KAIRANA PART 6 (Cowok mesum dan gadis misterius)

ice_cream_cone_paper_cupTITTLE: KAIRANA PART 6 (Cowok mesum dan gadis misterius)

AUTHOR: AAL (@adlnayu / @deerjongin)

GENRE: Romance, comedy, friendship

MAIN CAST: Kirana Putri Jeniva (OC)

Kim Jongin

LENGTH: Chapter

Halooooooo. Cuma mau kasih tau aja nih, karena ff ini cast nya banyak, jadi aku buatin daftarnya untuk kalian agar nggak bingung ya.

CAST:

Han Eunkyung (OC) (Roomatesnya Kirana)

Kim Yejin. (Pacarnya Chanyeol)

Choi Hyera (OC) (si cewek jutek)

Si kembar Hwang : Hwang Minra (OC) (Kembar sulung. Julukan dari Kirana untuk dia adalah mantan napi)

Hwang Minra (OC) (Kembar Bungsu. Julukan dari Kirana untuk dia adalah putri)

Lee Sena (OC) (Gadis berkacamata pemalu yang jago dance.)

Seo Yongho. (Temannya Kai dan Eunkyung.)

In Young (Staff langganan Kirana.)

Mas Jody (OC) (kakak laki-lakinya Kirana)

Alana (OC) (Adik perempuan Kirana)

Ice Zhang (OC) (Gadis misterius)

Kalau castnya anak-anak EXO, nggak perlu aku kasih tau ya? Hehehe segini dulu yang aku kenalin. Masih banyak cast-cast ciptaanku yang akan berperan dalam ff ini. jadi mohon ditunggu kelanjutannya : ).

Kirana’s POV

“SERIUS?!!!!”

Itu adalah kata pertama yang aku ucapkan saat Hwang Minra selesai menceritakan gosip terbaru hari ini, “Masa iya? Kamu tahu dari siapa?”

“Duhhh kamu tuh. Kalau kamu mendengar gosip dari Minra eonnie. Nggak perlu tahu sumbernya dari mana.” Hwang Minri memutar kedua bola matanya malas, “Gosip yang berasal dari Hwang Minra dijamin kebenarannya 100%!”

Minra mengangguk membenarkan. Kakak dari pasangan kembar Hwang itu lalu kembali menatapku yang masih menatapnya sangsi, “Sudah banyak ko yang tahu kalau trainee perempuan yang ada disini menolak keras pulang ke rumah pada larut malam karena akhir-akhir ini, karena banyak pria mesum yang berkeliaran.”

“Masa sih…….”

“Duhhh.” Minra menggeleng-geleng pusing dengan sikap keras kepalaku yang tidak ingin percaya dengannya, “Kita ambil contoh, kemarin malam aku pergi ke super market terdekat untuk membeli cemilan.”

“Kenapa beli cemilannya harus malam-malam?” tanya Lee Sena. Si gadis pemalu itu akhirnya angkat bicara juga setelah tiga puluh menit lebih memilih untuk diam dan mendengarkan.

“Karena kalau siang hari, bisa ketauan pelatih dong. Kamu lupa kalau para trainee perempuan itu harus menjaga pola makan?”

Sena hanya mengagguk. Minra lalu melanjutkan kembali ceritanya, “Lalu disaat aku sedang berjalan melalui persimpangan tiba-tiba saja aku mendengar suara langkah kaki yang berasal dari belakang.”

Cara Minra bercerita mirip sekali dengan para pembawa acara mistis macam ‘Dunia Lain’ dan ‘Kismis’. Membuat bulu kudukku tiba-tiba merinding, “Saat aku menghentikan langkah kakiku, tiba-tiba suara langkah dibelakangku juga berhenti.”

“La-lalu…..apa yang terjadi?” Sena bertanya takut-takut. Hanya Kim Yejin dan Choi Hyera yang memasang tampang datar.  Yejin daritadi hanya memainkan gitarnya, sementara Hyera sibuk dengan iphone. Mereka lebih memilih bungkam daripada berniat mendengarkan kisah seram dari Hwang Minra. Seperti sudah tahu kemana arah cerita ini akan berakhir.

“Dengan melawan rasa takut, akupun membalikan tubuhku untuk melihat sosok misterius itu lebih jelas. Dan ternyata…….”

“Ternyata….?” aku mulai geregetan. Kenapa sih dia nggak menghabiskan ceritanya dengan sekali tembak?

“Dan ternyata sosok misterius itu pamanku hahahahahaha. Ia ingin bertanya kenapa malam-malam begini aku belum pulang.”

“………….”

“…………”

Minra lalu tertawa terbahak-bahak tanpa menyadari tampangku dan Sena yang berubah datar. Mengikuti Yejin dan Hyera.

Anywayyy, pokonya cerita soal ‘banyak pria mesum berkeliaran’ itu benar loh. Just watch your back.” Minra pun mengakhiri akhirannya. Ditutup oleh suara petikan gitar Yejin yang bernada sumbang.

JREEENGGG!!!!

~KAIRANA~

From: Mas Jody

Ra, katanya bunda kirimin kamu paket tuh. Udah di cek belum?

From: Kirana

Belum. Paket apa? Maaf aku nggak sempet ngecek.

From: Mas Jody

Paket yang kamu minta bulan lalu. Ah, sok sibuk kamu sampe ngecek paket aja nggak sempet :p

From: Kirana

Asli, mas jahat banget T.T aku emang sibuk ko serius deh. Mas sendiri sok sibuk sampe baru bisa nge-whatsup aku sekarang :’p

From: Mas Jody

Kalau aku emang sibuk ra. Lagi ada proyek jadi nggak sempet ngecek kabar kamu.

From: Kirana

Proyek kampus apa proyek cinta nih? Aku tahu pasti Mas Jody lagi sama gebetan yang baru.

From: Mas Jody

Loh, ko kamu tahu? Haha nggak lah ya, aku masih sama pacarku yang terakhir ko.

From: Kirana

Masih sama Mbak Rasty? Tumben biasanya tiap tiga bulan ganti cewek…..wah pertanda bagus nih kalau bisa awet ;)

From: Mas Jody

Iya, kamu doain aja ya semoga aku nggak bosen ;p. Udah ah katanya kamu sibuk. Coba di cek dulu paketnya udah sampai atau belum. Nanti kamu kabarin aku lagi ya.

From: Mas Jody

Ah iya, inget kamu di Korea buat belajar bukan pacaran. Aku nggak mau denger kabar kalau kamu pacaran sama cowok-cowok disana. Bahkan aku ragu kalau mereka beneran cowok atau bukan.

From: Kirana

Iyaaaaaa, nggak ada pacar-pacaran, yang ada Cuma belajar dan menjadi trainee yang baik agar bisa cepat-cepat debut, iya kan? Aku inget ko, Mas udah sering ngomong ini sama aku.

From: Mas Jody

Good girl. Yaudah, take care ya disana. Inget, jangan macem-macem kamu.

Aku hanya melihat layar ponsel sambil mengerucutkan bibir. Ini yang aku nggak suka dari kakak sulungku. Selalu melarang adiknya pacaran padahal sendirinya suka gonta-ganti pacar. Walaupun aku agak takjub juga sih, ko ya Mas Jody bisa tahan pacaran sama Mbak Rasty. Pacarnya yang terakhir itu. Aku pikir hubungan mereka sudah kandas dari berbulan-bulan yang lalu akibat sifat Mas Jody yang terlalu gampang bosan.

Eonnie.” Aku mencolek punggung Eunkyung. Cewek itu sedang mengerjakan tugas sekolahnya di meja belajar, “Kamu lihat paket yang ditunjukan padaku tidak?”

Ia hanya mengangguk tanpa melepaskan pandangannya pada hamparan kertas yang ada diatas meja, “Aku taruh di dekat lemari bajumu. Coba cari disana.”

Aku melirik hamparan kertas itu. Lalu langsung bergidik. Ick. Matematika. Kaya nggak ada pelajaran yang lebih baik aja.

Tanpa basa-basi lagi aku membuka paketku yang super besar itu dan langsung terkesiap melihat isinya.

Novel-novel yang selama ini aku incar, seperti breaking down, Perahu Kertas, Seri Supernova, dan beberapa komik Hai, Miiko! yang masih di segel. Di tumpukan selanjutnya, terdapat banyak sekali cemilan kesukaanku. O-M-GEE, ini kan Maicih level 10! Bunda emang tau banget seleraku!

Lalu ditumpukan terakhir, aku melihat puluhan bungkus indomie dalam berbagai rasa. Aku tahu, pasti susah untuk bunda mengirimkan paket ini padaku. Ayah bisa mengamuk kalau tahu anak tengahnya ini makan, makanan instan yang nggak sehat. Tapi, maaf ayah, aku eneg makan kimchi terus.

“Oh,iya, Kirana.” Eunkyung akhirnya membagi konsentrasinya, “Tadi aku bertemu In Young eonnie. Ia tanya, apakah seragam yang kemarin ukurannya sudah pas?”

“Seragam SOPA?” Eunkyung mengangguk, “Sudah sih….tapi roknya agak kependekan.”

“Ah, itu mah wajar.” Cewek itu melepas kacamatanya, “Lagi pula blazer kuning itu memang lebih cocok dipadukan dengan rok hijau tua pendek.”

“Ngomong-ngomong, eonnie sendiri sekolah dimana?”

“Aku satu sekolah dengan Krystal f(x).”

Lah, aku kan nanyanya sekolah dimana bukan sekolah dengan siapa……yasudahlah.

Eonnie sudah makan?” tanyaku lagi. Kembali sibuk dengan paketku sambil menata bungkus-bungkus indomie yang berantakan.

“Tumben. Biasanya aku yang nanya begitu.” Ia lalu tertawa, “Belum. Kenapa?”

Aku lalu mengangkat sebungkus indomie rasa soto lalu tersenyum penuh makna, “Mau kumasakan makanan paling enak di dunia?”

~KAIRANA~

KAI’s POV

“Sukarelawan?”

“Iya.” Pemuda itu. Kim Junmyeon tersenyum sambil memberikan secarik kertas, “Perusahaan sedang menyuruh para trainee untuk mengumpulkan uang. Yang nantinya akan disumbangkan ke panti asuhan.”

“Lalu apa hubungannya dengan menjadi sukarelawan?” aku mengambil secaris kertas itu. Membacanya. Dan mengerutkan kedua alis saat kertas itu berisi beberapa daftar nama.

“Mengumpulkan uang kan tugas seorang sukarelawan Jongin-ah.” Junmyeon geleng-geleng kepala, “Kamu itu pintar tapi kadang bisa jadi bodoh juga ya.”

Aku Cuma tersenyum kecut, “Lalu daftar nama ini untuk apa?”

“Itu daftar nama untuk menentukan kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari empat sampai enam orang. Dengan membaca itu kamu bisa tahu ditempatkan di kelompok yang mana.” Ia menjelaskannya pelan-pelan dan penuh penekanan seakan aku ini anak tk yang baru belajar membaca.

“Oh……oke.” aku lalu menelusuri daftar itu. Mencari dimana namaku tertera, “Ngomong-ngomong Hyung sekelompok dengan siapa?”

Junmyeon langsung menghela nafas keras-keras. Ia lalu menatap kedua mataku seperti sedang meratapi nasibnya yang –sepertinya- sangat malang, “Dengan pasangan model, Chanyeol dan Yejin juga……” pemuda itu menghela nafas lagi, “Choi Hyera.”

Aku langsung memindahkan pandanganku pada pemuda itu. Menatap wajahnya yang memelas lalu langsung meledak dalam tawa, “Hyung, apa kau serius? Hahahahaha.”

“Diam kau.” Junmyeon berkata sinis. Tapi, asal tahu saja, ia mempunyai wajah yang sangat kalem dan tenang. Seperti telaga. jadi, sesinis apapun ekspresinya, tetap tak akan terlihat menakutkan bagiku.

Hyung, astaga” aku geleng-geleng kepala sambil menghapis setitik air mata yang menyembul karena tawa, “Kalian jodoh banget sih.”

Junmyeon hanya mendelik malas, yang membuat senyumanku makin lebar.

Junmyeon dan Hyera, -kalau kalian tahu- adalah dua orang yang sudah memutuskan untuk menjadi musuh semenjak pertama kali bertemu. Tidak ada yang tahu sebabnya. Yang  jelas, jika mereka sudah berada dalam satu ruangan yang sama, maka perang mulut akan terjadi.

Padahal aku sendiri heran, Hyera adalah gadis dingin yang jarang bicara. Sementara Junmyeon adalah pemuda hangat penuh senyum yang disayangi semua orang. Kenapa mereka bisa menjadi musuh, hanya Tuhan yang tahu.

Aku lalu tertawa kecil sebelum kembali mencari namaku di daftar kelompok.

TEAM A:

  1. Kim Junmyeon (Wah, beneran sekelompok ternyata)
  2. Park Chanyeol
  3. Kim Yejin
  4. Choi Hyera

 

TEAM B:

  1. Hwang Minri (Minri itu adiknya Minra kan? Eh, apa terbalik ya?)
  2. Minah Hsiao (maksudnya Minah trainee asal china yang pinter gambar itu?)
  3. Zhang Yixing
  4. Kim Minseok (wah, bakpao nyasar)
  5. Luhan
  6. Huang Zitao

TEAM C:

  1. Han Eunkyung (firasatku langsung buruk)
  2. Seo Yongho (tuhkan!)
  3. Byun Baekhyun (AMPUN!)
  4. Kim Heena (Heena trainee yang sifat 4D nya akut itu?)
  5. Lee Sena (kasian Sena.  Gadis polos itu harus sekelompok dengan orang-orang gila.)

 

TEAM D:

  1. Oh Sehun
  2. Hwang Minra
  3. Song In Geng (Maksudnya In Geng trainee china yang cantik anggun dan baik hati itu?)
  4. Wu Yifan (Wah ada yakuza)
  5. Chaeril
  6. Kim Jongdae

Aku mengerutkan kening. Sebenarnya, siapa sih yang membuat daftar nama ini? Pertama Kim Junmyeon dikelompokan dengan Choi Hyera, lalu sekarang Wu Yifan dan Chaeril?

Chaeril, yang kutahu sih, adalah seorang trainee asal china yang sangat penakut. Kalau bicara saja nadanya bergetar seperti ingin menangis, dan ia dikelompokan dengan Wu Yifan, trainee yang disegani karen auranya yang seram. Kalau Chaeril tahu ia dikelompokan dengan keturunan Yakuza, mungkin gadis itu sudah kabur duluan.

TEAM E:

  1. Kim Jongin (finally)
  2. Do Kyungsoo (wah asik)
  3. Aline Shao (Wah, sugar mama!)
  4. Ice Zhang (……..)
  5. Kirana Putri Jeniva.

Apa?

Aku membaca daftar nama pada kelompok E sekali lagi. Lalu nama itu tetap disana. Tidak berpindah apalagi menghilang. Malah dimataku, nama yang super panjang itu menjadi besar seakan minta diperhatikan.

Kirana Putri Jeniva.

Aku benar-benar akan mencari siapa bedebah yang membuat daftar anggota kelompok ini.

~KAIRANA~

Kirana’s POV

Jam sudah menunjukan pukul sembilan lima belas menit saat aku keluar dari asramah untuk pergi ke Super Market di ujung jalan. Persetan dengan Eunkyung yang mengalahkanku dalam permainan gunting, batu, kertas. Jadilah aku disuruh pergi ke Super Market untuk membeku camilan tengah malam pesanannya.

Padahal setengah jam yang lalu, gadis itu baru saja menghabiskan dua mangkuk indomie. Tapi ia bilang, perutnya masih perlu banyak asupan makanan karena nanti malam ia harus belajar untuk ujian besok.

Sebenarnya, asramah mempunyai jam malam yaitu pukul sembilan tepat. Dan jelas-jelas ini sudah melewati lima belas menit dari waktu yang telah ditentukan. Namun , jangan ragukan kemampuan Eunkyung dalam bersilat lidah. Ia sanggup meyakinkan sang penjaga untuk membiarkanku keluar. Dengan syarat tidak lebih dari tiga puluh menit.

Aku masuk ke dalam Super Market yang buka 24 jam itu lalu membeli semua pesanan yang cewek itu inginkan. Ice Cream, cookies, lollipop, choco pie (aku cari camilan bengbeng sama coki-coki tapi ya apa daya nggak ada).

Setelah membayar semua camilan pada penjaga kasir bermuka super jutek yang terlalu sibuk dengan gadgetnya, aku pun langsung keluar dari Super Market dan berjalan cepat untuk kembali menuju asramah.

Tidak lebih dari tiga puluh menit, ingat?

Tap tap tap.

Aku menghentikan langkahku. Lalu menoleh ke belakang.

Tidak ada siapa-siapa.

Aku berjalan lagi. Lalu.

Tap tap tap.

Sial.

Jangan menoleh kebelakang. Otakku memperingatkan. Setelah membaca doa beberapa kali, aku pun kembali melangkah lebih cepat, dan sialnya, suara langkah misterius itu juga melakukan hal yang sama. Bahkan suara ‘tap tap tap’ itu terdengar semakin jelas.

Tenang Kirana. Aku menggigit bibir bawahku. Saat hitungan ketiga, lari sekencang-kencangnya dan jangan menoleh lagi.

“Satu, dua, ti……” dapat kurasakan bahuku disentuh oleh seseorang, “ti…..AAAAAAAAAAAAAAA”

“Hei!”

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAA” aku menampik tangan yang menyentuh bahuku lalu berlari sambil berteriak keras-keras, “TOLOOOOOOOOONG”

“Hei, ini aku!” tangan itu berusaha untuk memutar tubuhku namun reflek kupukul dengan plastik belanjaan tadi. Membuatnya meringis dan mundur selangkah, “Ini aku bo-“

“AAAAAAAA SIAPA LO??!!!” aku berlari makin cepat, namun sosok misterius itu tetap tak mau kalah. Tanganku pun dengan cekatan mengambil ice cream cone milik Eunkyung, bersiap-siap untuk melempar kearahnya, “Mundur, atau gue lempar ke muka lo.”

“Ngomong apa sih???”

Nggak usah pura-pura bego deh lo, dasar cowok mesum.” Kataku sok berani sambil tetap mengacungkan ice cream cone ini. Padahal kakiku sudah gemetar sangking ketakutannya, “Ka-kalau gue lempar ke muka lo dan kena ujungnya, sakit banget loh!”

Sosok misterius yang –ternyata- berbadan tinggi itu tetap tidak menyerah. Ia malah tetap berusaha untuk mendekatkan diri padaku, “Ini aku bo-“

“AAAAAAAAAAAAAAAAA.”

DUAK!

Aku baru saja ingin melempar ice cream ini, namun sosok misterius itu sudah terjungkal kebelakang. Dan baru kusadari bahwa di hadapanku, berdirilah sesosok gadis berambut panjang, sedang berdiri membelakangiku. Kedua tangannya berkacak pinggang, menatap sosok misterius itu dengan sangar, “Jangan ganggu gadis ini dasar laki-laki mesum!”

Gadis berambut panjang itu lalu menoleh padaku. Tersenyum menenangkan,”Kau tidak apa-apa?”

“Ah, iya….”

Ia lalu menoleh pada sosok misterius itu yang sekarang sedang meringis sambil memegangi pipinya, “Sekali lagi kulihat kau berkeliaran disini dan menganggu gadis- gadis dengan sikap mesummu itu, maka aku akan-“

“SIAPA YANG MESUM!” Sosok misterius itu maju selangkah. Sinar dari lampu jalan pun jatuh tepat dihadapan wajahnya, “Ini aku! Kim Jongin!”

Aku dan gadis itu langsung menatapnya kaget, “HAHHH?!!”

“Astaga! Jongin sunbae!”

“Yaampun , Jongin!”

Kami berdua langsung berlari kepada sosok misterius yang ternyata Kim Jongin itu. Aku langsung merasa bersalah, “Yaampun sunbae, maaf ya, aku terlalu panik sampai tidak mengenalimu.”

“Dan maafkan aku karena sudah seenaknya memukul wajahmu.” Gadis itu menyentuh pipi Jongin yang ledam, “Habis gadis ini berteriak keras sekali. Jadi kupikir kamu ingin macam-macam dengannya.”

“Siapa juga yang ingin macam-macam dengan gad-AAA!” Jongin tiba-tiba meringis lalu menatap gadis itu galak. “Sama seperti namamu, pukulanmu memang sekeras es batu ya. Ice.”

Ice?

Thank you.” Gadis bernama Ice itu tersenyum, “Aku tersanjung. Tak biasanya seorang Kim Jongin memuji kemampuan orang lain.”

“Tapi aku kan tidak memuji kemampuan dance-mu”

Si Ice tertawa, “Tentu saja. Kemampuan dance mu jauh lebih baik daripada aku.”

Tunggu-tunggu, ko jadi ngomongin dance sih?

“Kalau begitu, aku pergi dulu.” Ice menepuk pundakku dan Jongin bergantian, “Lebih baik kalian berdua kembali ke asramah sebelum malam semakin larut.”

“Kamu sendiri, kenapa tidak kembali ke asramah? Ini kan sudah masuk jam malam.” Jongin menahan Ice sebelum gadis itu menghilang bagaikan debu.

Ice tersenyum misterius, lalu berkata, “Aku tidak seperti kalian. Orang-orang yang terlalu patuh pada peraturan.”

Lalu seperti batman, sosok gadis itu langsung menghilang sesaat setelah ia membalikkan badan.

“Keren…….” gumamku pelan.

“Apanya?”

“Dia.” Kataku lagi, “Gadis bernama Ice itu. Dia keren ya?”

“Biasa saja.”  Jongin mengangkat bahu. Lalu seperti tersadar akan sesuatu, ia langsung menatapku dengan pandangan galak yang mampu menyaingi anjing herder, “Jadi…..siapa yang kamu maksud pria mesum hah?”

~TBC~

Hayoooo, jangan bingung dengan cast nya yang banyak ya. Tenang aja, disetiap chapter pasti aku kasih penjelasannya ko : )

7 Comments (+add yours?)

  1. kailliant
    May 12, 2013 @ 14:53:50

    Hai ^^
    Tiap part ada sub tittle nya ya. Dan sub tittle nya itu ngajak ricuh, lucu banget. Hihi. . . Hmm, al, kayaknya yang ini kurang panjang deh. Momen Kairana nya cuma nyempil. Tapi cukup deh buat Bril senyum-senyum.
    Oh ya, Ice Zhang itu beneran trainee sm?

    Reply

  2. jonginie04
    May 12, 2013 @ 15:16:23

    Hahaha! Author author, tiap aku baca ff ini pasti bawaannya ketawa muluXD, lanjut ya author

    Reply

  3. hyezi
    May 13, 2013 @ 12:00:15

    hihihi,kairana momentnya lumayan riuhh thor^^
    kai ngpain juga mlem2 keluyuran ._.

    tapi gpp deh..
    yg penting ttp lanjuttt :D

    Reply

  4. dianmaulini_
    Jun 02, 2013 @ 11:03:04

    Lanjutt thorr
    Kairana cocok ihh:s cepetan dong thorr konflik2 cintanya(?)
    Oh iya thor, endless love chapt 6 kapan nih?udah lumutan nungguinnyya tauuu:”

    Reply

  5. Tata Me
    Jun 04, 2013 @ 16:02:41

    Nice ff :3
    lagi iseng-iseng nyari fanfic, eh malah nemu ff ini
    Feel-nya dapet! Apalagi comedy-nya.
    Aku senyum-senyum aja sejak baca ni ff dari chp 1 -Mianhe, hanya comment di chp ini *bow-

    ketawa banget (?) pas bagian :

    - Kim Minseok (wah, bakpao nyasar), and
    - Wu Yifan (Wah ada yakuza)
    awkwkwk :D

    Ditunggu loh, chapter selanjutnya! :3

    Reply

  6. Amelia Simanungkalit
    Jun 16, 2013 @ 16:34:49

    Cepat cepat dong thor chap 7 nyaaa :’(
    Bagus banget soalnya ff-nya♥

    Reply

  7. RRaehwa
    Jun 23, 2013 @ 03:19:14

    kalo ada nama-nama baru di ceritanya, pasti balik lagi ke atas ; nyari penjelasannya! hihi
    tapi seru juga sih. ff ini gak bosenin! lanjuuuuut~

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: