It Has To Be You -part 2- (love)

Love

A fanfiction from Im Jae Bum’s song.


Disclaimer:

The story is mine. Just a short fanfiction who inspired by Im Jaebum’s song.

The next chapter of ‘It Has To Be You’.

-Yesung’s side-

I DO NOT OWN THE CHARACTERS

DON’T LIKE THE COUPLE, JUST DON’T READ THIS.

-‘Broke’ KyuSung. Slight MinWook. Crack Pairing. Romance – Hurt/Comfort fanfiction-

Copyright© ezkjpr, 2012

Mengharapkan seorang untuk menjadi pendamping mu memanglah tidak salah. Tapi, jika kamu sendiri sudah memiliki nya, lalu ingin memiliki yang lain, apakah itu salah?
Aku hanyalah seorang manusia biasa yang memiliki embel-embel ‘Super Junior’ di belakangnya. Lain dari itu, aku hanya seorang pria yang rapuh, rapuh karena keadaan dan satu kata sacral. Yang diketahui bernama..

Cinta.

Ya, seperti yang kalian ketahui. Aku salah satu member boyband terkenal Korea yang lagi naik daun. Kim Jongwoon, nama asli ku. Tapi orang-orang lebih mengenal ku dengan nama Yesung. Mungkin kalian sudah mengetahuinya bukan? Aku memiliki pairing couple resmi dari perusahaan tempat kami bernaung. Namanya Kim Ryeowook. Diluar sana banyak sekali yang menyukai couple kami, tapi tidak dengan kami sendiri.

Ah, kalian bilang apa? KyuSung? WonSung? Hm, aku suka dengan yang pertama. Ngomong-ngomong apakah kalian tau yang sebenarnya?

Sebenarnya, dibalik gemerlap kehidupan idola seperti kami, ada rahasia yang tidak bisa kami bagikan kepada kalian. Tapi untuk kali ini, biarkan aku membocorkannya sedikit.

Awalnya semua berjalan dengan sangat lancar. Aku dan dia menjalani hidup layaknya sepasang kekasih yang menyembunyikan identitas hubungan kami secara diam-diam. Hal ini tentu sudah biasa untuk orang yang berprofesi seperti ku. Menyembunyikan status percintaan dari public. Ya walaupun aku sendiri menjalin hubungan dengan sesama penyanyi. Bahkan orang itu satu grup denganku, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa kami harus tetap menyembunyikan status hubungan special kami itu.

Kalian bertanya kenapa? Kenapa harus ditutup-tutupi?

Oh ayolah, perusahaan tidak akan mungkin mau kehilangan fans hanya karena masalah tabu seperti ini. Apalagi, aku memiliki hubungan itu tidak dengan lawan jenis, atau mungkin tidak dengan couple resmi-ku sendiri. Dan kalian juga tau bukan, jarang sekali ada shipper ‘kami’ diantara semua fans-fans kami.

Tapi tenang saja, itu tidak akan pernah terjadi lagi. Bahkan mungkin aku tidak perlu lagi menyembunyikan hubungan ku dengan nya. Toh, aku sudah bukan siapa-siapa nya dia lagi sekarang. Dan aku tidak berhak lagi untuk mengusik itu, karena aku sendiri yang memutuskan ini semua. Memutuskan hal yang melukai hati 3 orang.

Jujur saja. Mengingat hal itu, membuat hatiku sangat..

Perih.

.

.

.

Love, because of that love

Because of that person

I’ve survived this long

Cho Kyuhyun. Kalian pasti tidak asing lagi dengan nama itukan? Nama yang sekali sebut saja bisa membuat kalian mengingat sosoknya yang hampir sempurna. Kulit putih pucat, memberikan kesan layaknya vampire yang menjelma menjadi manusia.

Bibir pulm merahnya, dapat membuat siapapun saja tertarik hanya untuk sekedar mengecupnya. Suara baritone emas nya, dapat membuat siapapun yang mendengarnya terlena. Wajahnya yang tampan, imut, manis dan sedikit terkesan angkuh menambah kesan sempurna untuk dirinya.

Tidak terkecuali..

Aku.

Apakah kalian tau apa itu cinta?

Pertanyaan yang sangat klasik memang. Mengingat semua orang memiliki persepsi yang berbeda tentang cinta itu sendiri. Kalian pasti bingung kenapa aku bertanya tentang hal ini. Bagaimana bisa hal ini terlintas dalam fikiran seorang Kim Jong Woon –atau Yesung- yang kalian ketahui ‘aneh’ ini bukan? Aku sendiri juga bingung.

Heh. Cinta. Karena kata yang dikenal bernama ‘cinta’ juga orang itu, mungkin aku bisa bertahan hingga saat ini. Bertahan dari cercaan atau mungkin dianggap sebelah mata oleh beberapa orang. Ya, karena dia aku dapat bertahan hingga sekarang. Dan karena cinta untuk dia pula aku dapat bertahan hingga sekarang. Setidaknya sebelum adanya jurang keputusan yang membuat kita berpisah.

Today, today has past

If I can’t see that person again

If I can’t see that person again.. What will I do?

Hah. Aku bodoh sekali memang. Entah aku yang terlalu penurut, terlalu naïf, atau memang terlalu bodoh untuk menyetujui tentang ‘itu‘. Bisa-bisa nya aku mau menuruti apa kata perusahaan yang sangat jelas bertentangan dengan hati ku. Menikah? Memang segampang itu untuk menikah? Menyatukan dua insan yang jelas-jelas tidak memiliki rasa sama sekali bahkan keduanya sudah punya pasangan masing-masing.

Benar-benar bodoh.

Aku baru sadar sekarang. Aku baru sadar saat semuanya sudah terjadi. Aku baru sadar saat salah seorang member dari grup ku datang ke rumah ‘kami’dan mengatakan hal yang menurut orang menyakitkan kepadaku. Dia menganggap aku telah mengambil sang Eternal Magnae itu dari sisinya. Yang sekarang sudah resmi menjadi ‘istri’-ku.

.

.

.

Kenapa?”

Kau.. Hyung. Apa kau sadar?”

Jujur saja. Aku tidak mengerti arah pembicaraan lawan bicara ku waktu itu. Lawan bicara ku yang diketahui adalah salah satu dari member kami. Perkataannya tadi membuat ku mengernyit dengan bingung. Ada apa dengannya?

Jangan pura-pura bodoh, Kim Jongwoon-ssi. Kau tau apa yang aku maksud sekarang ini.”

Bahkan dia merubah gaya bahasanya menjadi sangat formal. Aku juga masih dapat mengingat dengan jelas raut wajahnya yang sangat serius dan tatapan tajam matanya yang kali ini.. sangat menusuk hati.

Kau..-“

Bahkan dia saat itu menunjukku dengan jarinya. Aku juga masih bisa mengingat dengan jelas saat dia bergerak maju dan aku mundur perlahan.

Saat itu dibenakku hanya ada satu pertanyaan,

Ada apa dengannya?

-sadarkah anda, Kim Jongwoon-ssi? Anda telah mengambil keputusan yang merugikan dan menyakiti 3 pihak. Anda itu terlalu naïf atau memang bodoh? Dan anda-“

Dan pada saat itu juga, aku mulai mengerti arah pembicaraannya. Hatiku bergemuruh saat mendengar ucapan ‘menyakiti 3 pihak’ dari mulutnya. Kepalaku bahkan mulai berdenyut sakit karena terlalu memfikirkan hal-hal tersebut. Ingin rasanya aku sudahi ucapannya tersebut saat itu. Dan menyerahkan apa yang dia inginkan.

-anda sangat sangat bodoh karena menyianyiakan si magnae. Dan anda sangat keterlaluan, anda tahu kan bahwa saya sudah menjalin hubungan dengan dia sejak lama? ANDA TAHU ITU KAN?”

Hatiku semakin sesak saat mengingat pembicaraan itu. Saat itu aku hanya bisa terdiam. Aku kalah telak. Ucapannya sangatlah benar.

Ditambah lagi dengan kata-kata ‘menyianyiakan si magnae’. Tanpa sadar aku memegang dadaku yang sudah terasa sangat sesak. Sakit. Sakit karena mengingat dia yang tidak tau apa-apa harus menerima keputusan bodoh ku ini.

Sekarang anda ingin berkomentar seperti apa, Hyung-nim?”

Hyung-nim? Memang panggilan yang sangat teramat sopan. Tapi tidak jika orang yang memanggil mu dengan nada yang merendahkan dan meremehkan seperti tadi.

Aku tidak masalah dengan itu, yang aku permasalahkan dan aku takutkan adalah kemungkinan terbesar balasan saat aku sudah berani menyebutkan satu kata saja. Seperti-

Sungmin-ah..”

-dan kemungkinan jawaban yang dilontarkan adalah sama persis dengan apa yang aku bayangkan. Seperti-

Ck. Akan ku pastikan bahwa aku akan membawa dia kembali kesisi ku dan tidak akan membiarkan Kyuhyun kembali kepadamu, Yesung-ssi. Tidak akan pernah aku biarkan magnae kesayangan kami jatuh kedalam pelukan orang pengecut seperti anda. Aku pergi.”

-ini.

Aku semakin mengeratkan pegangan tanganku yang ada di dadaku saat ini. Rasanya otakku ingin meledak saat ini juga. Aku tau aku naïf, aku pengecut, dan aku bodoh. Hanya saja dia seperti tidak memberikan ku celah untuk melontarkan alasan tentang pilihan ku itu. Aku masih dapat mengingat dengan jelas tubuh Sungmin yang menegang menahan emosi yang seakan meledak-ledak ingin keluar. Tidak bisa dibayangkan memang, mengingat image dia di Super Junior sangatlah berbeda dengan apa yang baru saja dia lakukan tadi.

Dan ah, aku hanya ingin memberi tahu sekali lagi. Ryeowook-ku tidak pulang malam ini. Aku pergi”

Setelah mengucapkan kalimat itu dia benar-benar menghilang dari pandanganku saat itu juga.

Kilatan kejadian beberapa hari yang lalu itu masih dapat terekam dengan jelas di otakku. Bagaimana ancaman Sungmin tentang hal-hal yang menyangkut ‘dia’ sampai dengan ucapannya yang sangat berbeda dengan perilaku sehari-harinya.

Hal ini membuatku semakin merasakan sesak yang teramat dalam di dadaku. Aku menunduk untuk menstabilkan diriku sendiri. Tapi bukannya stabil, yang terjadi adalah cairan bening yang menetes keluar dari pelupuk mataku.

Untuk pertama kalinya aku-

Aku tau aku naïf, aku tau aku pengecut. Tapi, aku tetap yakin, bahwa keputusan ini bisa melindungi mereka semua.

-menangis.

.

.

.

Of all the threads of fate ‘why did we meet’

For us ‘to love only for you to leave me first’

The time we had and the time we spent together

I will never forget

Aku masih ingat dengan jelas. Saat itu kami semua belum setenar sekarang. Kami masih memiliki kesempatan besar untuk sekedar pergi ke taman hiburan. Hari itu aku mengajaknya pergi ke taman bermain yang memang jaraknya dekat dengan dorm kami. Statusku dengan dia masih dalam kata ‘putus’ sewaktu itu. Bodoh sekali memang, mengingat saat itu aku lah yang memutuskan untuk putus hubungan dengannya dan menjalani layaknyahyung-dongsaeng saja.

Kyu..Mian.. Mianhae. Maukah.. –hiks- Kamu.. Ka-Kamu kembali lagi? Dengan ku? Aku sangat rapuh Kyu.. Aku tahu keputusan ku waktu itu untuk mengakhiri semuanya adalah keputusan yang sangat salah. Dan aku.. aku.. bodohnya aku baru sadar sekarang Kyu kalau aku butuh kamu. Aku janji tidak akan mengakhiri hubungan ini kecuali jika kamu yang memintanya Kyu.. Aku janji.”

Saat itu, yang ada difikiran ku hanyalah menumpahkan semua gejolak yang ada didalam fikiranku selama ini. Perasaan itu.. sangatlah menggangguku. Aku pun secara tidak sadar mengucapkan itu semua. Dan hebatnya dia memelukku saat itu, bisa kuingat jelas saat itu dia juga menangis. Menangis dalam diam.

Dengar chagi-ya, kamu memintaku untuk kembali. Kita kembali seperti dulu, menjalin hubungan seperti ini. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu lepas dan pergi dari hidupku lagi. Kau tau, saat kamu meminta kita putus sebulan yang lalu, aku seperti pria yang tidak memiliki arah. Karena seorang Cho Kyuhyun, tidak bisa hidup tanpa seorang Kim Jongwoon.”

Aku tersenyum miris saat mengingat kembali ucapannya. Wajah bekas jejak air mataku sudah mengering, sekarang seperti akan basah kembali. Bisa-bisa nya aku mengkhianati kepercayaan yang sudah diberikan, sebanyak dua kali pula.

Masih terekam jelas dalam ingatan ku memori-memori indah kita. Saat dia mengusap pelan rambutku, bernyanyi saat aku ingin tidur, dekapan hangatnya yang membuatku tenang, momen-momen kecil yang ada di SuperShow, sampai kecemburuan nya terhadap hewan peliharaan ku sendiri.

Kalau diingat-ingat kembali, mungkin ini akan menjadi sangat indah jika dia masih berada disampingku. Melingkarkan tangan dipinggangku dan kita mengingat kembali tentang memori-memori indah itu.

Tapi, ini terasa berbeda. Berbeda karena keadaannya sudah bukan seperti dulu lagi.

Sekarang terasa.. Pahit dan menyedihkan.

Dan cairan bening ungkapan kejujuran hati itu akhirnya berhasil keluar dari kedua kelopak mataku. –lagi.

Saying I would be by your side

The promise I protected with my life

Because I couldn’t..

Because I couldn’t keep my promise

I don’t think I can even say ‘I’m Sorry’

Ya, aku masih ingat dengan jelas. Akulah orang yang memutuskannya. Aku lah orang yang menangis-nangis memintanya untuk kembali. Aku lah orang yang berjanji untuk tetap berada disampingnya apapun yang terjadi. Dan aku juga lah orang yang tidak bisa menepati janjiku itu, untuk yang kedua kalinya.

Aku hanya bisa merutuki kebodohan ku. Haha tapi apa gunanya sekarang kan?

Sebenarnya aku tidak tau apa yang ada difikiranku sekarang. Aku bahkan tidak memikirkan perasaan dia, Ryeowook dan juga Sungmin dengan baik. Yang aku tau, dengan menuruti keinginan mereka aku dan yang lain bisa terbebas dari peraturan-peraturan konyol lainnya. Tapi nyatanya? Tidak semudah itu.

Dan lagi otakku kembali buntu. Entah apa yang sebenarnya yang ada difikiranku sekarang. Aku rasa aku sudah cukup lama terdiam di meja bar dapur rumah ini, hingga sampai pada saat aku mendengar penggalan lagu Memories dari album ke 5 Super Junior. Dengan malas aku beranjak mengambil iPhone-ku yang terletak di ruang TV. Saat melihat siapa yang menghubungi ku, aku langsung mengangkat telfon itu. Ternyata dari Leeteuk-hyung.

“Ne hyung?”

“Ah Jongwoon-ah, kamu di rumah?”

“Hn. Ada apa?”

“Kyu. Kyuhyun mabuk semalaman, dia mengigaukan namamu.-

Mabuk? Mengigaukan namaku? Astaga Kyunnie..

-Bisa kamu kembali ke dorm? Hanya sekedar untuk melihat keadaannya saja”

Aku terdiam cukup lama, masih mencerna perkataan Leeteuk hyung yang sangat sederhana seperti tadi. Tapi entah kenapa, saat mendengar namanya langsung membuat seolah sel-sel otakku berhenti berfungsi.

“Jongwoon-ah?”

“..”

“Kim Jongwoon? Yesung?”

“Hh mian hyung. Aku tidak bisa. Tolong jaga dia baik-baik ya?”

“Kau.. Yakin?”

“Ya”

“Baiklah. Tapi jangan pernah sungkan atau takut untuk menemuinya. Kalau pun kamu merasa bersalah, minta maaf lah. Lalu jelaskan apa yang terjadi, jika bisa bersama dengan Ryeowook. Aku harap kamu mengerti”

Dan setelah mengucapkan kata-kata tersebut, sambungan telfon dimatikan. Aku kembali memfikirkan ucapan hyung-ku tadi.

Kalau pun kamu merasa bersalah, minta maaf lah”

Kata-kata tersebut terngiang kembali difikiranku. Aku tau, aku memang perlu bahkan harus meminta maaf kepadanya. Kepada Kyuhyunnie-ku. Tapi mengingat kesalahan ku yang ke dua kalinya ini.. Aku sendiri bahkan tidak yakin dapat mengucapkan kata-kata ‘maaf’ kepadanya.

Bukan. Bukannya aku tidak mau.

Tapi.. Aku rasa aku tidak pantas dengan kata-kata maaf ku itu. Menampakkan diri di depannya saja, sudah tidak pantas menurutku.

Ya Tuhan, tolong aku..

.

.

.

Before you leave for that far away place

If I could look at your face for a little longer

I would say I love you

Hari ini kami semua berkumpul di dorm, Siwon mengumpulkan kami karena dia ingin meminta saran untuk comeback SJ-M nanti. Jadi disini lah aku sekarang, duduk diantara para member yang sudah ku anggap seperti keluarga ke dua ku ini.

Rasanya memang sangat nyaman, tapi tidak jika kau terus menerus di perhatikan oleh satu orang yang duduknya bersebrangan denganmu. Tatapan itu tajam, menusuk, dan menyiratkan raut kepedihan didalamnya.

“Jadi minggu depan kami akan berangkat kembali ke China. Tadinya Zhoumi dan Henry yang akan kesini. Tetapi perusahaan menyuruh kami yang kesana.” Jelas Siwon angkat bicara

“Berapa lama?” kali ini Leeteuk hyung yang berbicara.

Sejujurnya aku tidak begitu tertarik dengan pembicaraan ini. Bukan, bukan karena pembicaraan ini membosankan atau apa. Aku hanya merasa…

Risih?

“Mungkin 3 minggu hyung, karena sepertinya akan ada shooting beberapa episode reality show”

Tunggu, 3 minggu? Waktu yang tidak singkat kan? Aku memang tidak bisa berbicara dengannya seperti dulu lagi, tapi jika benar-benar lost contact selama 3 minggu? Tidak melihat wajahnya atau mendengar suaranya selama 3 minggu? Aku rasa aku bisa gila.

Astaga Kim Jongwoon, aku rasa aku benar-benar sudah gila.

Sadarlah, kamu itu tidak punya hubungan apapun dengannya.

.

.

.

Saat ini aku sedang berada di balkon dorm kami, menikmati secangkir capucinno yang ada digengaman ku saat ini. Diluar memang cukup dingin, bahkan mungkin aku bisa dikira cari mati karena hanya mengenakan kaos tipis disaat cuaca seperti ini.

Tanpa aku sadari, ada seseorang yang mengenakan jaket untukku, hanya di taruh ditubuhku, tidak sampai dipakai dengan sempurna. Saat aku menengok untuk melihat wajahnya, aku terkejut bukan main saat melihat eskpresi diwajahnya.

Senyuman itu.. Wajah itu.. Mata itu.. Bibir itu..

Bahkan aku tidak sempat mengalihkan pandangan ku dari matanya.

“Pakailah jaket itu, nanti kamu sakit…-” ucapannya menggantung. Dia terlihat seperti menghembuskan nafasnya pelan.

“..-Sungie baby”

“Kyu..” aku benar-benar tercekat kali ini. Astaga! Dia masih memanggil ku dengan sebutan itu..

“Aku tidak tau hyung apa yang sebenarnya terjadi. Tapi untuk kali ini saja, biarkan aku seperti ini hyung. Untuk kali ini saja..”

Dan tanpa aku duga, bibirnya sudah menempel dengan bibirku. Hanya kecupan singkat pada awalnya, tapi berganti dengan lumatan-lumatan halus darinya. Rasanya jantungku benar-benar akan copot saat itu juga.

Ciuman ini.. ciuman pertama kami setelah keputusan bodoh itu. Ciuman yang menyiratkan semua perasaan yang membuncah menjadi satu.

Kerinduan, kekecewaan, kesedihan, dan harapan untuk kembali saling memiliki melebur dalam ciuman kami kali ini.

Tangannya kembali melingkar di pinggangku, tanpa aku sadari aku membalas ciumannya dan melingkarkan kedua tanganku di lehernya.

Untuk kali ini saja, biarkan seperti ini.

.

.

.

Bisakah.. bisakah aku memperbaiki kesalahan ini?

Bisakah.. bisakah aku mengucapkan kata-kata itu lagi?

Setidaknya sebelum dia pergi ke China nanti.

Bisakah..

Bisakah aku kembali mendengar dan mengucapkan kata-kata sederhana itu?

Bisakah aku mengucapkan…

Nan jeongmal saranghae.. Kyu”

You only know

This love was never foolish

This love was never foolish, My Love.

.

.

.

.

.

TBC

HAYYY. saya kembali lagi, dan… mind to RnR?;)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: