! (^.^)9

    Reply

  3. ⍣ DEDE ⍣
    Mar 11, 2013 @ 12:39:43

    ini dia nih yang aku tunggu2, HUAAAWWW ceritanya makin seru. ya ampun itu sehun ama krystal. OMO!
    thorr lanjut dong chapter 6 nya ^^

    Reply

  4. miyuk
    Mar 12, 2013 @ 10:29:12

    Admin pos di exo ff aja deh ‘-‘)/
    saya sering lupa ngechek disini -_-

    btw aku makin.bingung. kwkwkw. povny kai sm.ceweny aku bingung. wkkw.

    Next chap cepet ya >_<

    Reply

  5. Anonymous L
    Mar 17, 2013 @ 03:19:06

    Keren bangeeettt.. ^^
    cepet apdet yaa.. u,u *ngarep*

    Reply

  6. chocofin
    Mar 19, 2013 @ 15:57:15

    hwaa….makin rumit yah : /
    tp ara a.k.a henrietta itu is dead kan? *sotoy*
    err…trus siapa lg yg itu yg gk suka sama jongin??
    super penasaran,sama kayak sae byuk #plaak
    still waiting for the next part 🙂
    hwaiting^^

    Reply

  7. Bil
    Mar 20, 2013 @ 13:30:33

    Authorr aku selalu nungguin cerita inii.. Bagus bgt thorr.. Ditunggu ya part selanjutnyaaa

    Reply

  8. Bit
    Mar 21, 2013 @ 01:23:06

    Lanjut thor!
    Sebenernya aku agak kecewa sama chapter ini /maaf/. Harapan awalnya sih cerita di chap ini langsung to the point. Soalnya lama” gue bingung gegara kebanyakan cast yg sebenernya ga terlalu ngaruh. Misalnya di chap sebelumnya Saebyuk ketemu sama model Earl trus Kai nyamperin dia. Maaf atas kritiknya /bungkuk unyu :D/
    Kalo masalah petunjuk, aku memprediksi kalo Saebyuk bakal jadi fairy. Tapi jalannya sebagai fairy bakal sangat panjang dan penuh berbagai rintangan /sok tau banget -_-/ bener ga thor? -_-
    btw, aku pengen ceritanya kayak di drakor” gitu. Biar bisa buat reader macam saya ini di satu waktu bisa galau, seneng, geregetan sekaligus penasaran 😀
    and the last, keep writing and paikting (?)

    Reply

  9. meblely
    May 14, 2013 @ 17:18:49

    Hai hai..Suka thor sama ceritanya, makin bertambah aja ya cast-nya. hehehe :p

    Masih banyak tanda tanya yg belum terungkap nih thor *assik* itu henrietta angela siapa? apa hub. Sama si sehun, tao, jongin? Trus si jong in emang knp, sampe diblg ga pantes jadi knight? Trus itu someone pov kira2 siapa ya, slh satu dri ke-3 knight itukah, tao? *kepo*

    Trus knp si krystal ngapain nongol ituh, nyium si sehun lagi. -__-

    Lanjutin thor~ capcuss~

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: