Packet? part 1

Tittle: Packet ? part 1

Main Cast: Oh Sehun

Seo Joo Hyun

Genre: Romance

Length: Chapter

Author: AAL (@adlnayu)

~Sehun & Seo Hyun~

Author’s POV.

Pemuda berambut cokelat itu melepas topi yang menjadi salah satu atribut seragam kerjanya lalu mulai mengibas-ngibaskannya untuk menciptakan sedikit angin. Bulir-bulir keringat sebesar biji jagung mulai meluncur jatuh dari kening dan punggungnya. Jam kerjanya yang dimulai dari pukul sepuluh pagi sampai jam lima sore memang memaksanya untuk menantang panasnya sinar mentari.

Pemuda itu-Sehun memakai kembali topi berwarna hijau tua tersebut lalu berjalan menuju sepeda motor miliknya lalu mengambil sebuah paket yang terbungkus oleh kertas kado bermotif bintang yang tersimpan di dalam tas kerjanya yang lumayan besar.

Ia membaca alamat yang tertera pada paket tersebut tiga kali setelah sebelumnya membolak-balikan paket tersebut seakan takut ada tulisan yang belum ia baca.

Aneh, pikirnya. Bagaimana bisa alamat pengirim dan alamat yang dituju sama?

Sudah hampir tiga bulan ia mengemban profesi sampingannya sebagai tukang pos dan ini sudah ketiga kalinya ia mendapat tugas untuk mengantarkan paket yang aneh ini.

Sebenarnya ia membenci profesinya ini. tapi mau bagaimana lagi. Usianya sudah mau memasuki dua puluh tahun dan bulan depan ia akan masuk universitas. Bagaimana mungkin ia bisa membayar biaya masuknya yang tergolong mahal bila ia tidak bekerja.

Belum lagi pekerjaannya yang memaksa dirinya untuk berada di luar rumah sepanjang hari,  setiap bulan selalu saja ada paket aneh yang terbungkus oleh kertas kado bermotif bintang dengan alamat pengirim dan alamat yang dituju sama.

Orang aneh macam apa yang pergi ke kantor pos, mengirim paket yang pada akhirnya akan sampai ke tangan pengirim itu lagi?

Sehun meniup poninya dengan kesal. Ini sama saja dengan menambah-nambah jam kerjanya. Ia amati rumah mungil bercat putih yang ada dihadapannya lalu melirik ke arah kotak pos berwarna biru langit yang ada disamping pagar.

Ia membuka tutup kotak pos tersebut. Menaruh paket yang ada di genggamannya disana lalu berbalik menuju sepeda motornya yang terparkir tak jauh dari situ.

Sehun menatap kembali rumah mungil itu. Pagar tanaman yang tumbuh tidak terlalu tinggi sehingga pemuda itu bisa melihat area luar rumah dengan lebih jelas. Sepintas rumah ini  memang terlihat sangat asri.

Halamannya tidak terlalu luas namun ditumbuhi berbagai majam jenis bunga. Mawar putih dan dandelion seperti berlomba-lomba menampakan kecantikannya. Sepeda putih yang terparkir disamping garasi seakan memberikan kesan bahwa pemiliknya mencintai keindahan dan tidak ingin merusak rumahnya dengan asap mobil ataupun motor.

Sehun memiringkan kepalanya lalu membayangkan sosok asli dari pengirim misterius itu. Mungkin seorang nenek tua yang ditinggal cucunya sehingga ia kesepian dan mengirim paket untuk dirinya sendiri demi menyenangkan hatinya yang mulai hampa. Yah, bagaimana pun sosoknya Sehun tidak peduli. Yang jelas ia hanya berharap agar bulan depan ia tidak mendapat tugas untuk mengantar paket misterius itu lagi.

Ia tidak ingin menambah kembali jam kerja yang hanya akan merepotkan dirinya.

~ Sehun & Seo Hyun~

Wanita berambut panjang itu mengangkat wajahnya. Ia menatap sapu tangan yang baru selesai ia rajut lalu mulai mengamati setiap detailnya. Seakan takut ada benang yang mencuat dan bila ditarik akan menghancurkan sapu tangan yang sudah ia rajut dengan susah payah itu.

Setelah yakin bahwa rajutannya tadi sudah sempurna, wanita itu-Seo Hyun menaruh sapu tangan tadi ke dalam sebuah keranjang rotan lalu menaruhnya diatas sebuah lemari mungil.

Ia renggangkan kesepuluh jemari miliknya sambil mengerang kecil. Ternyata merajut selama kurang lebih setengah jam dapat membuat punggung dan tangannya pegal. Maklum, tahun ini ia sudah memasuki umur dua puluh enam tahun jadi wajar bila tubuhnya sudah tidak sanggup lagi bekerja terlalu berat. Istilah kasarnya, badan sudah mulai menua : -).

Sudah tua dan masih melajang.

Ah, lagi-lagi suara asing itu.

Kau Cantik, baik, karirmu bagus, apa lagi yang kurang?

Seohyun menggelengkan kedua kepalanya untuk mengusir suara-suara yang entah berasal dari mana. Mungkin hatinya.

Apa kau mau terus hidup menjadi perawan tua?

Cukup.

Seohyun membenci dua kata itu lebih dari apapun. Perawan tua. Ick. Ia memang perawan dan ia memang sudah tua. Ia tau itu jadi ia tidak memerlukan siapapun atau apapun mengingatkannya demikian.

Sudah ratusan kali orang tua dan teman-temannya menanyakan pertanyaan yang membuat ia muak.

Kapan menikah?

Astaga. Demi Paulo Coelho dan semua novel-novelnya. Tidakkah semua orang mengerti kalau pertanyaan itu jauh lebih tabu daripada sekedar menanyakan berapa berat badannya?

Seohyun tau apa yang terbaik untuk dirinya jadi ia merasa tidak membutuhkan orang lain untuk repot-repot mengurusnya. Karena itu lah ia memutuskan untuk meninggalkan rumah orang tuanya di Seoul dan membeli rumah mungil di daratan Busan dan menghabiskan waktunya untuk menulis novel.

Menjadi penulis adalah impiannya sejak dulu. Jauh dari keinginan orangtuanya yang menginginkan dirinya untuk menjadi seorang pengacara.

Masa depanku adalah hak ku. Katanya pada waktu itu. Aku yang menjalaninya. Dan sudah sewajarnya bila semua keputusan ada ditanganku. Bukan kalian.

Seohyun melirik jam dinding berbentuk bintang yang terpasang tepat diatas meja kerjanya. Pukul lima sore lewat lima belas menit. Itu berarti paketnya pasti sudah datang.

Dengan semangat ia melangkah kan kakinya keluar rumah. Membuka tutup kotak pos yang sudah mulai berkarat lalu kedua matanya langsung berbinar saat menemukan sebuah paket yang terbungkur kertas kado bermotif bintang terparkir disana.

Kedua tangannya langsung menyambar paket itu lalu langsung membawanya ke dalam rumah seakan takut ada maling yang akan mencuri paket itu darinya. Padahal, siapa juga yang mau mencuri paket sederhana itu?

Ia dudukan tubuhnya pada sofa berwarna putih yang terdapat di ruang tamu lalu mulai membuka bungkus kado itu secara hati-hati. Wanita itu takut merusak benda yang terdapat didalamnya walaupun ia sendiri sudah tau apa isinya.

Sepasang mug cantik berwarna biru dan kuning madu. Mug berwarna biru bergambar karakter Doraemon sedangkan yang berwarna kuning madu bergambar karakter Winnie the pooh.

Tentu saja ia mengetahui apa isi paket itu sebelum membukanya karena ia sendiri lah yang mengirim paket itu ke kantor pos.

Kronologinya sederhana saja. Wanita ini kesepian. Dan itu membuatnya memiliki kebiasaan yang cukup aneh. Yaitu setiap bulannya, ia akan membeli sebuah barang yang menurutnya bagus. Membungkus dengan kertas kado bermotif bintang kesukaannya lalu membawa barang itu ke kantor pos untuk diantarkan kembali ke rumahnya.

Kebiasaan ini berlangsung sebulan sekali. Bertujuan agar ia lupa bahwa dirinya pernah mengirimkan paket lalu pada saat ia mendapatkan paket itu kembali ia akan merasa senang dan berfikir bahwa ada orang lain yang mengiriminya paket tersebut , padahal paket itu berasal dari dirinya sendiri.

Aneh. Kelainan. Freak.

Cih. Lagi-lagi suara itu. dan kali ini Seohyun yakin bahwa suara asing itu memang berasal dari hatinya.

Dasar wanita kesepian. Ayo, keluarlah dari persembunyianmu ini dan cari lelaki yang mau menerima dirimu apa adanya.

Kadang ia memang membenarkan apa yang hatinya katakan. Ia memang aneh dan kesepian. Ia membutuhkan seseorang. Lelaki, atau Siapapun. Yang sanggup menerima dirinya apa adanya.

Tapi ia terlalu pengecut. Ia takut tersakiti. Sudah terlalu banyak kisah percintaan yang ia tulis dan itu selalu berakhir sad ending, dan ia tidak mau bernasib sama seperti karakter utama dalam kisahnya.

Daripada merasa sakit karena cinta, perasaan sepi dan hampa ini jauh lebih baik. Benar kan?

~Sehun & Seo Hyun~

Sehun mengacak-acak rambutnya dengan kesal. Lagi-lagi paket aneh itu datang lagi dan sialnya ia lah yang mendapat tugas untuk mengantarnya. Ingin rasanya pemuda ini menemui pengirim misterius itu lalu berteriak di depan wajahnya bahwa yang ia lakukan sangat tidak berguna.

Dan lagi letak rumah pengirim misterius itu berada di jalan yang berlawanan arah dengan rumahnya. Jadi mau tidak mau ia harus mengambil jalan memutar yang agak jauh untuk pulang.

Sehun langsung mengendarai sepeda motor miliknya dengan kecepatan tinggi ke rumah pengirim misterius itu. Waktu sudah menunjukan pukul enam sore, seharusnya jam kerjanya sudah selesai. Tapi karena harus mengantar paket sialan ini ia mungkin baru bisa sampai di rumahnya jam tujuh malam.

Double punch, pikirnya. Aku harus melakukan sesuatu untuk menghentikan ini semua.

Tiga puluh menit kemudian ia sudah berhasil sampai di depan rumah pengirim misterius itu. Sehun turun dari sepeda motornya, mengambil paket sialan itu dari dalam tas kerja yang lebih mirip karung beras lalu berjalan kearah kotak pos berwarna biru laut itu.

Ia meraih spidol dan robekan kertas dari dalam saku kemejanya. Tangannya sudah mau bergerak untuk menulis berbagai kalimat berisi cercaan kasar namun otaknya mencegahnya. Bila pengirim misterius itu mengadukan kelakukannya pada atasannya maka matilah ia. Pekerjaan yang menjadi satu-satunya pemasukan uang untuk masuk universitasnya akan hilang.

Sehun menggelengkan kepalanya lagi sambil berfikir pesan apa yang akan ia tulis untuk pengirim misterius tersebut. Yang jelas ia ingin menulis pesan yang sopan tapi berhasil menohok pengirim misterius itu agar berhenti untuk mengirimi paket sialan yang terus menerus merepotkannya.

Setelah berfikir sebentar akhirnya Sehun berhasil menemukan satu kalimat yang pas. Sebenarnya ini lebih cocok untuk disebut pertanyaan tapi ia tidak peduli.

Yang jelas Sehun akan melakukan apapun agar pengirim misterius itu menghentikan kebiasaan anehnya. Entah dengan cara apa.

~Sehun & Seo Hyun~

Seohyun melirik jam dinding. Jarum pendek sudah menunjukan pukul enam lewat dua puluh menit dan paket yang ia tunggu belum datang-datang, padahal ia sudah tidak sabar untuk membuka paket itu dan menemukan sebuah summer dress cantik yang ia beli bulan lalu.

Wanita itu kembali memusatkan pikirannya pada laptop dihadapannya sampai ia mendengar suara deru sepeda motor terparkir di depan rumahnya.

Secepat kilat Seohyun langsung bangkit dari tempat duduknya lalu berlari menuju jendela di lantai dua untuk mengintip apakah suara sepeda motor adalah milik tukang pos yang biasa mengantarkan paketnya.

Kedua matanya menangkap sosok tukang pos itu turun dari sepeda motornya. Tukang pos itu menggunakan helm jadi Seohyun tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tapi dari postur tubuhnya yang lumayan tinggi, Seohyun bisa membayangkan kalau wajah tukang pos itu cukup tampan.

Kedua alis Seohyun memicing saat melihat tukang pos itu menuliskan sesuatu pada secarik kertas lalu menaruhnya ke dalam kotak pos bersamaan dengan paket miliknya. Kedua kakinya sudah ingin berlari keluar dan bertanya kepada tukang pos itu apa yang sedang ia lakukan tapi lagi-lagi perasaan takut itu mencegahnya.

Ayo, apalagi yang kau tunggu. Cepat keluar! Lagi-lagi hatinya bersuara, apa kau tidak mau bertatap muka dengan seseorang yang selama ini mengantar paket bodohmu itu?

Tepat ketika kedua kakinya sudah siap untuk melangkah keluar, tukang pos itu sudah kembali menaiki sepeda motornya dan pergi meninggalkan rumahnya.

Seohyun menghela nafas pelan. Mungkin ini memang belum saatnya ia bertatap muka dengan tukang pos yang selama ini sudah sangat sabar mengantarkan paket bodoh miliknya.

Dengan lesuh ia berjalan kearah kotak pos itu lalu membuka tutupnya. Mengambil paket miliknya lalu seketika kedua matanya menemukan robekan kertas kecil yang tertempel diatas permukaan paket bermotif bintang itu.

Seohyun langsung mengambil robekan itu lalu melupakan paket yang sudah ada dalam genggamannya. Kedua matanya langsung bergerak membaca tulisan yang tertera disana lalu seketika seulas senyum langsung terpatri diwajahnya yang pucat.

Dan entah rasa itu datang darimana. Yang jelas Seohyun merasakan sesuatu yang hangat seakan menyelimuti hatinya. Tanpa ia tahu sebabnya.

Dari kamu, untuk kamu?

-TBC-

Ya, kalian boleh marah-marah karena chapter ini sangat pendek hahaha. Aku sengaja buat pendek biar gereget hihihi :p.

Maaf ya disini umur mereka aku buat jauh lebih tua. Demi kepentingan cerita ko hehe.

Jangan lupa RCL ya readers-readersku yang cantik dan ganteng muah! :’)

Advertisements

11 Comments (+add yours?)

  1. Longgomita
    Jun 05, 2012 @ 11:44:08

    Ayu….kok penulisannya beda lagi ya perasaan…
    Kalimatnya panjang2 gitu ya ngga sih? Btw gue yg pertama comment

    Reply

    • hazelwine
      Jun 05, 2012 @ 11:56:38

      IÝah -_-. Krn ini author pov dan sebenernya ini oneshoot lol wkwk. Sedang belajar bikin author pov. Kalo cast pov ntar jadinya panjang dan ff yg lain jd terbengkalai :p. Hehe thx btw! ^^

      Reply

  2. awderghui
    Jun 05, 2012 @ 12:53:17

    KA AYUUUUU!!!! CEPET LANJUTIN KA AYUUUU CEPEETTTT!!! /ga nyantai/ aduh ka.. Jangan bikin aku jadi stress gara2 ff kakak yg menggantung ini ka…. Kalo bisa bsk udh ada lanjutannya ya ka~~!!! ;***

    Reply

  3. eunripark
    Jun 05, 2012 @ 13:32:26

    ini keren 🙂 aku tungguuuuuuuuu

    Reply

  4. kikiocho
    Jun 07, 2012 @ 11:04:23

    Author salam kenal, saya kiki, reader baru disini. Tapi udah lama jadi reader di smtown fanfic. Saya suka baca semua fanfic author disana terutama yang ada seokyu-nya.

    Oia itu kira-kira kapan ya yang ‘Love Trip To Italy’ dilanjutin ? Udah penasaran tingkat dewa banget sayanya hehe.

    Btw fanfic ini bagus. Suka banget bacanya. Bahasanya, alurnya, ceritanya, castnya, semua deh. Dan bikin penasaran, as always yaa kaya fanfic kamu sebelumnya >< oke pokonya ditunggu part selanjutnya. ASAP please ..

    Reply

    • hazelwine
      Jun 07, 2012 @ 13:33:38

      wahh makasih ya masih inget karya2 ku :). Untuk love trip to italy dan ff seokyu lainnya pasti aku kerjain kko. Cuman dua minggu ini lg terfokus sama uas dulu hehe maaf ya . Tapi tenang aja pasti aku kerjain ko :)m

      Reply

      • kikiocho
        Jun 09, 2012 @ 11:56:51

        Oh iya oke oke mending fokus dulu aja sama ujiannya 🙂 makasih loh ya sebelumnya. Maaf juga udah nagih-nagih ehehe soalnya sayang banget ff-nya keren gitu ga dilanjutin. Pokonya bakal saya tungguin terus deh 😉

  5. egadorks
    Jun 09, 2012 @ 10:21:22

    Annyeong haseyo.. Choneun Ega-imnida…
    Saya suka FFnya chingu. Berhubung saya juga suka dengan SeoHun jadi saya juga suka dengan FFnya. hehe, udh dari dulu saya nyari FF tentang SeoHun tapi susah banget dapetnya. Dan akhirnya, ada juga FF tentang SeoHun. Hehe Keep on writing chingu! Lanjut ya? Jangan lama-lama. Oiya, promosi sekalian, sya juga pnya FF SeoHun chingu, bisa di bca di blog saya egaarista.wordpress.com #maksa#. Hehe,!

    Reply

  6. cupcakes95
    Jun 14, 2012 @ 12:19:54

    AYUUUUUUU /bawa bazoka/ YUUU, SEOHUN YUUUU HAHAHAHA
    Yu, maaf ya baru bisa comment dan baca sekarang dan YUU!!!! AKU SUKAAAAA.
    ayo cepet dilanjut, kalo udah ngepost lanjutannya mention aku di twitter lagi ya hohohohoho /minta dirajam banget/ btw, tau siapa aku kan yu? kalo ga inget…. *mengais tanah dengan rumput yang bergoyang*
    Udah ah, comment aku ntar ujung2nya panjang ga berbentuk. Semangat terus ya!

    Reply

    • hazelwine
      Jun 14, 2012 @ 14:14:58

      Tau dooong ini ka nadya yolo kan? Lol! Hehe iyaaa makasih kaaa uuu seohyun emang couple imut gmn gitu ya… Bikin geregetan walaupun ga pernah moment lol. Sip deh nanti kalo udh jadi part 2 nya aku kasih tau lg hehe mksh udh komen ka 🙂

      Reply

  7. momo
    Apr 06, 2013 @ 15:37:36

    halo, aku momo
    aku suka banget lo ff kamu yg ini. berhubung disini gakada chap 3 nya, jadi aku komen di sini aja ya.
    oh ya, bikin sequel dong hhe makasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: