LOVE TRIP TO ITALY PART 5

TITTLE: LOVE TRIP TO ITALY PART 5
CAST : SEO JOO HYUN & CHO KYUHYUN
GENRE: ROMANCE, COMEDY
AUTHOR: AAL (@adlnayu / @y00nkai)
LENGTH: CHAPTER
Notes: sorry for typo

Marcus’s POV

Sial sial sial!

Kembali kucocokan pemandangan di hadapan mataku dengan gambar yang tertera pada buku panduan milik Seohyun. Benar, tidak salah lagi, ini pulau Poveglia. Gondolieri –yang sepertinya berpendengaran buruk itu- salah mengantar. Bukannya ke pulau Lido, ia malah mengantarkan kami berdua ke pulau yang termasuk daftar sepuluh tempat terseram di dunia ini!

Padahal, coba kalian pikir. Pengejaan Li-Do dan Po-Veg-Lia kan jauh banget! Sepertinya Gondolieri itu memang tuli betulan.

“Ba-bagaimana ini….” Seohyun meraih ujung pakaianku sambil terisak, “A-Aku takut.. ki-kita harus pulang sekarang….”

Aku juga mau pulang tauk! Tapi tidak mungkin aku bicara seperti itu. hanya akan memperburuk suasana dan gadis cengeng ini akan semakin panik. Kalau sudah seperti itu, aku akan menjadi tambah repot.

“sudah tenang saja dulu. Kita pasti bisa keluar dari sini” aku sendiri sebenarnya tidak terlalu yakin kami akan keluar dari sini hidup-hidup tapi kupikir hanya kalimat itu saja yang dapat menenangkan Seohyun walaupun sedikit.

Tidak berlebihan jika aku mengatakan bahwa aku ragu, diriku dan Seohyun bisa keluar dari pulau ini hidup-hidup. Jika kalian tau tentang sejarah pulau ini, maka kalian pasti akan berfikiran sama denganku.

Cerita tentang Pulau Poveglia bermula dari berjangkitnya wabah penyakit pes yang tidak ada obatnya di Italia pada tahun 1576.

Pulau tersebut pada awalnya digunakan untuk menguburkan penderita penyakit pes, namun selanjutnya selain sebagai tempat pemakaman juga digunakan sebagai tempat pembuangan penderita penyakit pes.

Pada tahun 1922, sebuah rumah sakit jiwa dibangun di Pulau itu. Mitos mengatakan bahwa operator rumah sakit adalah seorang dokter gila yang jahat yang menggunakan pasien-pasiennya untuk bereksperimen. Konon, dokter tersebut melakukan eksperimen seperti lobotomy menggunakan alat seperti palu dan bor tangan manual.

Selain karena tekanan dari dokter, pasien-pasien tersebut juga mendapat gangguan yang katanya berasal dari arwah gentayangan korban wabah pes tetapi tak ada yang percaya karena mereka sudah dianggap gila.

Konon, Setelah beberapa lama, dokter tersebut merasakan kehadiran arwah penasaran poveglia. Akhirnya dokter mulai melihat roh dirinya sendiri dan melompat (atau dilempar? Aku tidak tahu) Dari menara lonceng kematiannya. Rumor menyebutkan mayat dokter itu ditanam (dibata) di menara tersebut.

Salah satu teman pelukisku, Spencer Lee, pernah sok mengunjungi pulau ini untuk kepentingan melukis. Ia mengatakan padaku bahwa ia ingin melukiskan sesuatu yang berbeda dari yang lain. Dengan bekal sebuah kanvas dan kuas ia pergi ke pulau ini. dan sejak itu aku tidak pernah melihat batang hidungnya lagi.

“Marcus…. Pulang…. Aku mau pulang….” Gadis itu makin mempererat pegangannya pada pakaianku. Air mata sudah membanjiri kedua pipinya, namun maaf saja. Aku bukan pria yang mudah terenyuh oleh air mata wanita.

Dengan cuek aku menghentakan tangannya lalu berkata, “tidak ada gunanya menangis. lebih baik kau membantuku berfikir bagaimana caranya agar kita bisa keluar dari sini”

Diluar dugaanku, ekspresi Seohyun malah mengeras. “enak saja kau bicara begitu! Wajar kalau aku menangis, toh ini semua juga gara-gara kamu!”

Alisku menaut, “kenapa jadi aku yang salah?”

“kan kamu yang mengajakku ke Pulau Lido, tapi kita malah terdampar disini!”

“kalau begitu, salahkan Gondolieri tuli itu. jangan salah kan aku!”

“Tapi kan kamu yang mengajakku untuk jalan-jalan keluar dari Venezia!”

“aku tidak akan mengajakmu jalan-jalan keluar Venezia, kalau kau sendiri tidak rewel ingin minta dibawa ke tempat romantis!”

Seohyun menghentakan kakinya. Ia menggigit bibir bawahnya, tanda menahan amarah, “jadi kamu nyalahin aku?”

“lah kan semuanya bermula dari kamu, jelas kamu yang salah!” jawabku tidak mau kalah. Mau taruh dimana harga diriku kalau sampai kalah berdebat dengan wanita.

Seohyun menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya dengan apa yang barusan aku ucapkan. Entah kenapa kadang aku merasa wanita ini sangat berlebihan.

Ia menghentakan kakinya sekali lagi sebelum tiba-tiba berlari menjauh.

“Hey! Seohyun, kau mau kemana?!” aku berusaha mengejarnya dan menarik lengannya. Ia menampik tanganku lalu kembali berlari, “Hey, jangan bodoh! Kita tidak boleh terpisah!”

Namun sekeras apapun aku berteriak, gadis berambut panjang itu tetap berlari tanpa menoleh sedikitpun.

Aku ingin mengejarnya namun sedetik kemudian menyadari sesuatu.

Ah, ini pasti taktik wanita. Mengharapkan seorang pria meminta maaf kepada mereka sambil bertekuk lutut. Tapi, maaf Seohyun. Sekali lagi kukatakan aku bukan seorang pria yang muda terenyuh oleh air mata wanita.

Lagipula ini kan tempat angker. Paling lima menit lagi ia akan ketakutan sendiri dan pada akhirnya akan kembali padaku.

Dan sambil menunggu lima menit itu berjalan, bagaimana kalau kita lakukan ekspedisi sedikit tentang pulau ini?

~LOVE TRIP TO ITALY~

Seohyun’s POV

Jahat jahat jahat!

Jelas-jelas dia yang salah, mengapa aku yang disalahkan?

Seharusnya ia meminta maaf, bukannya malah memarahi aku. Dan uh-oh ini pertama kalinya aku bertemu seorang pria yang bahkan tidak sedikitpun tersentuh saat melihat air mata wanita. Dasar gak punya hati!

Aku berjalan sambil terus menendang batu-batu kecil yang ada di hadapanku untuk menyalurkan amarah. Sampai tiba-tiba….

PLOP!

Salah satu sepatuku terlepas dan jatuh di dalam selokan. Pintar sekali Seo Joo Hyun. Bukannya memperbaiki masalah kau malah memperburuk suasana dengan kecerobohanmu itu. pantas saja Marcus kesal denganmu.

Aku mendengus kesal sambil berjalan ke sebuah selokan kecil yang jorok,kotor dan menyeramkan itu.

Tunggu.

Menye…ramkan?

Astaga. Aku lupa bahwa sekarang aku berada di pulau Poveglia alias Pulau mayat. Seo Joo Hyun kau benar-benar pintar!

Aku memukul kepalaku sendiri lalu Dengan setengah berlari aku mengambil salah satu sepatuku yang terlepas itu sampai tiba-tiba aku merasa aneh.

Mengapa sepatuku keras begini? L-loh i-ini kan…..

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Reflek aku langsung membuang benda yang tadi kukira sepatu itu. bagaimana tidak, benda itu adalah tengkorak manusia! Aku langsung melongokan kepalaku pada selokan kecil itu dan langsung terkesiap saat melihat puluhan tengkorak menyesaki selokan itu.

Aku menegup salivaku. Mungkin tidak apa-apa jika aku berjalan dengan hanya memakai satu sepatu. Sampai matipun aku tidak akan pernah mau menjulurkan tanganku kembali kesana.

Dengan sedikit terpincang aku kembali berjalan. Hawa dingin mulai menggigit tulang. Membuatku merapatkan sweater cokelat muda yang sedang kukenakan. Setiap aku melangkah selalu saja ada daun kering yang kuinjak, sehingga menimbulkan suara yang selalu sukses membuatku terkejut.

Aku menolehkan kepalaku kebelakang dan mendengus saat menemukan Marcus tidak ada disana. Mengapa ia tidak mengejarku? Apa ia tidak khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi padaku?

Ah, iya. jam berapa ini?

Aku melirik benda putih yang melingkari pergelangan tanganku lalu meneguk ludah. Sebentar lagi jam enam sore. Waktu terus berjalan dan tak lama lagi malam akan menyapa. Aku tidak ingin terjebak disini lebih lama lagi.

“HEIIII APA DISINI ADA ORAAAAAAAAANG?” teriakku sekeras mungkin. Aku tahu ini pulau tak berpenghuni tapi tidak ada salahnya mencoba. “AKU TERJEBAK DISINI. APA ADA YANG BISA MENGANTARKU KEMBALI KE VENICEEE?!!!”

Keringat dingin muncul dari pelipisku saat tiba-tiba kulihat semak belukar yang sepuluh meter didepanku bergemerisik. Padahal aku yakin tidak ada angin yang bersemilir. Kakiku sudah mengambil ancang-ancang untuk lari seribu langkah sampai tiba-tiba sesosok manusia menyeruak keluar dari sana.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

“H-Hei, non urlare! (jangan berteriak)”

Aku mengerjapkan kedua mataku saat menyadari bahwa sosok misterius tadi adalah seorang bapak-bapak yang sudah berumur, “H-Heh?”

“Non gridare. Non grido bravo in questo luogo (jangan berteriak. Tidak baik berteriak di tempat ini)” bapak itu menaruh telunjuk dibibirnya.

Aku menggeleng pelan, “i can’t understand what are you saying…..”
Bapak tua itu memperhatikanku sebentar. Lalu berdehem, “ah maaf. Kubilang, tolong jangan berteriak disini.”

“Bagaimana mungkin aku tidak berteriak di tempat menakutkan seperti ini?” aku memutar kedua bola mataku tak habis fikir, “Oiya. Bapak siapa?”

“Alberto.” Ia mengukurkan tangannya, “Aku adalah petugas yang biasa berpatroli disini. Nona sendiri?”

“Seo Joo Hyun. Turis. Tersesat.” Jawabku singkat padat dan jelas, “Apa bapak bisa mengantarku kembali ke Venice?”

“Bisa saja.” Bapak itu mengangguk, “Kalau begitu, mari naik ke kapalku. Tidak baik berlama-lama disini.”

“Se-sebelum itu. Bapak tidak keberatan kan untuk membantuku mencari…. mencari pacar, em maksudku temanku dulu?”

~LOVE TRIP TO ITALY~

Marcus’s POV

“Hmmmmmmmm.” Aku menggaruk tengkuk, “Rasanya aku sudah melewati bangunan ini dua kali. Padahal aku kan tidak berjalan memutar.” Kutolehkan kepalaku ke segela arah, “tuhkan. Bangunan ini, lalu….tiang itu. Aku sudah melewatinya dua kali.”

Kedua mataku mengerjap, “aku tersesat? Hah. Tidak mungkin.” Aku tertawa ragu. “Seorang Marcus Cho tidak mungkin tersesat di pulau sialan ini.”

Lalu sedetik kemudia aku meneguk ludah. Sial. Sepertinya aku benar tersesat.

Bulan semakin naik dan aku masih belum berhasil menemukan Seohyun. Apa gadis itu diculik hantu ya? Ah, hantu itu tidak ada. Tidak ada. Tidak ad-

Teng~ teng~ teng~

Saat mendengar suara yang seperti lonceng itu, bulu kudukku langsung merinding. Jika benar itu adalah suara lonceng, lebih baik aku lari dari pulau ini dengan berenang saja sekalian.

Karena,lonceng yang berada di pulau ini seharusnya sudah tidak berfungsi. Dulu, lonceng itu memang sempat digunakan oleh pihak rumah sakit disini, namun semenjak insiden dokter gila itu mati, tentu saja tidak akan ada orang yang menggunakan lonceng itu lagi kan?

Jadi bila lonceng itu berbunyi sendiri seperti ini…ja-jangan memang benar kalau pulau ini berhan….

Dan aku merasakan sebuah tangan tiba-tiba menyentuh bahuku. Saat aku menoleh, aku tidak bisa melihat apapun, selain sesosok wanita, dengan rambut panjangnya dan muka pucat.

Ha-ha-HANTU!

“GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” aku langsung berlari namun hantu itu menangkap tanganku dan menariknya.

“HEY MARCUS!”

hantu itu bahkan tahu namaku! “GYAAAAAAA TINGGALKAN AKU JANGAN DEKATI AKU”

“MARCUS, INI AKU!”

“SIAPA KAMU GYAAAAAA MAAF HANTU AKU TIDAK AKAN MENGGANGGUMU”

PLAK!

“Ini aku Marcus Cho! Ini aku Seohyun!” kurasakan sebelah pipiku panas karena sebuah tamparan tepat melayang disana, “Kenapa kau berteriak-teriak begitu?”

“Seo…..Hyun?” aku mengerjapkan mataku. Rambut panjang yang menutupi sebagian mukanya benar-benar membuatnya terlihat seperti hantu, “Kau benar-benar…Seohyun?”

“Tentu saja benar. Kau ini kemana saja? A
ku tadi mencarimu ke tempat terakhir kita bertemu tapi kau tidak a-HEI lepaskan aku bodoh!”

“Huaaa Seo Hyun!” aku menghambur dan memeluk gadis itu erat, “giuramento! (sumpah), kupikir kau hantu!”

Gadis itu meronta ingin keluar dari dekapanku tapi kukuatkan kedua lenganku untuk terus memeluknya. Entah kenapa aku merasa senang sekaligus lega saat kembali melihat wajahnya.

Aku menundukan kepalaku lalu mencium puncak kepalanya, “grazie per avermi salvato, Seohyun” (terima kasih karena telah menyelamatkanku)

Gadis itu mendongakan kepalanya lalu menatap wajahku dengan kedua matanya yang membulat seperti bola daging. “Neo…Jinjja. Nappeun namja.”

Aku mengangkat sebelah alisku,“hah? Kau bilang apa?”

“Genit! Dasar laki-laki yang suka cari kesempatan!”

“siapa? Aku?”

“Lihat kaca sanah!” gadis itu menghentakan kakinya lalu berbalik pergi.

Aku menangkap tangannya, “Hei, kita tidak boleh terpisah lagi. Sekarang, hal yang harus kita lakukan adalah memikirkan cara agar bisa keluar dari tempat ini.”

“Ah, iya.” Gadis itu menepuk keningnya. Ia mendongakan kepalanya seperti mencari sesuatu. Namun saat kedua matanya menangkap sebersit cahaya yang ada di dekat pantai –yang selanjutnya kuketahui itu adalah sebuah perahu boat-, Seohyun langsung menarik tanganku untuk berlari kesanah, “Itu dia. Alberto telah datang!”

“Siapa itu Alberto?”

“Nanti saja kujelaskan.” Gadis itu tetap berlari tanpa sekalipun menoleh, namun aku masih bisa mendengarnya berkata, “Yang jelas, aku sudah menolongmu Marcus Cho. Itu berarti hutangku lunas.”

Apa makudnya itu?

~LOVE TRIP TO ITALY~

Seohyun’s POV

Kami memutuskan untuk kembali ke Roma esok hari juga. Memang kuakui Venesia adalah kota yang sangat indah. Tapi kejadian di pulau Poveglia tadi benar-benar membuatku merasa ‘cukup’ untuk menjelejahi kota ini. Ditambah lagi dengan bau amis yang ditimbulkan karena kota ini selalu dialiri sungai membuatku sempoyongan.

Aku sedang membereskan koper saat tiba-tiba pintu kamar hotelku diketuk. Saat aku membekukanya mataku menemukan sosok Marcus berdiri diambang pintu dengan rambut yang masih basah, “Sedang apa?” tanyanya.

“Membereskan koper. Seperti yang kau lihat.” Jawabku sambil mengangkat bahu, “Kalau tidak ada yang ditanya lagi kututup pintunya ya.”

“E-E-Ei, galak banget sih.” Marcus memuat kedua bola matanya sambil menahan engsel pintu, “Kau tidak lapar? Kita cari makan yuk.”

“Aku sedang tidak nafsu makan.”

“Oh, Come on. Besok kita sudah kembali ke Roma loh apa salahnya kalai jalan-jalan sebentar? Kau tidak pernah merasakan suasana malam di kota gondola ini kan?”

“Salahnya adalah, karena perginya sama kamu! Bukan nggak mungkin kan kalau kita nanti tersesat lagi?” kataku ketus. Aku tidak ingin mempertaruhkan nyawaku lagi hanya untuk pergi bersamanya.

Ia menatapku sambil menaikan sebelah alisnya. Wajahnya dihiasi senyum yang menyebalkan, “Ckckckck, ternyata kau penakut sekali Nona Seo Joo Hyun.”

“Bukannya aku takut, tapi aku hanya berhati-hati.”

“Kau berkata seakan aku ini hewan buas saja.” Marcus mengerling. Ia tarik satu tanganku agar keluar dari kamar. Menutup pintu lalu menguncinya dengan kunci yang masih tergantung di engsel, “Ikut aku, dan kau akan merasakan betapa romantisnya Venezia di malam hari.”

~LOVE TRIP TO ITALY~

ndola-gondola yang terikat ditepian pelabuhan tertiup oleh angin malam. Membuat pangkal dari gondola tersebut membentur kayu jembatan dan menimbulkan suara ketukan yang membuatku nyaman.

Sepertinya apa yang Marcus katakan memang benar adanya. Suasana malam Venezia tidak kalah dengan Paris. Jika Paris punya menara eiffel, maka Venezia punya Bridge of Sighs.

Bridge of Sighs atau Ponte dei Sospiri adalah jembatan yang terbuat dari batu kapur yang dibangun di atas Rio di Palazzo. Jembatan ini merupakan jembatan tertutup yang menghubungkan penjara kuno menuju ruang interogasi di Palazzo Ducale.

Tapi jangan menganggap jembatan ini kuno karena berhubungan dengan penjara kuno. Ducale. Mitosnya, jika kita berciuman saat melintas di bawah jembatan ini di waktu matahari terbenam, cinta kita dan pasangan akan terjalin sampai akhir hayat.

Sayangnya ini sudah jam Sembilan malam dan aku pergi kesini bukan bersama Yonghwa Oppa melainkan bersama pemuda asing yang bahkan belum kukenal seminggu.

“Nih.” Marcus menyerahkan gelas kertas berisi kopi yang masih mengepul. “Untuk menghangatkan diri.”

Aku menyambutnya ragu, “Kulihat kau sering sekali minum kopi. Aku bahkan hampir tidak pernah melihatmu minum air putih ataupun teh.”

Marcus terkikik geli, “Orang italia, jarang yang suka minum teh. Mereka lebih suka kopi.” Ia mengetuk gelas kertasnya menggunakan jari, “Dosenku bahkan pernah membubarkan kelas karena sedang bad mood. Saat kutanya kenapa ia bilang karena saat sarapan ia lupa minum kopi.”

Kedua mataku mengerjap, “Segitukah?”

“Yup.”

Aku mengangguk-angguk mengerti lalu mulai menyeruput kopiku sambil memangati pemandangan dari atas jembatan sampai tiba-tiba Marcus menepuk pundakku lalu mengedikan kepalanya agar aku menoleh kebelakang.

Saat aku memutar kepalaku, kedua mataku menemukan seorang pengamen yang membawa cello, biola, clarinet dan sebuah gendang kecil. mereka berjumlah lima orang dan sedang menyanyikan sebuah lagu yang tidak pernah kudengar sebelumnya.

E meglio il vino delli castelli
Che questa zozza societa
E le ragazze fammo inamora

“Itu adalah tembang klasik berjudul, La societa dei Magnaccioni.” Marcus menjelaskan sebelum aku sempat bertanya, “Lagu ini bercerita tentang anak-anak Roma yang tidak punya uang, tetapi masih suka minum dan makan serta bernyanyi dan bergembira.”

Setelah mengatakan itu Marcus maju mendekati para pengamen itu dan malah ikut bernyanyi. Aku mengamatinya sambil tersenyum kecil. tidak pernah sekalipun aku melihat orang yang mau bergaul dengan pengamen. Teman-temanku selalu mendelik jijik saat melihat pengamen tetapi pemuda ini……tidak.

“Marcus.” Panggilku.

“Ya?”

“Nyanyikan…coba nyanyikan satu lagu untukku.”

“Apa?” Marcus mengerutkan kedua alisnya, “Menyanyi…untukmu?”

“Iya.”

“Kenapa?”

Aku tidak tahu.

“Oh, ayolah. Satu lagu saja.”

Aku hanya ingin mendengar suaramu.

Marcus terlihat sedang berfikir-fikir, namun tak lama kemudian ia mengangguk. Pemuda itu mengatakan sesuatu pada para pengamen lalu kembali menatap wajahku, “Jangan terpesona oleh suaraku ya. Aku tidak tanggung jawab bila kau sampai jatuh cinta padaku.”

“Tidak akan.” Jawabku cepat, “Ayo cepat bernyanyi.”

Pemuda itu menghela nafas sebentar. Senyumnya yang jenaka membuat seakan ia sedang menahan tawa. Ia menatap kedua mataku, lalu mulai bernyanyi.

L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very, very extraordinary
E is even more than anyone that you adore and

Love is all that I can give to you
Love is more than just a game for two
Two in love can make it
Take my heart and please don’t break it
Love was made for me and you

L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very, very extraordinary
E is even more than anyone that you adore and

Love is all that I can give to you
Love is more than just a game for two
Two in love can make it
Take my heart and please don’t break it
Love was made for me and you

Saat ia selesai menyanyikan bait terakhir, pemuda itu membungkukan badan sambil mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang berhenti melangkahkan kaki mereka dan menyempatkan diri untuk melihatnya bernyanyi sambil menyumbangkan tepuk tangan.

Lalu hal itu terjadi.

Kedua mata kami tiba-tiba bertemu. Aku tidak sanggup mengedipkan mata, saat pemuda itu tersenyum manis padaku. Ia terlihat…..berbeda. kedua mata yang biasanya menatapku jahil kini berubah lembut. Senyumnya yang menyebalkan kini terlihat sangat manis.

Tak dapat kucegah hatiku untuk tidak merasakan kehangatan ini. kehangatan baru yang tiba-tiba menyelimuti seluruh tubuhku. Entah karena angin malam yang bertiup lembut, ataukah karena suara Marcus yang masih terngiang di telinga.

Yang jelas, aku tidak pernah merasa senyaman ini seumur hidupku.

~TBC~

Advertisements

11 Comments (+add yours?)

  1. kikiocho
    Sep 12, 2012 @ 14:41:19

    Authoooor, yeay ! Seneng banget akhirnya ff yang selama ini aku tunggu dateng juga. Gomawoyo~ sesuai janji aku akan komen paling panjang hihi.

    Aku mau kritik boleh ya ? Maaf sebelumnya loh.. Ide cerita yang di pulau aneh itu, menurutku (mianhae) rada aneh. Kesannya kaya diburu-buruin gitu alurnya. Yang bagian dialog mereka berantem itu padahal bisa dibuat singkat aja, terus sisanya bisa diganti sama dialog ato adegan yang lebih berarti. Watak seohyun yang sedikit manja itu aku ngerti, tapi drama banget ceritanya waktu dia lari sambil nangis, terus tersesat, udah gitu ketemu petugas patroli, dan akhirnya selamat. Mianhae mianhae maksud aku bukan menghina yaaaa 😦

    Tapi tapi tapiiiiii… seperti sebelum-sebelumya, karakter marcus ato seohyun di ff ini selalu berhasil bikin aku gereget, mereka itu belom bisa ketebak perasaanya. Dan Yonghwa lagi-lagi belum muncul di part 5 ini, padahal ada pihak ketiga justru bisa bikin cerita lebih hidup, karna konfliknya pasti makin banyak, yang pasti ceritanya jadi makin seru menurutku. Ohya as always author paling bisaaaa banget deh bikin aku jadi kepo tingkat dewa sama endingnya. Tapi kalo bisa aku tebak, pasti akhirnya seohyun suka sama marcus setelah momen nyanyi itu, iya kan ? 😀

    Yang bikin aku suka baca ff ini, bahasanya yang ringan. Dan ada bahasa sama pengetahuan tentang italy yang nyelip dikit-dikit. Kan jadi sekalian belajar juga. Jarang-jarang looooh ada ff kaya gini. Pokonya aku selalu jadi fans author AAL deh ya !! 😉

    Oke buat part 6 dan ff seokyu selanjutnya aku tunggu.. Semoga ga lama-lama, dan semoga semakin seru ceritanya. Maaf juga kalo ada kata-kata yang nyinggung ya, ga maksud gitu ko akunya 🙂 Semangat buat author !! Gomawo~

    Reply

    • hazelwine
      Sep 12, 2012 @ 14:49:38

      Yup. Bener banget. Untuk scene di pulau poveglia emang sengaja aku cepetin. Memang ada ide untuk membuatnya lebih panjang tapi ide itu malah menjadi beban untuk membuat aku nulis karena agak sulit. Dan jujur, saat menulis part 5 ini, aku lg sibuk nyelesain ff ku yg lain. Jadi, aku minta maaf kalo part ini bikin kamu nggak puas ya, padahal kamu udah nunggu lama. :”(

      Hahahaha nggak papa ko. Lagian kritik kamu akan membangun aku 🙂 kekeke.

      Yonghwa? Kalau dia, aku udh nyiapin scene sendiri. Tapi untuk dekat2 ini aku nggak bisa janji dia akan muncul. Namun saat dia muncul nanti, aku jamin akan membuat kamu kepo setengah mati /plak /kepedean. :p

      Makasih karena udh komen panjang ya. :). Kesan dan pesan kamu membantu aku. Tetep ikutin cerita ini sampe selesai ya ^^

      > Date: Wed, 12 Sep 2012 14:41:23 +0000 > To: adelina.ayu@hotmail.com >

      Reply

      • kikiocho
        Sep 25, 2012 @ 11:48:09

        Ooh gitu ya, pantesan loh author, kalo dibandingin antara part 4 dan part 5 itu, chemistry mereka beda banget 180°. Ada yang bilang, tulisan itu ibarat cermin dari hati. Jadi apa pun yang kamu tulis, itulah cerminan dari hati kamu. Jadi aku dari awal baca udah nyangka kamu ga excited lagi sama seokyu hihi tapi itu wajar ko 🙂

        Kalo bisa aku tebak, pasti kamu masukin tokoh baru dari EXO ? Iya ga ? Hehe setau aku kamu lagi giat-giatnya menokohi mereka di ff kamu yang lain. Seengganya dengan adanya mereka di ff ini, bisa buat kamu tambah semangat nerusin ff ini. Biar lebih fresh kan ceritanya 😀

        Ohya untuk terus ngikutin cerita ini sih gausah ditanya lagi, jawabannya udah pasti bakal aku pantengin terus hehe

        Oke deh kalo gitu aku tunggu kelanjutan ceritanya yaaa. Aku tunggu ending yang menegangkan lebih dari part yang ini hihi. Gomawoyo~

  2. fitri402
    Sep 15, 2012 @ 17:46:55

    Lumayan lama juga ya br dilanjut lagi..
    Mian nih author AAL,sblmnya aku comment diwp smtownfanfiction,trs krn gada kabarnya lagi ttg nh FF jdnya aku cari tau dh authornya & ketemu juga blog kamu:) *curcol

    MIan y sebelumnya,part ini aku kurang bgt dpt feelnya..
    Padahal pas TBC part 4 lalu,aku dh bayangin klo bakal banyak moment2 yg terjadi antara SeoKyu yg bisa bikin mereka berdua lebih cpt nyadar ttg perasaan satu sama lain..
    Tp aku ttp hargai ko usaha kamu utk ttp lanjutin FF ini 🙂

    Soal Yonghwa,mungkin lebih baik dy dcritain secepetnya,tp ttp ya tanpa harus mengurangi porsi SeoKyu..
    Maksudnya gini,spy SeoKyu bisa sadar apa mereka udh saling cinta,t’utama utk Seo,apa bnr slama ini dy cinta dgn Yonghwa atau hanya sekedar rasa suka,ga lebih dr itu..
    Pgn scptnya SeoKyu saling ungkapin cinta & segera bersatu 😀

    Untuk next part,kl Yonghwa msh blm dimunculkan,bisa ga dtambah lagi porsi SeoKyu nya ??
    Y utk gantiin part ini yg terlalu cpt alurnya…
    Satu lagi,jgn terlalu lama dpostnya ^^

    Reply

    • hazelwine
      Sep 15, 2012 @ 18:15:28

      Iyaa aku minta maaf banget ya soal itu 😦 Aku nyadar ko kalau alurnya emang kecepetan. Karena jujur aku mulai kewalahan dengan ff ku yang banyak. Dan naasnya, perhatianku untuk seokyu mulai memudar. Jadi saat nulis ff ini aku sengaja cepetin biar ff ini cepet selesai dan aku bisa nyelesain ff ku yang lain.

      Aku tahu aku egois dan plinplan. Maaf ya 😦

      Iya, untuk chapter selanjutnya, aku usahain nggak akan lama. Tapi untuk Yonghwa, aku nggak janji bisa munculin cepet karena kalo aku munculin sekarang…. Yang ada nanti malah kecepetan lagi 🙂

      Sebagai permintaaan maaf, aku kasih bocoran deh.

      Sebentar lagi, akan muncul tokoh baru dalam ff ini. Tokoh yang bisa saja mempersatukan seokyu… Ataupun menghancurkan seokyu.

      Mau tau siapa? Pantengin aja chapter berikutnya 🙂

      Hehe sekali lagi aku minta maaf dan terima kasih karena selalu mengikuti dan menunggu ff ku ^^

      > Date: Sat, 15 Sep 2012 17:46:59 +0000 > To: adelina.ayu@hotmail.com >

      Reply

      • fitri402
        Sep 17, 2012 @ 15:33:48

        Yuuuuu gomawo bocorannya *pdhl penasaran th
        Kyaaa jgn yg menghancurkan SeoKyu lah,dy itu justru yg harusnya jd cupid utk SeoKyu 😀
        Penghancurnya udh cukup Yonghwa seorang,jgn dtambah lagi.. *mian Yongppa

  3. yoorinmatsu
    Sep 16, 2012 @ 02:29:15

    akhirnya setelah sekian lamaaaaa~
    iseng-iseng mampir dan ternyata wow, love trip to italy part 5 udah ada.

    hoh, disini emang kurang berasa feelnya, terutama di poveglia, karena sebelumnya aku pikir akan ada petualang mistis disana, ternyata…. yah well, meskipun jauh dari perkiraan part ini jg seru ko, pas bagian akhir-akhir kerasa feel seokyunya. dan liat komentar diatas emang alurnya rada kecepetan, mis : di pulau poveglia yang tau-tau bisa pulang lagi aja. #maaf

    udah part 5, apa part 6 juga masih berkisar soal jalan-jalan? *excited. dan seperti biasa di FF ini saya jadi tahu soal itali, thanks to author yang udah menambah pengetahuan saya dengan cerita yang ringan
    berharap updateannya ga lama lagi ya. Keep Writing ^^

    Reply

  4. Angelwien
    Sep 30, 2012 @ 07:45:42

    aku nunggu2 di smtown fanfiction tapi ga muncul2, tapi pas aku search d google eh ternyata ada …
    kalo bisa sig lebih panjang lagi ceritanya .. hehehe

    Reply

  5. AwaKyuSeoRoro
    Sep 30, 2012 @ 13:22:44

    Q ruw taw loh ternyata dh ad part 5 nya ne ff.
    Dh lama menunggu gmn akhir mrk dipulau berhantu it tp akhirnya ad jg.:D
    okeh AAL nm km kyk nm tman q.keke. . .
    Ditunggu loh part 6 dst ampe ending.:D
    ohya Yonghwanya jgn dianggurin donk kn kasian dh dbayar tp gk ad part dia.hehe. . .

    Reply

  6. syaid seomates loyalist
    Oct 03, 2012 @ 02:21:40

    Wah, bagus chingu. Next partnya yang cepet ya biar cepet selesai n lanjutin ff taste of ice cream. Hehehe. 😀

    Reply

  7. seokyuandata
    Nov 01, 2012 @ 15:32:13

    udh lama bgt nunggunya sampe lumutan ahirnya part 5 publish jg
    part 5nya terlalu pendek chingu kurang panjang udh gtu terkesan teburu2 alurnya *mian
    tp sedikit terbayarkan dgn momentnya seokyu yg secuil tp ttp sweet
    sprtnya seo udh mulai2 ada benih cinta nih
    kalo bsa next partnya jgn lama2 ya chingu
    suka bgt baca ff yg satu ini bener2 nambah wawasan aku ttg italy
    pokoknya next partnya ditunggu moment2 yg bikin errrr

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: